
Beberapa hari ini, Keyzia merasa ada yang mengawasi mereka. Tapi Keyzia mencoba untuk bersikap tenang.
"Laura, tetap awasi anak-anak, jangan biarkan mereka bermai diluar. Apa lagi dengan orang asing." pesan Keyzia pada pengasuh anak-anaknya.
"Baik Nyonya." jawab Laura.
"Oh ya, jika ada apa-apa cepat telpon aku."
"Iyq Nyonya."
"Baiklah, aku pergi dulu. J, Jessi Mommy pergi dulu ya." seru Keyzia pada putra-putrinya.
Mereka pun berlari menghambur dalam pelukan Keyzia.
"Cepat pulang Mom." ucap J.
"Oke, Mommy akan berusaha menyelesaikan tugas tepat waktu. Agar Mommy bisa cepat kembali."
"Hati-hati ya Mom." seru Jessi saat melihat Keyzia masuk kedalam taxi. Keyzia melambaikan tangan pada putra-putrinya.
Tiba di kantornya, Keyzia segera menuju ruangannya. Seperti biasa Ben selalu menyapanya.
"Selamat pagi Key, apa tidur mu nyenyak semala" tanya Ben.
"Selamat pagi Ben... aku kurang tidur Ben, dan sekarang aku mengantuk sekali."
"Ada apa? Apa ada masalah?"
"Entahlah Ben, aku merasa tidak tenang akhir-akhir ini."
"Mengapa? Apa ada yang kau pikirkan?"
"Beberapa hari ini, aku merasa ada yang mengawasi rumahku."
"Maksudmu?"
"Ya... hampir beberapa hari terakhir ini aku selalu melihat beberapa orang dengan badan besar. Sering duduk di persimpangan rumah ku."
"Kamu sudah lapor polisi?"
"Belum."
"Kenapa belum lapor?"
"Sebab aku merasa mereka tidak berbahaya, mereka sering menyapaku jika sedang berpas-pasan denganku. Mereka juga sering bermain dengan J dan Jessi."
"Kamu yakin mereka orang baik?"
"Entahlah Ben, aku bingung. Tapi aku sudah berpesan pada Laura, jika ada apa-apa dia harus segera menelponku."
"Baiklah, kalau begitu aku kembali keruanganku. Selamat bekerja." Ben pun meninggalkan Keyzia, dan melanjutkan aktifitasnya.
******
"Reymond, apa kau sudah dapat berita tentang anak dan istriku?"
"Sudah Tuan... Nyonya saat ini bekerja sebagai asisten diperusahaan yang akan berkerjasama dengan perusahaan kita."
"Oh ya... kebetulan sekali."
"Ya Tuan, bossnya sangat mempercayai Nyonya. Nyonya bukan hanya sebagau asisten, tapi sudah seperti teman dan saudara."
"Oh ya... mereka sedekat itu?"
"Dan... ada satu berita yang kurang enak Tuan."
Christian menyipitkan matanya dan menatap ke arah Reymond.
"Apa itu Rey?"
"Disana ada salah satu staff bernama Ben. Dia... menyukai Nyonya."
Rahanga Christian tiba-tiba mengeras, tangannya mengepal menahan geram.
"Mereka sudah dekat sejak Nyonya memutuskan pindah ke Belanda. Ben dan keluarganya banyak membantu Nyonya."
"Cepat selesaikan masalah kantor Rey, aku sudah tidak sabar ingin bertemu istri dan anak-anakku. Aku juga ingin melihat pemuda bernama Bem itu, yang sudah berani suka pada istriku."
"Baik Tuan." Ben pun keluar dari ruangan boss nya.
"Aku akan membawamu kembali Key, seperti janji ku."
Christian menatap wallpaper ponselnya, yang masih wajah Keyzia yang menghiasi layarnya.
"Aku masih mencintaimu Key, samapi kapanpun aku tidak akan pernah melepasmu. Apapun yang terjadi."
*****
Marina terbang ke Belanda, dan mencaritahu keberadaan Keyzia. Ia menyewa beberapa orang untuk mengikuti Keyzia, ia juga menyewa orang untuk menculik anak-anak Keyzia.
Marina berad disebuah hotel, untuk bertemu janji pada dua orang sewaannya.
"Aku akan bayar kalain mahal, jika kalian bisa menyingkirkan kedua anak itu." tunjuk Marina pada sepasang anak laki-laki dan perempuan yang sedang bermain.
