Mengejar Cinta Sang Asisten

Mengejar Cinta Sang Asisten
33.


__ADS_3

"Mom.. hari ini ada pertemuan disekolah, Mommy harus hadir." seru J pada Keyzia.


"Mommy hari ini ada pertemuan sayang."


"Mom... sekali ini saja jangan diwakilkan oleh siapa pun." sambung Jessi.


"Bailah... Mommy akan coba minta ijin, tapi jika tidak dijinkan kalian harus mengerti oke?"


"Oke..." sahut Jessi dan J bersamaan.


"Sekarang Mommy ke kantor dulu, kalian sama aunty dulu ya."


Si kembar pun mengangguk. "Bye Mom..."


Keyzia pun segera berangkat ke kantor.


Tiba dikantor Keyzia disambut oleh Ben yang marah kepadanya.


"Ben... kau masih marah padaku?" tanya Keyzia menahan tawa.


"Kamu jahat Key, kenapa kamu dan si kembar tidak datang kemarin?"


"Maaf Ben, Jessi tidur lebih awal dari biasanya. Aku tidak mungkin meninggalkannya sendiri, pengasuhnya sudah pulang setelah aku tiba dirumah."


"Oh ya... perwakilan dari perusahaan Manuella Gruop sudah tiba, dan besok kita akan meeting bersama mereka." ucap Ben memberitahu.


Deg....


Jantung Keyzia berdebar saat mendengar nama Manuella.


"Key... kamu kenapa?"


"Tidak apa-apa, kamu akan menjemput mereka dan membawanya ke hotel."


"Baiklah... aku harap perwakilannya wanita cantik dan sexy."


"Maksudmu?"


"Kamu cari sendiri jawabannya." Keyzia berlalu meninggalkan Ben yang menatap punggung Keyzia dan menghilang masuk kedalam lift.


"Aku masih menunggu kamu membuka pintu hatimu untuk ku Key, dan aku akan merawat luka yang disebabkan oleh pria berengsek itu." Ben pun berjalan keluar gedung dan segera menjalankan tugasnya.


......


Christian kembali ke apartemenya dan berbaring ditempat tidurnya. Lima tahun sudah Keyzia meninggalkannya, meninggalkan berjuta cerita dan kenangan indah bersamanya ditempat ini. Setiap sudut ruangan Christian selalu melihat bayangan Keyzia yang selalu hadir menemaninya.


Hari ini bertepatan lima tahun pernikahannya dengan Keyzia, setiap tahun Christian selalu merayakannya sendiri disini. Setiap tahun Christian selalu menyiapkan hadiah untuk Keyzia, berharap suatu saat ia kembali dan Christian akan memberikannya saat itu.


Christian berjalan kedapur meletakan kue tart pesananny diatas meja, menyalakan lilin, menata meja dan meletakan photo Keyzia dihadapannya.


"Happy aniversary sayang, sampai saat ini aku masih sayang dan mencintai kamu." Christian menganggkat gelasnya dan meneguk habis whine ditangannya.


"Aku harap dimanapun kamu berada, kamu selalu bahagia meski tanpa aku."


Christian memejamkan matanya, tanpa ia sadari sebentuk cairan bening mengalir dipipinya. Christian pun tertidur, sambil memeluk baju dan photo istrinya.


.....


Ben menggantikan Keyzia untuk menemani boss nya bertemu perwakilan dari perusahaan Manuella.


Pertemuan berjalan dengan lancar dan menemui kesepakatan kerja sama. Satu minggu lagi mereka akan mengadakan pertemuan kembali dan menyusun trategi kerja.


Karena selesai lebih cepat dari dugaan, Reymond pun memutuskan untuk jalan-jalan dan mencari oleh-oleh untuk istri dan keluarganya. Reymond berjalan menelusuri pasar dan mengambil beberapa photo dirinya dan mengirkannya kepada istrinya.


Reymond pun pulang ke negaranya, dan langsung pulang ke rumahnya menemui istrinya.


"Sayang, aku ada sesuatu untuk mu." ucap Reymond pada istrinya.


Ia menunjukan sesuatu pada istrinya.


"Siapa wanita cantik ini sayang?" tanya istrinya.


"Itu Nona Keyzia, istrinya Tuan Muda Christian, boss kita."


"Maksud mu, kamu bertemu dengannya?"


