Mengejar Cinta Sang Asisten

Mengejar Cinta Sang Asisten
37.


__ADS_3

"Kamu yakin tidak ingin ikut bersama ku?" tanya Christian pada Keyzia.


"Aku yakin, aku akan nerada disini dulu."


Christian berjalan mendekati Keyzia yang sedang membantunya mengemasi barang bawaannya. Christian memeluknya dari belakang dan mencium pipinya.


"Tapi aku menginginkan agar kau dan anak-anak bisa ikut." bisik Christian.


"Aku masih punya tanggung jawab pekerjaan disini." Keyzia membalik badannya, hingga mereka berhadapan dengan jarak yang benar-benar dekat.


"Berhentilah bekerja, dan ikut kembali bersama ku."


"Banyak hal yang harus aku urus disini, termasuk visa dan paspor anak-anak."


"Aku akan membantumu mengurusnya, aku akan mengutus salah satu orangku untuk menguruanya." ucap Christian mengecup bibir Keyzia.


Keyzia membalas ciuman Christian dan memperdalam ciumannya.


"Aku menginginkannya." bisik Christian ditelinga Keyzia sensual, Keyzia tersenyum.


"Aku lagi periode..." balas Keyzia berbisik ditelinga Christian dan meniupnya.


"Sayang... kamu menggoda ku?" Christian menarik Keyzia dan mendorongnya ke atas ranjang, kemudian menindihnya.


Keyzia tertawa, Christian kembali menyerang bibir Keyzia. Mengisap dan menggigitnya, lidah Christian juga menerobos masuk ke dalam mulut Keyzia.


Keyzia memutar tubuhnya menjadi ke atas, dan mulai memegang kendali. Ia menyerang Christian dengan liar, memberi ciuman panas pada Christian disetiap jengkal tubuh Christian. Tangan mungil Keyzia mulai menyelinap masuk kedalam celana panjang Christian, dan mengelus benda yang masih terbungkus celana yang mulai tegak berdiri.


Keyzia melepas ikat pinggang dan kancing celana milik Christian, kamudian menarik retsletinhnya.


Perlahan Keyzia mengeluarkan senjata pusaka Christian yang telah berdiri tegang. Keyzia menatap Christian tersenyum saat melihat ekspresinya.


Keyzia memasukan senjata Christian kedalam mulutnya dan mulai memainkannya.


Setengah jam kemudian terdengar lenguhan panjang dari mulut Christian, ia mencapai puncaknya dan memuntahkan cairannya ke dalam mulut Keyzia.


Keyzia menjilatinya, melahap dan membersihkan yang tersisa disana.


Christian tersenyum dan mengecup kening Keyzia.


"Kamu semakin hebat sayang." puji Christian.


Keyzia segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan mulutnya.


Tidak lama kemudian Keyzia keluar dan melihat Christian telah rapi kembali.


"Kamu sudah siap?" tanya Keyzia.


"Ya... " Christian merentangkan tangannya untuk memeluk istrinya.


Keyzia mendekat dan masuk kedalam pelukan Christian, mereka berpelukan dengan erat.


"Ikutlah bersama ku Key." pujuk Christian.


"Nanti... setelah aku menyelesaikan semuanya, aku akan menyusulmu."


"Tapi, aku takut Key. Aku takut, hal yang sama terulang."


"Maksudmu?" Keyzia mengendurkan pelukannya.


"Aku takut, jika setelah ini kita tidak bisa bertemu. Sama saat kamu pergi meninggalkan aku."


"Aku janji, jika semuanya selesai. Aku akan menyusulmu kesana, dan aku akan membawa kedua anak kita untuk tinggal bersama, dan kita akan selalu bersama." Keyzia menangkup wajah Christian dan mengecup bibirnya.


Christian membalas ciuman Keyzia, dan memainkan lidahnya. Perlahan Christian meremas dada Keyzia lembut.


Keyzia melepas lumatannya, dengan napas tersengal Keyzia perlahan mendorong Christian.


"Cukup, aku akan mengantarmu ke bandara."


"Baiklah."


Mereka pun keluar dari kamar, dan menemui Jessi dan J.


Jessi menatap sedih pada Christian. Christian mendekati putrinya, dan berjongkok.


"Ada apa Jessi?"


"Uncle akan pulang?" tanya Jessi.


"Ya..."


"Kenapa harus pulang? Apa kau tidak sayang padaku dan Mommy?"


Christian memeluk Jessi, dan tangis Jessi pun pecah. Jessi meraung dalam pelukan Christian, ikatan antara Ayah dan anak memang tidak bisa ditutupi. Jessi memang terlihat dekat dengan Chriatian, dan ia juga mulai menerima kehadiran Christian di tengah mereka.


Sebaliknya J sendiri belum bisa dekat dengan Christian, dan J juga belum bisa menerima kehadirran Christian. Bahkan J selalu menghindar setiap Christian datang dan mencoba mendekatinya.


