Mengejar Cinta Sang Asisten

Mengejar Cinta Sang Asisten
38.


__ADS_3

Keyzia kembali bekerja di kantornya, ia kembali menemani Jean untuk bertemu klien. Kali ini ia pergi bertiga bersama Ben.


"Key, kamu urus semua keperluan kita selama disana, dan Ben kamu ikut aku ke ruanganku." ucap Jean.


Keyzia langsung keruangannya dan menyiapkan semua yang diminta oleh Jean.


Sedangkan Ben, mengikuti langkah Jean masuk ke ruangannya.


Ponsel Keyzia berdering, telpon dari Christian.


"Hai... suaminya orang, ada apa menelpon istrinya orang?" goda Keyzia.


"Suami orang sedang merindukan istrinya orang."


Mereka pun tertawa.


"Aku merindukan mu Key? kamu sedang apa?"


"Biasa... aku masih sibuk dikantor, dan sedang menyiapkan berkas untuk Jean dan Ben, besok mereka akan ke Inggris."


"Oh ya... apa kamu bisa libur?"


"Entahlah Chris.... selama mereka disana, aku yang menghendle semuanya disini."


"Aku merindukanmu dan anak-anak Key..."


"Aku tau, aku juga merindukanmu Chris."


"Baiklah, aku akan meeting nanti akan ku telpon lagi."


"Baiklah..."


"Aku mencintaimu."


"Aku juga." Keyzia menutup telponya dan segera membawa berkas persiapan yang dipinta Jean dna mengantarkan keruangannya.


Seperti biasa, Keyzia tidak perlu lagi mengetuk pintu. Ia pun langsung melenggang masuk, kemudian meletakan berkas dimeja Jean. Tapi tiba-tiba telinganya mendengar suara mendesah dari ruangan istirahat Jean.n


Keyzia yang penasaran, memberanikan diri melangkah mendekati ruangan. Pintu sedikit terbuka, Keyzia pun mengintip dibalik cela pintu.


Mata Keyzia membulat saat melihat pergulatan Jean dan Ben diatas ranjang. Keyzia menutup mulutnya, ia segera membawa berkas itu keluar dan pergi meninggalkan ruangannya.


Keyzia menghempaskan tubuhnya di kursinya, keringat sebesar jagung membasahi wajahnya.


Ia masih mengingat bagaimana permainan ranjang antara Jean dan Ben. Keyzia minum hingga air didalam gelas itu kosong.


"Jadi Jean dan Ben selama ini ada hubungan yang tidak biasa, tapi mengapa mereka menutupinya. Bukankah mereka sama-sama lanjang, tidak ada masalah jika mereka bersama."


Keyzia terus saja mengingat kejadian diruangan Jean.


"Kau harus pulang... aku ingin menyegarkan kepalaku, menghilangkan bayang-bayang ini."


Keyzia pun meninggalkan kantor dan bergegas pulang.


Marina datang menemui Christian diruang kerjanya.


"Chris... aku ingin bicara."


"Siapa yang mengijinkanmu masuk?"


"Chris... aku istri kamu, apa salahnya aku menemui kamu."


"Istri? aku sama sekali tidak pernah menganggapmu istriku. Kau... tidak pernah ada di mataku."


"Chris.... aku tau kau sudah menemukan Keyzia. Aku juga tau kalian telah kembali bersama, tapi aku mohon Chris. Jangan tinggalkan aku."


"Maksudmu aku tetap bersama mu, tapi menduakan Keyzia begitu? Mimi..."


"Apa salahnya jika kau memiliki dua istri?"


"Aku tidak akan menduakan Keyzia, bagi ku istriku hanya Keyzia dan aku tidak akan menomor duakannya." Chriatian pun berlalu meninggalkan Marina di ruang kerja.


"Aku akan pastikan kalian tidak akan bahagia Chris, aku akan gunakan segala cara untuk memisahkan kalian. " gumam Marina menahan kesalnya.


..


Christian pergi dengan menahan kesalnya dan melewati Ayahnya yang sedang dilayani oleh Gustav.


"Ada apa lagi ini Gustav, sepertinya Tuan muda itu marah."


"Mungkin ada yang membuatnya kesal Tuan." Gustav melirik Marina yang baru saja duduk untuk sarapan.


Tuan Manuella tersenyum mendengar penuturan Gustav.


...