"Baik Nyonya."
"Tapi ingat jika kalian gagal dan tertangkap, jangan pernah menyebut namaku."
"Baik Nyonya kami mengerti." jawab salah satu dari mereka, sedangkan yang lainnya memperhatikan Marina dari ujung kaki hingga kepala.
Merasa diperhatikan, Marina yang saat itu menggukan dress super ketat dan pendek. Sengaja mengangkat kakinya kemudian menyilangkannya, hingga paha putih Marina terlihat jelas. Ia juga menurunkan kancing bajunya dua buah, dan jelaslah sudah belahan dada Marina yang membuat kedua pria di depannya ini menelan salivanya.
Marina berjalan perlahan mendekati mereka, kemudian duduk dipangkuan salah satu dari mereka. Marina pun mulai melancarkan aksinya, merasa terpancing akhirnya keduanya melepas pakaian masing-masing, kemudian secara bergantian menikmati tubuh Marina secara gratis.
Marina yang sama sekali tidak pernah di sentuh oleh Christian, berusaha mencari kepuasan tersendiri. Ia sering menyewa ****** untuk memuaskan hasratnya di ranjang. Tersdengar desahan Marina saat melayani kedua orang suruhannya. Hingga ketiganya lemas tidak berdaya, Marina segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
"Ingat pesanku, lakukan dengan hati-hati. Aku tidak suka kegagalan, ini untuk kalian. Aku puas dengan permainan kalian. Kapan-kapan, kalau aku butu aku akan menghubungi kalian."
__ADS_1
Marina keluar meninggalkan kedua orang itu didalam hotel, ia kembali ke hotel tempatnya menginap.
******
Beberapa hari kemudian.
Christian telah tiba di bandara, ditemani oleh Reymond dan istrinya.
"Kita akan menginap di hotel tidak jauh dari dari kantor Tuan." ucap Reymond.
Christian hanya menganggukan kepalanya.
"Segera cari tau, dimana istriku tinggal Reymond."
"Baik Tuan."
Taxi membawa Christian dan asisten bersara sekeretarisnya melaju meninggalkan bandar menuju hotel.
"Key, boss memintamu menyiapkan berkas untuk meeting hari ini." ujar Ben.
"Iya aku sudah siapkan Ben, tidak usah khawatir." jawab Keyzia menunjukan map biru pada Ben.
"Aku akan kedepan menyambut tamu kita, sebaiknya kamu menunggu di ruang meeting."
"Oke, aku jalan kesana ya."
Keyzia pun meninggalkan mejanya dan berjalan masuk ke ruang meeting.
Christian turun dari mobip dan di ikuti oleh Reymond dan istrinya.
Ben dan beberapa staf menyambut mereka.
"Tuan itu yang ditengah, yang bernama Ben." bisik Rey memberitahu.
Mata Christian menatap tajam pada Ben.
"Selamat datang Tuan Christian, senang bisa menyambut anda." tutur Bem berusaha ramah pada tamunya.
"Terima kasih." jawab Christian dingin.
Ben hanya diam, sebab ia sudah mendengar rumor Christian adalah orang yang dingin dan angkuh. Apa lagi sejak di tinggal kabur oleh istrinya.
Mereka tiba diruang meeting, mata Christian menangkap sosok Keyzia yang sedang membolak balik map nya, tanpa menyadari kehadiran tamunya. Hingga ia tersadar saat boss nya menyebut nama tamu tersebut.
"Selamat datang Tuan Christian Manuella." sambut Jean boss Keyzia.
Mata Keyzia membulat saat melihat siapa yang berdiri di depannya. Mata mereka beraduboandang, Keyzia bisa merasakan ada kerinduan dimata Christian untuknya. Begitu juga sebaliknya, Keyzia dengan cepat mengalihkan matanya dan kembali bersikap profesional. Christian menjabat tangan Keyzia dengan erat seperti tidak mau dilepas lagi.
"Tuan.." panggilan Reymond menyadarkan Christian dan segera memelepas tangan Keyzia.
Selama meeting berlangsung, mata Christian hanya fokus pada wajah Keyzia. Ia sama sekali tidak mendengarkan apa yang Keyzia sampaikan. Hingga meeting selesai pun Christian masih memperhatikan wajah Keyzia, dan itu disadari oleh Ben. Ben segera menghampiri Keyzia dan membantunya membereskan berkas bekas meeting tadi.