Melihat Jessi menangis, J mendekatinya dan mencoba menghiburnya. Tapi Jessi enggan melepaskan pelukan Christian, ia semakin menangis saat J mencoba membawanya menjauh dari Christian. Christian menatap J, agar J membiarkan Jessi tetap bersamanya. J pun kembali mundur dan mendekati Mommy nya.


"Jessi... kau mau ikut aku mengantarkan ku ke bandara dan melihat pesawat." tanya Christian.


Jessi mengangguk.


"Baiklah... hapus air matamu, dan berdandanlah yang cantik."


"Baiklah." Jessi pun beranjak dari pelukan Christian.


"Laura, bantu Jessi." pinta Christian.


"Baik Tuan." Laura pun membawa Jessi ke kamarnya.


"Kau mau bergabung bersama kami J?" tanya Christian.

__ADS_1


J hanya diam, dan berjalan masuk ke kamarnya.


Christian menatapa Keyzia, wanita itu hanya tersenyum dan berjalan mendekati suaminya.


"Semuanya butuh proses Chris, aku harap kamu bisa sabar dalam menghadapi J."


"Aku tau sayang." Christian memeluk istrinya dan mengecup pipi dan kening istrinya.


"Aku sudah siap." ucap Jessi yang keluar dari kamarnya.


Christian dan Keyzia menoleh ke arahnya Jessi.


"Waah... kamu cantik sekali sayang, iya kan sayang?" puji Chris pada Jessi.


"Tentu Jessi kan Tuan putri, jadi tuan putri harus cantik."


Jessi berlari memeluk Christian, dan Christian mengangkat dan menggendongnya.


"Aku sudah Mom." seru J pelan.


"J, juga tidak kalah tampan sayang." puji Christian lagi.


"Dia kan pangeran Chris." sambung Keyzia.


"Semuanya sudah siap?" tanya Christian.


Jessi dan J menganggukan kepalanya.


"Ayo kita berangkat." ajak Christian.


"Laura jaga rumah selama kami pergi oke?"


"Baik Nyonya." jawab Laura.


"Sampai jumpa lagi Laura."


"Hati-hati Tuan."


"Terima kasih... tolong jaga anak-anak dan istri ku."


Laura mengangguk dan tersenyum.


Mereka pun meninggalkan kediaman Keyzia dan menuju bandara. Christian menggunakan jet pribadinya, ia juga mengajak Jessi dan Jasuk kedalam. Keyzia selalu duduk didekatnya, Chritian tidak mau jauh dari istrinya.


Setelah merasa cukup, Christian pun pamit pada Keyzia.


Ia memeluk erat Keyzia, mencium kening dan kedua pipinya.


"Aku akan kembali untuk menjemputmu." bisik Christian kemudian mengecup bibir Keyzia.


Keyzia hanya tersenyum.


"Jessi... uncle pulang dulu ya." ucap Christian sembari mendekati Jessi.


"Baiklah... uncle janji, kita akan mengelilingi dunia bersama."


"Kau mau ikut kan J?" tanya Jessi.


"Hemm." jawab J singkat.


"Baiklah sayang, sekarang kita turun dan biarkan Uncle Chris berangkat." seru Keyzia.


Mereka pun turun dari pesawat, Jessi dalam gendongan Christian.


Setelah memeluk Jessi, Christian juga mengulurkan tangannya pada J. Anak itu hanya menjabat tangan Christian. Christian tersenyum, setidaknya J sudah mau menjabat tangannya.


"Aku pulang dulu, aku akan janji aku akan datang lagi dan menjemputmu serta mereka." bisik Christian sembari memeluk erat Keyzia.


"Baiklah, aku akan menunggumu."


"Aku mencintaimu."


"Aku juga."


Christian mencium bibir Keyzia, kemudian kembali memeluknya.


"Aku akan merindukanmu." ucap Christian lagi.


"Aku juga."


Akhirnya pesat Chriatian pun lepas landar, Keyzia membawa pulanv buah hatinya kembali kerumah.


Disebuah ruangan terdengar suara desahan yang menggema diseluruh ruangan. Sepasang anak manusia sedang berpacu menuju puncak kenikamatan, setelah melewati berbagai macam gaya bercinta.


"Ben.. aku akan..oouuhhhhh...."


"Bersama Jean... ooouuuuhhh..." Ben segera menarik miliknya dar milik Jean dan mengarahkannya di mulut Jean, kemudian menumpahkan semua cairannya kedalam muluy Jean. Jean menelan dan menjilati sisa yang masih menempel dimulutnya dan di milik Ben.


"Kau memang hebat Ben, aku suka cara permaianmu yang liar, dan aku sangat suka saat kau memuntahkan cairan mu Ben.... dan aku menyukainha, aku menginginkannya lagi sebenarnya, tapi kau harus menghadiri rapat sore ini. Kalau tidak kau harus memuaskan aku."


"Baiklah... aku juga menyukai permaianmu, nanti aku akan memainkannya lagi dengan lebih liar." Ben kembali mengecup bibir Jean.