Dikantor, Christia melepas jasnya dan melemparnya di sofa, ia pun menghempaskan dirinya disana. Ia melonggarkan dasi dan membuka satu kancing kemejanya. Ia benar-benar kesal dengan Marina, wanita itu telah membuat mood Christian menjadi buruk.


"Rey... siapkan pesawat, aku akan ke Belanda menjemput keluarga ku." ucap Christian pada Reymond.

__ADS_1


"Tapi Tuan, ada ad meeting siang ini."


"Wakilkan aku..."


Reymond menghela napas dan segera keluar dari ruangan boss nya.


"Ada apa sayang?" tanya Sissy pada suaminya Reymond.


"Tuan muda ingin ke Belanda lagi."


"Besokkan dia ada meeting penting."


"Aku diminta mewakilkannya."


"Sabar ya sayang, biarkan saja Tuan muda pergi. Mungkin dengan bertamu Nyonya bisa sedikit meredam sifat amarah Tuan."


"Kamu benar sayang... ya sudah, aku akan menyiapkan pesawat untuk nya." Reymond memberikan kecupan di pipi istrinya.


.....


Keyzia bangun pagi, ia masih malas-malasan di kasurnya. Sebenarnya ia enggan ke kantor hari ini. Sejak kejadian semalam, ia malu untuk bertemu boss dan sahabatnya itu.


Hingga sebuah pesan, mengharuskannya beranjak dari tahtanya. Dengan malas ia pun bergerak ke kamar mandi.


Laura telah datang dan menyiapkan sarapan untuk sikembar dan dirinya.


Selamat pagi."


"Selamat pagi Nyonya." jawab Laura.


"Dimana si kembar?"


"Didepan sedang bersama Demian dan Max."


"Mereka sudah sarapan?"


"Sudah Nyonya, dan mereka membawakan untuk Demian dan Max."


Keyzia mengangukan kepalanya. "Aku berangkat dulu Laura, jaga anak-anak dengan baik."


"Baik Nyonya." jawab Laura yang ikut mengantar Keyzia kedepan.


"Jessi, J... Mommy pergi dulu, ingat jangan nakal."


"Oke Mom.." jawab sikembar bersamaan.


"Baik Nyonya." jawab Demian yang memberi kode pada Max.


Max pun segera menelpon seseorang.


.......


Christian tiba di rumah Keyzia, setelah menyapa Demian dan Max, ia pun masuk kedalam.


Jessi menyambut Christian dan langsung berlari kedalam gendongannya. Ia tampak begitu menyayangi Christian, tapi tidak dengan J. Anak itu masih dingn dan cuek pada Christian.


Meskipin Christian mencoba untuk terus mendekatinya.


"J... aku ada sesuatu untuk mu." ucap Christian memulai pembicaraan.


J tidak bergeming hanya menoleh sekilas.


"Aku dengar dari Mommy mu kamu sedang gemar bereksperimen."


J hanya diam.


"Aku akan menunjukannya padamu nanti setelah Mommy mu pulang."


Christian menatap sedih pada putranya yang tidak mau sama sekali ia dekati, padahal jauh dari lubuk hatinya yang paling dalam, ia teringin memeluk J. Tapi setiap ia dekati Ja selalu menjauh dan menghindar dari nya.


"Ingat Key, nanti malam aku akan menjemputmu makan malam dirumah ku. Kali ini jangan ajak sikembar." ucap Ben.


"Maaf Ben, jika si kembar tidak di bawa. Siapa yang akan menjaganya, Laura akan pulang saat aku kembali."


"Mereka sudah besar Key, apa yang kamu takutkan untuk meninggalkan mereka dirumah."


"Mereka anak-anak ku Ben, wajar kalau aku mengkhawatirkan mereka." sebenarnya itu hanya alasan Keyzia saja, ia sebenarnya ingin menjauhi Ben, sejak ia mendapati Ben dam Jean berhubungan badan. Ia pun mulai menjaga jarak, ia tidak mau jika hubungannya dengan Jean rusak.


Keyzia kembali kerumahnya dengan keadaan lelah, Christian telah melihat Keyzia pulang dan sedang menyapa Demian dan Max. Sebelumnya Christian telah meminta mereka untuk tidak memberitahu Keyzia tentang kedatangannya.


"Selamat sore Laura." sapa Keyzia dengan wajah lelah.


"Selamat sore Nyonya."


"Apa kau akan langsung pulang Laura?" tanya Keyzia.


"Ya.. Nyonya, Max ingin mengajak saya keluar malam ini." ucap Laura menunduk.