Christian melihat Ben mendekati istirnya, segera ia memberikan kode pada Rey, dan Rey paham akan hali itu. Christian berjalan lebih dulu dan menunggu di mobil.
Rey mendekati Keyzia yang masih berbincang bersama Ben.
"Maaf Tuan Rey, aku lebih dulu membut janji dengannya." seru Ben.
"Maa Tuan, saya berbicara pada Nyonya, bukan pada anda."
"Kamu..."
"Sudah Ben... maaf aku sudah janji akan makan siang bersama Ben, bilang pada boss mu aku akan menerima undangannya nanti malam." jawab Keyzia.
"Tapi Nyonya anda tau sendirikan bagaimana boss saya jika seseorang menolak permintaannya?"
"Sombong sekali boss mu itu, bilang padanya Keyzia tidak akan terpesona dengan kekayaannya. Jangan mentang-mentang orang kaya bisa seenaknya."
"Cukup Ben... aku membatalkan makan siang kita."
"Tapi Key..."
"Aku sudah tidak berselera." Keyzia berjalan keluar ruangan meninggalkan Ben dan Rey di dalam ruang meeting.
Ben menahan kesalnya pada Keyzia, sedangkan Rey tersenyum penuh kemenangan.
*****
Keyzia pulang kantor lebih awal dari biasanya, ia terkejut saat melihat rumahnya sudah ramai orang berkerumun. Ia pu segera berlari menghampiri mereka.
"Ada apa ini?" tanya Keyzia panik saat melihat darah berceceran di tersanya.
"Itu Nyonya, tadi ada dua orang yang mau bawa J dan Jessi, tapi dua orang ini sudah melindungi J dan Jessi. Terjadi tembakan, dan salah satu dari mereka tertembak dan sudah dibawa ke rumah sakit." jelas Laura panjang lebar.
"Dimana J dan Jessi." tanya Keyzia lagi.
"Didalam kamar mereka Nyonya."
Keyzia pun berlari ke kamar anak-anaknya, melihat Mommy nya J dan Jessi pun menghambur masuk dalam pelukan Keyzia.
"Sudah aman sayang, jangan menangis lagi." hibur Keyzia pada Jessi yang masih terus menangis.
"Laura jaga mereka sebentar, aku ingin berbicara pada dua orang yang telah menyelamatkan anak-anak ku. Aku akan mengucapkan terima kasih pada mereka."
"Baik Nyonya."
Keyzia segera keluar dan menemui dua orang itu.
"Duduklah Tuan, aku ingin berbicara pada kalian."
Mereka saling pandang, kemudian masuk kedalam dan duduk.
"Aku mau berterima kasih pada kalian, aku tidak tau apa yang akan terjadi jika tidak ada kalian."
"Tidak apa-apa Nyonya, itu sudah tugas kami."
"Siapa kalian, dan mengapa kalian mengawasi rumahku?" tanya Keyzia to the point, ia sudah tidak tahan lagi untuk tidak bertanya.
__ADS_1
"Nama ku Demian dan ini rekan ku Max. Kami di utus oleh Tuan Manuella untuk menjaga cucu-cucunya dari bahaya apa pun." cerita Demian.
"Tapi sebelumnya kami tidak pernah punya masalah seperti ini."
"Kami tau Nyonya, tapi kami harap Nyonya jangan mengusir kami. Kami hanya menjalankan tugas, Nyonya dan anak-anak bisa beraktifitas seperti biasa, anggap saja kami tidak ada. Tapi kami akan terus mengawasi J dan Jessi dari apa pun."
"Baiklah... aku harap kalian jangan terlalu mencolok, aku tidak mau sampai menganggu kenyamanan tetanggaku."
"Baik Nyonya kami mengerti. Kami pamit Nyonya, kalau ada apa-apa, jangan segan untuk menelpon kami." Demian memberikan nomornya pada Keyzia. Mereka pun keluar dari rumah Keyzia.
******
Keyzia selesai mandi, ia menerima pesan dari Rey. Ia sudah ingin menolak, tapi ia takut akan kegilaan yang akan Christian lakukan nanti. Keyzia pun menerima undangan tersebut. Ia segera berisiap, sebelumnya ia menelpon Laura untuk datang kerumahnya, menemani J dan Jessi. Setelah Laura datang, Keyzia pun berangkat. Ia pun tidak lupa berpesan pada Demiam dan Max untuk mengawasi rumahnya. Demian dan Max menganggukan kepalanya.
