Mengejar Cinta Sang Asisten

Mengejar Cinta Sang Asisten
36.


__ADS_3

Keyzia menggeliat saat merasakan bibir Christian mendarat di lehernya.


"Chris..." rengek Keyzia.


Tapi Christian masih melanjutkannay, malah kini ciumannya semakin turun kepunggung. Tangannya juga mulai merambah ke dada Keyzia, meremas dan memainkan niple nya. Keyzia melenguh, membuat Christia semakin bersemangat melancarkan aksinya. Christian membalikan tubuh Keyzia menjadi terlentang, Christian segera menindihnya dan mencium bibir Keyzia.


Keyzia mengerang merasakan setiap sentuhan yang Christian berikan, mereka pun melanjutkan permainan panas mereka hingga keduanya terkulai lemas dengan napas yang tidak beraturan.


"Good morning." sapa Christian mengecup kening Keyzia.


"Morning." jawab Keyzia dengan suara serak.


"Morning kiss."


"Morning kisa apa lagi, tadi udah lebih dari morning kiss." gerutu Keyzia kesal.


Christian tertawa kemudian menggigit hidung istrinya.


Keyzia bangun menarik Kimono tidurnya.


"Kamu mau ke mana?" tanya Christian.


"Aku mau mandi, dan bersiap ke kantor."


"Ayo mandi bersama." Christian mengangakat tubuh Keyzia dan membawanya ke kamar mandi.


Satu jam kemudiam mereka pun selesai dengan ritual mandi.


"Kamu gila Chris..." gerutu Keyzi.


Christian terkekeh, menghampiri Keyzia dan kembali mencium dan meremas dada Keyzia. Christia berusaha melepas handuk yang melilit di tubuh Keyzia. Keyzia segera menahan dan mendorong Christian.


"Cukup Chris.. aku sudah tidak mampu lagi." pinta Keyzia.


Christian terkekeh. "Kenapa sayang? apa salahnya aku melampiaskan hal yang selama lima tahun aku tahan, dan aku melampiaskannya pada istriku."


"Iya, tapi gak gini juga. Aku capek Chris, dan aku harus kerja sekarang.


"Kamu jangan bekerja lagi."


"Kenapa?"


"Aku tidak suka kamu dekat dengan pria bernama Ben itu."


"Apa salahnya Chris, Ben dan keluarganya sudah banyak membantuku."


"Aku tau, tapi kamu tidak tau kan. Kalau dia suka sama kamu."


Keyzia tertawa lepas. "Kamu tau dari mana Chris?"


"Key, aku suami kamu. Aku bisa merasakan seseorang memperhatikan istriku."


"Baiklah tuan pencemburu, aku minta maaf."


"Pokoknya kamu jangan bekerja lagi, aku bisa menanggung biaya hidupmu dan anak-anak."


"Chris, aku sudah terbiasa bekerja." Keyzia menangkup wajah Chirstian.


"Kamu bekerja padaku saja, sebagai asistenku. Jadi jika aku perlu kamu, aku tinggal narik kamu masuk keruanganku, dan kita akan bercinta sampai puas."


"Hemm... dasar mesum."


"Hey... aku mesumnya cuma sama kamu ya."


Setelah selesai berpakaian, mereka pun keluar dari kamar. Keyzia melihat Laura sudah menyiapkan sarapan untuk Keyzia dan anak-anaknya, tapi Laura tidak tahu jika Christian berada disana.


Mata Laura menatap aneh pada Christian yang keluar dari kamar majikannya. Keyzia yang menyadarinya berusaha menjelaskan, setelah mendengar penjelasan Keyzia yang menyatakan bahwa Christian adalah suami dan Ayah dari anak-anaknya.


Laura pun menganggukan kepalanya mengerti, Jessi bisa langsung menerima Christian. Tapi tidak dengan J, bocah laki-laki itu tampak dingin menatap Christian, bahkan enggan enggan menyapanya.


"Semua butuh proses Chris, mungkin J masih canggung dengan semua ini." hibur Keyzia.


Christian tampak mengerti, tapi jauh dari lubuk hatinya yang paling dalam, ia ingin sekali memeluk J, dan mendengar J memanggilnya Daddy.


......


Sudah hampir satu minggu Christian ikut tinggal bersama Keyzia dan anak-anaknya dirumah kecilnya, selama itu pula Christian selalu berusaha mengambil hati buah hatinya. Tapi J tetap tidak bergeming, Christian membelikan berbagai macam permainan keluaran terbaru, namun tetap saja J tidak terpengaruh.


Sejak Christian ikut tinggal dirumah J lebih banyak menghabiskan waktu di kamarnya, dan terkadang ia juga bermain di pos penjagaan tempat Demian dan kawan-kawannga.


Tok... Tok...