"Benarkah... ah, baiklah. Kau boleh pulang sekarang."

__ADS_1


"Terima kasih Nyonya."


Laura pun pamit, Keyzia membuka kamar anak-anaknya mendapati Jessi sedang bermain dengan mainannya.


"Jessy, dimana J?"


"Dikamarnya, dia melakukan eksperimen lagi."


"Baiklah... Mommy akan mandi dan berendam, jangan ada yang mengganggu. Mommy lelah sekali hari ini."


"Oke Mom." seru Jessy.


Keyzia pun masuk ke kamarnya, mulai menyalakan air hangat, menyalakan lilin aroma terapi. Keyzia melepas satu persatu pakaiannya, dan masuk kedalam bath up. Ia merendam diri dan memejamkan matanya.


Saat ia sedang menikmati suasana, ia merasakan pergerakan didalam bath up. Keyzia segera membuka matanya.


"Chris..." serunya..


"Suprise..." ujar Christian.


"Kapan kamu tiba?"


"Tadi pagi... sekitar pukul sembilan." jawab Christian mengecup keninh istrinya.


"Kenapa tidak memberitahu?"


"Suprise sayang.." Christian mencium bibir ranum Keyzia, dan Keyzia membalasnya. Mereka saling memainkan lidah dan bertukar saliva.


"Aku merindukan mu Key, merindukan setiap saat kita bersama. Aku merindukan semua yang ada pada dirimu." Christian kembali meraup bibir Keyzia, hingga wanita itu sulit bernapas. Christian memainkan lidahnya didalam mulut Keyzia. Keyzia mengisao dan menggigit lembut lidah Christian.


Mereka pun melanjutkan permainan lebih panas lagi untuk melepas rindu.


Pukul tujuh malam, Ben datang kerumah Keyzia untuk menjemputnya. Ia heran rumah Keyzia terlihat ramai.


"Selamat malam." ucap Ben.


"Uncle Ben." seru J dan berlari memeluknya.


"Hallo jagoan, apa kau merindukanku?"


J mengangguk.


"Ramai sekali, apa aku melewatkan pesta."


"Belum Uncle.... kami baru mulai makan malam."


"Duduklah Ben, dan bergabung bersama kami." ucap Keyzia.


"Kami?" Ben melihat satu persatu orang yang ada disana. Ada seorang yang biasa ia lihat berjaga di depan rumah Flora. Tapi ada satu orang yang berhasil menyita perhatian Ben.


"Tuan Christian Manuella, kenapa anda ada disini?" tanya Ben dengan nada tidak senang.


Christian berdiri dan berjalan menghampiri Keyzia.


"Apa aku salah jika aku datang dan menghabisakan waktu bersama anak dan istri ku?"


Mata Ben membulat ia terkejut mendengar penuturan Christian.


"Maksud anda, Keyzia adalah?"


"Ya... dia istriku, istriku yang hilang dan mereka adalah anak-anak ku."


"Key...bisa jelaskan ini?"


"Demian.... bisa bawa anak-anak bermain diluar sebentar?" pinta Keyzia.


"Baik Nyonya.... ayo kawan kita bermain dliuar." ajak Demian.


Keyzia pun menceritakan semuanya, Ben tampak tidam percaya dan tidak bisa menerimanya. Christian tampak tersenyum sinis.


"Aku tetap tidak percaya Key, aku yakin kalian hanya mengarang cerita untuk ku."


"Aku tidak mengarangnya Ben... itulah kenyataannya, Christian adalah suamiku, Daddy nya anak-anak."


"Aku tetap tidak percaya." Ben pun pergi meninggalkan rumah Keyzia dengan penuh amarah.


Christian mendekati istrinya dan memeluknya.


"Bawa anak-anak, hari telah larut. Sudah waktunya istirahat." bisik Christian.


Keyzia pun segera memanggil anak-anaknya, dan membawa mereka ke kaamarnya. Setelahnya barulah Keyzia masuk ke kamarnya.


"Kamu akan tidur dengan itu?" tunjuk Keyzia pada Christian yang sedang menggunakan underwarenya.


"Ya sayang... aku akan melanjutkan permainan kita tadi." jawab Christian sembari mengedipkan matanya genit.


Keyzia tersenyum dan menghampiri suaminya, mereka pun kembali melanjutkan permainan yang tertunda tadi siang.


bersambung.

__ADS_1


__ADS_2