Taxi membawa Keyzia ke alamat yang telah Rey kirimkan padanya. Keyzia mendekati meja recepsionis.
"Permisi, saya ingin ke kamarnya Tuan Manuella dilantai berapa?"
"Maaf dengan siapa?"
"Saya Keyzia."
"Sebentar ya Nyonya." petugas itu segera menelpon, tidak lama kemudian, datangalah utusan Christian untuk menjemput Keyzia.
Keyzia diantar kesebuah kamar presiden suit.
"Silahka Nyonya." ucap salah satunya.
Perlahan Keyzia membuka pintu dan masuk kedalam. Keadaan kamar itu gelap, hanya ada lilin yang menyala di atas meja. Keyzia melangkah masuk lebih dalam, tiba-tiba seseorang memeluknya dari belakang.
Keyzia ingin berontak, tapi saat ia tahu siapa yang memeluknya, ia membiarkannya.
Christian meletakan kepalanya kepundak Keyzia.
Suasana menjadi hening, hingag yang terdengar suara napas mereka. Christian membalik tubuh Keyzia, ia menatap dan mengelus pipinya. Kembali ia memeluk Keyzia erat, Keyzia terpaku dan hanya bisa diam saat Christian memeluknya.
Keyzia mengangkat tangannya dan mengusap punggung suaminya.
"Sudah Chris..." ucap Keyzia.
Christian melonggarkan pelukannya, tapi tidak melepasnya.
"Kamu kemana saja sayang, aku mencarimu." ujar Christian.
"Aku tidak kemana-mana..."
"Mengapa kamu meninggalkan aku?"
Keyzia terdiam, ia tidak mungkin bercerita pada Christian, jika Papanya lah yang membuatnya pergi.
"Kenapa diam... hemmm..."
Keyzia tersenyum.
"Aku lapar Chris." ucap Keyzia mengalihkan pembicaraan.
Christian tersenyum dan mencubit hidung Keyzia.
"Ayo kita makan." ajak Christian.
Mereka pun mendekati meja yang telah Christian periapkan untuk mereka.
"Duduk disini." Christian menarik Keyzia duduk diatas pangkuannya.
Christian menyuapi Keyzia.
"Chris aku bisa makan sendiri."
"Tidak... aku akan menyuapimu."
"Chris... dari mana kamu tau aku ada disini?"
"Aku Christian Manuella, apa pun bisa aku ketahui. Bahkan J dan Jessi, anak kita."
Mata Keyzia membulat.
Christian masih terua menyuapi Keyzia.
"Sudah Chris aku sudah kenyang." tolak Keyzia tidak mampu lagi.
"Sayang kamu harus makan banyak, sebab setelah ini tenaga mu akan banyak terkuras."
"Apa maksud mu?" tanya Keyzia heran.
Tiba-tiba Christian mengecup bibir Keyzia, melepasnya sesaat. Kemudian ia kembali mengecupnya, perlahan tapi pasti Christian memperdalam ciumannya. Keyzi mulai membalas dengan ******* bibir sexy Christian. Lidah Christiam menerobos masuk kedalam mulut Keyzia, dan menari didalamnya. Keyzia menggigit lembut lidah Christian.
Christian mengangkat tubuh mungil Keyzia dan meletakannya diatas ranjang, dengan tidak melepasa pagutan mereka. Bibir Christian mulai turun keleher jenjang milik Keyzia, menggigit serta mengecapnya dan meninggalkan jejak mereah kepemilikan disana.
"Cukup Chris, jangan diteruskan." pinta Keyzia dengan napas tersengal.
"Tidak..."
"Kenapa?" tanya Keyzia heran.
"Aku telah lam menahannya, sejak kamu meninggalkan aku. Aku tidak pernah berhubungan dengan perempuan lain."
"Oh ya..." Keyzia terbangun dan membetulkan kemeja nya yang hampir terlepas. "Bahkan dengan istri mu sekali pun?"
"Hemm.." Christian kembali mengecup pundak Keyzia dan melepas pakiaannya. "Hari ini aku akan menuntaskan segalanya."
Christian pun kembali menyerang Keyzia, mereka bermain secara liar. Hingga mereka berdua lunglai tidak berdaya. Setelah kelelahan mereka pun tertidur.
Bersambung.
minta jempolnya pliss
terima kasih
__ADS_1