"Aku tidak bertemu secara langsung, aku melihatnya sedang bermain ditaman kota dengan dua orang anak. Aku rasa mereka kembar tidak identik, sebab satu laki-laki dan satu perempuan."


"Jadi..."


"Aku yakin itu pasti anaknya Tuan, sebab mata yang mereka miliki sama seperti Tuan. Apa lagi anak laki-lakinya, wajahnya seperti Tuan Christian. Aku yakin saat Nona meninggalkan negara ini, ia sudah dalam keadaan hamil muda."


"Apa kamu akan memberitahu Tuan berita ini?"

__ADS_1


"Tentu saja, kamu lihatkan bagaimana tersiksanya Tuan selama kepergian Nona. Kali ini aku tidak akan mengambil keputusan yang salah. Aku akan mempertemukan mereka dan membiarkan mereka bersatu."


"Baiklah sayang, aku akan mendukung rencanamu."


"Terima kasih sayang."


Diluar kamar tanpa mereka sadari seseorang mendengar pembicaraan mereka. Orang itu segera pergi melapor pada Tuannya.


.....


Didalam sebuah ruangan terdengar keributan antara Tuan Manuella dan Marina menantunya.


"Dasar wanita tidak tau diri, sudah bersyukur aku menjodohkan putraku padamu. Tega sekali kau menipuku, aku terlalu baik padamu hingga kau mulai melupakan siapa dirimu."


"Apa yang harus aku lakukan, aku memang menikah dengan putramu, tapi kami sama sekali belum pernah melakukannya. Jangankan untuk mendekati, melihat ku saja putra mu tidak mau." seru Marina membela diri.


"Setidaknya kau bisa berusaha untuk merayunya, aku selalu memberimu kesempatan. Tapi selalu saja kau sia-siakan."


"Kesempatan yang mana? Setiap aku berusaha menjalankan rencana dari mu putra mu selalu mengetahuinya dna berusaha untuk menghindar. Kalau pun ia sudah termakan jebakanku, ia selalu bisa melepaskan diri. Aku wanita normal, aku juga punya kebutuhan. Jika suamiku tidak pernah menyentuhku jangan salahkan aku jiak aku mencari kepuasan diluara untuk menghilangkan dahaga ku."


Tuan Manuella tertegun mendengar penuturan Marina, ia telah salah menilai putranya selama ini. Ia mengira Christian telah lepas dari bayang-bayang Keyzia, ternyata hanya Keyzia yang ada dihati dan pikiran Christian. Lamunan Tuan Manuella buyar saat seseorang datang menemuinya.


"Maaf Tuan, ada yang ingin saya katakan." ucap Gustav.


Tuan Manuella mengangguk. "Keluarlah, nanti aku akan menyelesaikan masalah ini."


Marina keluar dari ruangan itu, tapi bukannya meninggalkan ruangan. Ia malah menguping pembicaraan Tuan Manuella dan asistennya.


"Ada apa Gustav?"


"Ada yang ingin saya sampaikan Tuan."


"Katakanlah.."


"Ini mengenai Nona Keyzia."


Tuan Manuella terkejut dan menatap wajah Gustav.


"Apa yang terjadi Gustav, apa dia kembali?"


"Bukan Tuan."


"Lantas?"


"Beberapa hari yang lalu Reymond mewakili Tuan muda ke Belanda. Saat semuanya sudah selesai, Reymond mengambil beberapa gambar dipusat kota."


"Raymond tidak sengaja menemukan ini Tuan." Gustav menunjukan photo yang terlebih dahulu ia copy dari ponsel milik Reymond saat ia berpura-pura meminjam untuk menelpon.


"Ini gadis iti dan?"


"Itu putranya Tuan, apa anda melihat sesuatu yang aneh disana?"


"Maksud mu?"


"Coba anda perhatikan baik-baik, apakah anda ingat wajah anak kecil disamping Nona Keyzia. Bukankah sangat mirip dengan Tuan muda saat masih kecil?"


Tuan Manuella menatap lekat wajah anak laki-laki yang berumur sekitar empat tahunan.


"Kau benar Gustav. Gustav jangan-jangan ini.."


"Itu bisa jadi anak Tuan muda Tuan, mungkin saat Nona Keyzia meninggalkan negara ini dia sedang mengandung."


"Kamu benar Gustav, sekarang ada dimana mereka?"


"Mereka ada dibelanda saat ini, dan satu lagi kejutannya Tuan."


"Apa itu Gustav?"


"Tuan tidak hanya memiliki satu cucu laki-laki Tuan."


