Mengejar Cinta Sang Asisten

Mengejar Cinta Sang Asisten
21. jangan lupa boom like dan vote bintang rate yaa!!!


__ADS_3

Christian pergi menemui Tuan Manuela di kantornya, setelah mengikuti instruksi dari anak buahnya Christian pun diantar menemui bos mereka. Christian masuk kesebuah lift yang berjalan naik ke atas gedung .


Ting....


Pintu lift terbuka, Christian dan anak buah Tuan Manuela sampai di lantai paling atas gedung pencakar langit itu.


Christian di persilakan masuk ke ruangan Tuan Manuela, pria paruh baya itu ingin berbicara pada Christian secara pribadi.


"Masuklah Chris." perintah Tuan Manuela.


Christian berjalan perlahan dan mendekati sofa dimana Tuan Manuela duduk.


"Aku disini ingin mengajukan beberapa persyaratan padamu." ucap Christian langsung pada pokok persoalan.


"Tenanglah Chris, jangan terburu-buru. Masih banyak waktu yang akan kita habiskan bersama." Tuan Manuela menuangkan minuman kedalam gelas, ia pun beranjak untuk menghampiri Christian dan memberikan minumab itu pada Christian.


Christian mengambilnya dan kembali berdiri tegap.


Tuan Manuela meneguk minumannya hingga kandas, ia menyesapi rasa dari minuman yang baru saja ia teguk


"Baiklah, apa yang membawa mu datang ke kantorku? Apa kau akan berubah pikiran?"


"Aku akan ikut dengan mu, tapi ada beberpa syarat yang harus kau penuhi." ucap Christian.


Tuan Manuela tersenyum.


"Apa yang kau inginkan?"


"Aku mau kau tidak mengganggu Ibuku dan keluarga Orlando serta bisnisnya. Aku mau kau menjamin keamanan untuk mereka, terutama Keyzia. Jika sampai aku melihat salah satu dari anak buahmu menakutinya maka aku akan membalik semua keadaan." ancam Christian.


Tuan Manuela terkekeh. "Sebegitu sayangnya kau pada gadis itu Chris, dan sebegitu pedulinya kau pada keluarga Orlando hingga bisnisnya pun kau tidak mau sampai aku mengganggunya. Tapi baiklah, aku akan penuhi syarat dari mu. Tapi aku juga mau kamu juga mengikuti syarat dariku."


Tuan Manuela memerintahkan tangan kanannya mengambil surat perjanjian untuk mereka tanda tangani.


Setelah mereka menandatangani surat perjanjian, Tuan Manuela tersenyum senang.


"Segera kemasi barang-barang mu dan pindah ke kastil ku, aku sudah menyiapkan sebuah kamar mewah untuk mu." ucap Tuan Manuela senang.


"Sebelumnya aku ingin meminta ijin padamu, sebelum aku pindah dan menetap di rumah mu. Aku ingin meminta tiga hari untuk aku habiskan bersama Keyzia, untuk memberikan penjelasan padanya."


"Baiklah, tidak masalah hanya tiga hari. Tidak masalah, pergilah. Kau ingin kemana, aku akan memberikanmu menggunakan jet pribadi milik ku. Kau bisa menghabiskan waktu di pulau pribadi milik ku, pilihlah yang mana yang kau inginkan."


"Tidak... Terimakasih, kalau tidak ada lagi aku permisi." Christian pun keluar dan meninggalkan kantor Tuan Manuela.


"Apa ini tidak akan terjadi masalah Tuan?" tanya sang asisten.


"Tidak akan ada yang terjadi, kau bisa percayakan padaku." jawab Tuan Manuela santai.


****


"Lu gak pulang Key?" tanya Monica.


Keyzia menggeleng malas. "Gue masih dihukum Kak Ivan, gara-gara kemaren."

__ADS_1


"Jadi lu bakalan ngabisin waktu lu seminggu disini?" tanya Monica kaget.


Keyzia mengangguk. "Mau bagaimana lagi."


"Gue turut prihatin, yang sabar ya."


"Apaan sih lu, biasa aja. Lu kira disini gue sendirian, gue bisa ijin keluar jalan-jalan. Atau mentok gue bakalan ajak pak satpam jalan-jalan nemanin gue." celetuk Keyzia.


"Gila lu, kira-kira masa satpam lu embat juga. Harga diri dong, maenan ama satpam."