Ben masuk ke kamar mandi, sedangkan Jean berjalan keluar kamar hotel dan segera menemui kliennya.


Dikamar hotel, Ben keluar dari kamar mandi. Setelah selesai berpakaian, ia pun mengecek ponselnya, sebab saat ia dikamar mandi dia sempat mendengar pesan masuk.


Pesan dari Keyzia, Ben tersenyum senang.


Ia segera menelpon Keyzia.


"Hallo Key, apa kau merindukan aku?" tanya Ben.


"Ya... aku merindukanmu, rindu kamu traktir aku." gelak Keyzia.

__ADS_1


Ben pun tertawa mendengar ucapan Keyzia.


"Ben, kamu pergi tidak memberitahu aku, dan pulang pun kamu tidak memberitahu aku."


"Maafkan aku Key, saat pergi aku terburu-buru. Saat pulang pun aku sibuk, jadi maaf ya. Tapi jangan khawatir, ada oleh-oleh untukmu dan kedua anakmu."


"Oh ya? terima kasih Ben."


"Tidak perlu ucapkan terima kasih, kamu cukup..."


Keyzia segera memotong ucapan Ben, ia tahu kemana arah pembicaraan Ben.


"Ben... kemarin Ibu mu menelponku."


"Oh ya? kenapa lagi, apa ada lagi gadis yang akan dia jodohkan padaku?"


"Kamu benar, dan kali ini kamu tidak boleh menolak."


"Hemm.... aku tidak mau Key, aku hanya mau kamu."


"Ben... aku sudah pernah bilang padamu, aku masih mencintaimu suamiku."


"Baiklah... aku tutup telponnya, aku akan menyetir."


"Baiklah."


Ben pun menutup telponnya, ia mengepalkan tangannya.


"Brengsek... aku menunggumu bertahun-tahun, menjagamu, dan menyayangi kedua anakmu yang manja dan menyebalkan itu. Saat aku menyatakan aku menyukaimu, kamu bilang masih mencintai suamimu?"


Ben membanting meja dan kursi didalam kamar hotel.


Setelah menempuh perjalanan panjang selama kurang lebih 15 jam, Christian pun tiba di kediamannya.


Tuan Manuella dan Gustav menyambutnya.


"Selamat datang Tuan Muda." sap Gustav.


"Terima kasih Gustav."


"Bagaimana perjalanan anda, apa menemukan sesuatu?"


"Ya Gustav, aku menemukannya. Tapi, sebelumnya seseorang telah menemukannya lebih dahulu dari ku." Christian melirik ke arah Papa nya.


Tuan Manuella hanya berpura-pura tidak mendengarnya.


"Daddy.." sapa Simon.


Christian hanya menoleh sekilas, kemudian melanjutkan langkah menuju kamarnya.


Tiba dikamarnya, ia meletakan semua barang-barangny, dan kemudian mandi untuk membersihkan diri.


Selesai mandi ia berjalan menuju lemari, memakai kaos dan underware boxernya, kemudian membuka laptopnya. Ia akan menelpon istri dan anaknya, memberitahu mereka bahwa dia sudah tiba dengan selamat.


Masih terdengar nada tunggu, tidak lama kemudian telihatlah wajah Jessi dan Keyzia dihadapannya.


"Uncle... kau sudah sampai rumah?" tanya Jessi.


"Ya sayang, aku sudah sampai."


"Uncle, apa perjalanannya melelahkan?"


"Ya begitulah, tapi saat melihatmu. Lelahku hilang, dan aku kembali bersemangat."


"Oh ya?"


"Chris, apa kamu lelah. Istirahatlah, besok aku akan menelponmu." ucap Keyzia


"Tidak sayang, aku tidak lelah. Aku sudah bilang, setelah melihat kalian lelah ku hilang." Christian terkekeh."Oh ya.. dimana J?'


"J sedang keluar bersama Max dan Demian."


"Kemana?"


"Max dan Demian, menemani J membeli sesuatu?"


"Oh ya, apa itu?"


"J sekarang sedang menggandrungi sain dan teknologi, jadi dia membeli barang-barang keperluannya."


"Oh ya... baiklah, bilang padanya aku akan membantunya untuk mengembangkan bakatnya."


"Iya, nanti aku sampaikan."


"Aku merindukan kalian." ucap Christian.


"Kami juga, baiklah sudah malam. Istirahatlah, aku juga akan menidurkan Jessi."


"Hemm.. aku juga mau ditidurin." goda Christian.


"Cepatlah kembali, nanti aku akan menidurimu." ucap Keyzia sembari mengedipkan mata.


"Sayang kamu menggodaku, aku jadi semakin merindukanmu."


"Baiklah, kita lanjut nanti Jessi sudah mengantuk."


"By... aku mencintaimu." seru Christian.


"Aku juga."


Chriatian menutup telponnya, ia tersenyum senang sebab sudah melihat wajah istri dan anaknya.


Tanpa Christian sadari seseorang menguping pembicaraannya.

__ADS_1


bersambung.


__ADS_2