"J, boleh Mom masuk?" tanya Keyzia.


"Ya.. Mom, masuklah." jawab J senang.


Keyzia pun masuk kedalam kamar J, dan duduk di sampingnya.


"Kamu sedang apa?"


"Tidak Mom, aku hanya sedang bermain dengan komputerku."


"J, boleh Mom bicara?"

__ADS_1


"Silahkan Mom."


"J, kenapa kamu tidak mau bicara pada Uncle Chris?"


J terdiam, raut wajahnya berubah. Yang sebelumnya ceria, kembali murung.


"J..."


Ia kembali tersadar dari lamunannya.


"Mom, aku tidak mau membahas ini."


"J, Mom ingin tau alasannya."


"Sudahlah Mom, jangan di bahas lagi."


"J..."


"Mom... aku lelah, mau istirahat. Bisa tinggalkan aku sendiri?"


Keyzia tidak bisa berucap lagi, ia pun perlahan meninggalkan kamar J.


Diluar Christian telah menunggunya, melihat wajah Keyzia murung. Ia segera menghampirinya, dan mencoba untuk menghiburnya.


"Ayo, kiya bicarakan ini di kamar." ajak Chris yang merangkul Keyzia.


.....


Sejak kejadian malam di mana Jean dan Christian makan malam, Christian benar-benar membatalkan kerja sama dengan perusahaan Jean, dan itu membuat Jean hampir frustasi.


Ia benar-benat tidak menyangka jika caranya merayu Christian tidak berhasil, dan belum pernah ada yang menolak pesona seorang Jean. Keyzia hanya mendengarkan keluh kesah Jean, tanpa berani memberi komentar, ia takut jika Jean tahu yang sebenar bahwa Christian adalah suaminya, maka Keyzia harus bersiap angkat kaki dari perusahaan itu.


"Key... katakan padaku apa lagi yang harus aku lakukan, aku sudah mencoba menghubungi asistennya. Tapi, mereka bilang boss mereka tidak mau lagi berurusan dengan perusahaan kita."


"Aku juga bingung Jean, aku tidak tau duduk permasalahannya." jujur Keyzia akui, ia memang tidak mengetahui apa yang telah terjadi, hingga Christian membatalkan kerja samanya, sebab Christia tidak pernah mau bercerita padanya.


"Jean, katakan padaku apa yang telah terjadi?" desak Keyzia.


Jean terdiam, ada rasa malu dihatinya jika ia menceritakan masalah ini, sebab Keyzia tidak mengetahui sisi gelap kehidupan Jean, yang menggunakan segala cara agar keinginannya twrwujud, termasuk jika harus menyerahkan tubuhnya secara gratis.


"Jean... kau mendengar ku?"


Jean tersadar dan kemudian menatap Keyzia lama.


"Berjanjilah padaku jika aku mengatakannya, kau tidak akan mengatakannya pada siapapun, dah kau juga tidak akan membenciku."


"Baiklah... aku janji."


"Aku mengira Tuan Christian akan sama seperti yang lain, aku mendengar rumor jika istrinya telah lari meninggalkannya, dan dia dipaksa menikah dengan wanita yang tidak ia cintai. Rumah tangganya tidak harmonis, dan yang aku dengar ia bahkan tidak pernah menyentuh istrinya. Ia menahan semuanya demi wanita yang ia cintai."


Keyzia terdiam, ia juga tidak mengira jika pengorbanan Christian selama ini, lebih berat dari pada dirinya. Wanita bisa menahan kebutuhannya, tapi sebaliknya tidak semua pria bisa menahannya, terkecuali Christian.


Dan yang membuat Keyzia tidak percaya adalah perilaku Jean, ia selalu mengira Jean adalah wanita hebat, ternyata Jean tidak ubahnya seperti perempuan murahan.


Keyzia kembali ke rumahnya, ia melihat mobil Christian telah terparkir didepan rumahnya.


Ia segera masuk setelah menyapa Demian dan Max.


"Selamat siang Nyonya." sapa Laura.


"Siang.. dimana anak-anak?"


"Sedang tidur siang."


"Tuan sudah pulang dari tadi?"


"Iya... Nyonya, dan langsung masuk ke kamar."


"Anak-anak tidur, lebih baik kau juga istirahat Laura."


"Baik Nyonya, saya permisi."


Keyzia pun masuk ke kamar dan menemui suaminya, ia melihat Chris sedang tertidur.


Keyzia mendekat dan duduk di sampingnya, merasa ada pergerakan, Christian pun membuka matanya.


"Sudah pulang sayang?" Christian bangkit dan memeluk istrinya.


"Hemm... kamu sendiri kenapa ada disini?"


"Aku merindukanmu." Christian mengecup kening Keyzia.


Keyzia tersenyum, dan mengecup pipi Christian.