"Maksudmu?"


"Ada anak perempuan juga."


"Artinya Keyzia melahirkan bayi kembar?"


"Iya Tuan."


"Gustav, aku senang sekali. Perintahkan orang-orang kita untuk mencari keberadaan Keyzia dan cucu-cucuku. Suruh mereka menjaga dan mengawalnya, tapi cukup dari jarak aman saja. Aku tidak mau Keyzia sampai curiga dan membawa pergi cucu-cucuku."


"Baik Tuan."


Tanpa mereka sadari Marina telah mendengar semua pembicaraan mereka.

__ADS_1


"Kau tidak akan pernah bertemu cucu mu pak tua, aku akan membuat semua rencanamu berantakan. Tidak boleh ada cucu lain, selain putra ku."


Marina berjalan menjauhi ruangan itu dan masuk kedalam kamarnya.


......


"Hai..." sapa Ben.


"Hai Ben..."


"Apa aku menganggu?"


"Tidak, ayo masuk!"


Ben lun masuk kedalam dan memperhatikan seisi ruangan, seperti mencari sesuatu.


"Dimana sikembar?"


"Mereka sedang bermain dikamarnya, aku membelikan Jessi dan J anak anjing."


"Oh ya... mereka pasti senang."


"Tentu saja, terutama Jessi. Ia sangat menyayangi Jacko."


"Mereka sudah memberinya nama?"


"Ya... saat tiba Jessi sudah memikirkan namanya."


"Aku akan ke kamar anak-anak."


"Baiklah... aku akan membuatkan teh untukmu."


Ben berjalan menuju kamar si kembar, sedangjan Keyzia berjalan menuju dapur dan membuatkan mereka teh dan membawa beberapa cemilan untuk mereka.


.....


Di kantor, semua orang sibuk mencari Christian yang sedari kemari tidak terlihat datang ke kantor. Hingga Reymond tiba di kantor, saat Reymond tahu Christian menghilang. Ia segera meraih kunci mobilnya dan melajukan kendaraannya menuju apartemen Christian.


Benar dugaan Reymond, mobip Christian terparkir di halaman apartemen. Setelah berbincang sesaat kepada security dan meminta ijin untuk naik ke atas, sebab apartemen Christian bukan hunian seperti biasa yang secara bebas orang bisa keluar masuk kapan saja. Akhirnya security mengijinkan Reymond naik lantai atas tempat tinggal Christian.


Reymond mengetuk pintu beberapa kali, tapi tidak terdengar jawaban dari dalam.


"Tuan... ini aku Rey, aku pulang membawa berita bahagia untuk mu. Tentang Noan Keyzia."


Tidak lama kemudian terdengar suara pintu terbuka, Reymond pun segera menerobos masuk kedalam.


Ruangan itu tampak masih bersih, semua tertata dengan baik. Disetiap dinding kamar terpampang photo Keyzia dengan berbagai ukuran, gaya dan ekspresi.


"Katankan, berita apa yang kau bawa tentang istriku Rey."


"Ini Tuan." Reymond memberikan ponselnya.


"Kenapa dengan ponselmu?"


"Buka saja Tuan."


Mata Christian membulat saat Reymond membuka galeri di ponselnya.


"Dari mana kamu mendapatkan ini Rey?"


Reymond pun menceritakan semua kejadiannya, sedetil-detilnya.


"Dimana dia sekarang Rey?" nada sendu penuh kebahgaian terdengar dari bibir Christian.


"Mereka ada di Belanda."


"Tapi siapa anak laki-laki yang bersamanya Rey?"


"Tuan... itu putra dan putrimu."


"Apa?" ucap Christian terkejut.


"Ya Tuan... aku telah menghitung jarak waktu dan umur anak itu. Saat aku mengantar Nona Keyzia berganti pesawat, saat itu Nona sedang mengandung Tuan."


Senyum terbentuk di wajah Christian.


"Pesankan aku tiket kesana Rey, aku sudah tidak sabar bertemu dengan istri dan anak-anakku."


"Jangan sekarang Tuan, saat ini diperusahaan sedang ada masalah. Anda harus menyelesaikan masalah dikantor, setelah itu baru anda boleh pergi."


"Tapi aku sangat merindukan istriku Rey."


"Aku tau Tuan, tapi ada baiknya kita selesaikan masalah dikantor dulu."

__ADS_1


"Baiklah..."


bersambung...


__ADS_2