"Kalau gue gak temennya lumayan, pak satpam kita juga gak kalah tampan kok. Kayak artis Thailand." ucap Keyzia


Monica melempar bantal ke arah Keyzia, dan tepat mengenai wajahnya.


"Aduuuh...." teriak Keyzia. Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu kamar mereka.


Tok.. Tok... Tok....


"Buka Mon." ucap Keyzia. Monica pun bergerak membuka pintu.


Ceklek...


"Mau apa lu?" tanya Monica jutek.


"Gue kesini bukan nyariin lu." jawab temannya.


"Terus ngapain lu kesini?"


"Tuh, gue ada perlu ama temen lu." menunjuk Keyzia.


"Lu berdua ya, pantesan jomblo galak banget."


"Lu jangan sembarangan ny, gini-gini gue udah punya pacar. Tuh si Monica yang masih jomblo, betah banget lagi." Keyzia meledek Monica.


Keyzia dan anak itu pun tertawa, wajah Monica manyun setelah ditertawakan.


"Udah ah, kan gue jadi lupa urusan gue kesini."


"Iya ngapain lu kesini?" tanya Keyzia.


"Ada yang nyariin tuh." tunjuk anak itu.


"Siapa ya? apa Kakak gue?" tebak Keyzia.


"Bukan, kayaknya sih asisten nya yang tampan itu." lanjut anak itu.


Mata Keyzia melotot nenatap anak itu. "Lu serius dia yang datang?" tanya Keyzia lagi.


"Serius gue, masa gue bohong." anak itu pun meninggalkan Keyzia di kamarnya bersama Monica.


"Ikut gue Mon." Keyzia menarik tangan Monica.


Mereka pun keluar dari kamar dan berjalan menuju ruang pertemuan.

__ADS_1


Senyum terbit di bibir dan wajah Keyzia saat melihat Christian sedang duduk menunggunya.


Keyzia pun segera menghampiri dan menyapanya.


"Chris." sapa Keyzia.


Membuat si empunya nama segera menoleh ke arah sumber suara.


Christian tersenyum dan berdiri.


"Kamu kok ada disini?" tanya Keyzia.


"Aku mau jemput kamu." Christian mengelus kepala Keyzia.


"Tapi aku kan lagi..."


"Susssst, aku udah bilang sama Ivan bahwa aku akan mengajak mu liburan selama tiga hari. Kamu mau?"


Keyzia tersenyum. "Aku mau, sebentar ya aku siapin tas." Keyzia berlari, tapi langkahnya terhenti saat Christian menahan lengannya.


"Jangan bawa apapun, itu semua bisa kita beli nanti di perjalanan. Sekarang persiapkan diri kamu, dan kita langsung berangkat."


Keyzia berlari ke arah Monica. " Mon ly temani Christian sebentar ya, aku mau ambil tas pinggang ku." Keyzia pun meninggalkan Monica dan Christian.


Tidak berapa lamaa, Keyzia telah kembali dan siap untuk pergi.


"Gue pergi dulu ya Mon, ingat nanti kita telponan ya!"


"Iya, lu hati-hati ya."


Christian dan Keyzia pun meninggalkan asrama sekolah dan menuju bandara.


"Kita mau kemana Chris?" tanya Keyzia saat di bandara.


"Hawaii." jawab Christian singkat dan tersenyum.


.....


Ivan menerima laporan bahwa Keyzia dan Christian telah terbang menuju Hawaii. Ivan saat ini bersama istrinya sedang berada di rumah Christian, menemui Ibunya.


"Jadi Chris saat ini sedang menuju ke Hawaii bersama Keyzia." tanya Ibunya.


"Iya Tante, tapi Tante jangan khawatir saya tau Christian pasti bisa melindungi dan menjaga Keyzia." jawab Ivan.


"Tapi bagaimana sampai pria itu menemukan Christian?" tanya Ibunya lagi.


"Kami menjalin kerja sama Tante, dan Tuan Manuela langsung tertarik pada sosok Christian. Mungkin sebelumnya Tuan Manuela sudah menyelidiki siapa Christian."


"Aku hanya tidak ingin sesuatu menimpa putraku, cukup aku yang merasakan kekejaman keluarga Manuela." ucap Ibu Christian lirih.


Ivan berjalan mendekat dan duduk disampingnya.


"Tante, maukah Tante bercerita tentang masa lalu kalian?" tanya Ivan.

__ADS_1


Ibu Christian menoleh ke arah Ivan, kemudian kembali menatap kedepan, dan mulai bercerita.


Bersambung


__ADS_2