"Ada hal yang inging aku bicarakan." ucap Christian.


"Aku juga." sambung Keyzia.


"Baiklah... kamu dulu." Christian mencubit hidung kecil istrinya.


"Apa aku boleh bertanya sesuatu?"


"Tentu, kamu mau bertanya apa sayang." Christian menarik dan membawa Keyzia duduk dipangkuannya.

__ADS_1


"Aku harap kamu jangan marah, dan kamu jawab jujur."


"Baiklah, aku janji."


Keyzia menarik napasnya, kemudian menghembuskannya perlahan.


"Chris, apa yang terjadi antara kamu dan Jean."


Wajah Christian tiba-tiba berubah saat Keyzia menyebut nama Jean.


"Chris, kamu udah janji untuk tidak marah dan akan mengatakannya dengan jujur padaku."


Christian beranjak dari duduknya dan berjalan mendekati jendela.


"Apa yang dia katakan padamu?"


"Dia mengatakan jika kamu menolak bekerja sama dengannya" ujar Keyzia.


"Itulah yang terjadi, tapi apa dia memberitahumu juga apa sebab aku membatalkan kerja sama?"


"Dia bilang padaku kalau, dia mencoba untuk merayumu."


"Itulah penyebabnya, kamu selalu membanggakan boss sekaligus sahabatmu itu. Jean orang baik, hebat, dan sangat pintar. Tapi apa kamu tau apa yang dia lakukan untuk mendapatkan semuanya?"


Jeyzia tertunduk


"Dia menggunakan segala cara, termasuk menyerahkan tubuhnya secara percuma, hanya untuk menang tender, atau kontrak kerja."


"Dari mana kamu tau semua itu?"


"Key, kamu tau siapa aku. Aku selalu mencari tahu setiap aku ingin bekerja sama, bahkan saat aku ikuy bersama Ivan dulu."


Keyzia kembali terdiam.


"Itulah sebabnya aku datang kesini malam itu dan langsung menyerangmu. Dia memberikan obat dalam minumanku. Jika aku tidak berhasil menghindarinya kemarin, mungkin saat ini aku tidak berani menunjukan wajahku dihadapanmu, dan aku akan memilih mengakhiri hidupku."


Keyzia berjalan mendekati Christian dan memeluknya dari belakang.


"Terima kasih untuk semua cintamu, aku mencintaimu Chris."


Christian memutar badannya dan mereka saling berhadapan.


"Aku juga." Christian mengecup kening Keyzia.


"Kita tidur?" ajak Keyzia.


"Kamu mau memancingku?"


"Memancing apa?"


"Kamu sudah berani mengajak ku tidur?"


"Chris... aku hanya ingin istirahat dan tidur dalam pelukanmu?"


"Benarkah?"


Keyzia menganggukan kepalanya.


"Baiklah... tapi jika aku lagi ingin, boleh ya?"


"Chris..."


"Iya baiklah... ayo tidur, aku akan memelukmu agar kamu mimpi indah."


Mereka pun kembali naik ke ranjang, untuk tidur siang.


.......


Ben baru saja kembali dari luar negeri, ia begitu terkejut saat mendengar cerita dari Jean, tentang pembatalan kerja sama.


"Bagaimam bisa Jean?"


"Aku mengira Christian bisa aku manfaatkan, dan dia tidak akan pernah bisa menolak pesonaku. Ternyata obat yang aku campur ke minumannya juga tidak terpengaruh padanya, dan dia berhasil lepas dari ku."


"Bagaimana keadaannya sekarang?"


"Dia baik-baik saja, malah tampak semakin mempesona, aku semakin tergila-gila padamya. Aku selalu membayangkan jika aku berada dibawahnya dan dia menindihku. Senjatanya yang besar dan panjang menerobos masuk ke inti ku. Aku yakin aku pasti akan menjerit dan merintih kenikmatan."


"Hentikan Jean... aku jadi butuh pelepasan sekarang." ucap Ben.


Jean mendekati Ben, dan meraba senjata Ben yang masih terbungkus celana telah tegak berdiri.


Dengan santai, Jean membuka ikat pinggang dan kancing celana Ben, menurunkan rertsleting celana, kemudian mengeluarkan senjata Ben yabg telah mengeras. Ben hanya diam membiarkan Jean melakukannya.


Jean turun dan berjongkok didepan Ben dan mulai mengarahkan senjata Ben kemulutnya.


Ben mengerang dengan permaian tangan dan mulut Jean, hingga akhirnya terdengar lenguhan panjang yang keluar dari mulut Ben. Ia telah mencapai puncaknya, dan cairan Ben memenuhi mulut Jean.


Ben mengambil tissu dan membersihkan mulut Jean, kemudian mengecupnya.


"Terima kasih sayang." ucap Ben dan keluar dari ruangan Jean.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2