
"Kenapa didepan ramai sekali?" gumam Christian.
"Apa saya boleh turun untuk mencaritahu Tuan?" tanya sang sopir.
"Tidak usah, ikuti saja arahan polisi didepan." titah Christian.
"Baik Tuan." sang sopir pun mengikuti intruksi dari polisi.
Christian menoleh ke arah ambulance, tampak tubuh seorang wanita digotong masuk ke dalam ambulance. Lama Christian menatapnya, entah mengapa hati Christian begitu terasa gelisah. Ia tidak tenang, ia memikirkan sosok yang dibawa ambulance tadi.
Christian tiba di hotel, untuk beristirahat sejenak untuk mandi dan melepas lelah. Setelah selesai mandi ia pun mulai kembali memeriksa laporan yang dikirimkan oleh anak buahnya.
Dari sekian banyak laporan yang ia terima, entah mengapa ia tertarik dengan berita kecelakaan tadi siang.
"Mengapa aku jadi fokus mengikuti berita kecelakaan ini ya?" gumam Christian heran dengan dirinya sendiri.
Ia pun beranjak untuk tidur dan memutuskan untuk melanjutkan pencarian Keyzia besok.
....
Ben, begitu khawatir dengan kondisi Keyzia saat ini. Ia juga takut dengan kemungkinan terburuk yang terjadi pada Keyzia.
"Jika kecelakaan itu sampai merenggut nyawa Keyzia, aku yakin Christian akan memburu aku hingga ke lubang semut sekalipun." gumam Ben dengan gelisah.
Ia juga memikirkan bagaimana nasib Jean saat ini, setelah tertangkap oleh Christian dan anak buahnya.
"Aku pastikan Jean tidak akan membuka mulutnya, dan bercerita. Lebih baik, aku memeriksa rumah sakit tentang pasien korban kecelakaan tadi siang." lanjut Ben yang kemudian keluar meninggalkan kediamannya.
....
"Katakan dimana Ben?" tanya Christian pada Jean.
"Aku tidak tau Chris, Ben keluar untuk membeli makanan." aku Jaen.
"Dimana dia biasa membeli makanan?" lanjut Christian.
"Di salah satu restoran siap saji tidak jauh dari tempat itu." jawab Jean.
"Lakukan pengintaian di restoran itu, tangkap Ben hidup-hidup." titah Christian pada anak buahnya.
"Aku pastikan jika sampai istriku tidak ditemukan, kau dan kekasih gelap mu itu akan menerima akibat dari perbuatan kalian." ancam Christian.
"Apa istimewahnya dia Chris, dia hanya wanita biasa. Mengapa kau begitu mencintainya?" tanya Jean.
"Di mataku dia istemewah, wanita sempurna yang tidak akan ada yang menandinginya. Aku sanggup menyerahkan seluruh dunia hanya untuk tetap bersamanya." jawab Christian bangga.
Jean terdiam saat mendengar jawaban Christian.
.....
Dirumah sakit, disebuah ruangan vip. Terbaring seorang pasien wanita yang dalam keadaan koma, sudah beberapa hari dari sejak insiden itu, Keyzia tidak sadarkan diri.
Sepasang suami istri tampak menungguinya, sebagai bentuk pertanggung jawaban.
"Bagaimana dokter, apa sudah ada kemajuan?" tanya sang suami.
"Belum Tuan, kami sudah berusaha segala cara yang terbaik, tapi responnya sangat lambat." jelas dokter.
"Kami akan pulang ke Swiss dokter, kami tidak mau meninggalkannya. Kami yakin saat ini keluarganya pasti sangat mengkhawatirkan keadaannya." sambung sang istri.
__ADS_1
"Tim kami akan berusaha keras lagi Nyonya." jawab dokter.
"Sayang, bagaimana kalau kita bawa saja dia bersama kita?" tanya sang istri.
"Apa itu bisa dokter?" tanya sang suami.
"Bisa saja, saya akan mengurus semuanya." tutup dokter yang kemudian kembali masuk keruangan dimana Keyzia dirawat.
Beberapa hari kemudian, pasangan suami istri itu membawa Keyzia ke negaranya, selama disana pun Keyzia belum menunjukkan tanda-tanda akan sadar.
"Bagaimana ini Lucas, sampai saat ini mengapa wanita itu belum juga bangun." tanya Tatiana pada suaminya.
"Aku juga cemas sayang, aku yakin pasti keluarganya saat ini sedang cemas mencari keberadaannya." jawab Lucas.
"Apa kita pasang iklan saja ya?" usul Tatiana.
"Jangan ... aku takut ada orang jahat yang akan memanfaatkan keadaan ini." cegah Lucas.
"Jadi apa yang akan kita lakukan? Apa kita harus menunggunya hingga ia sadar?"
"Hanya itu jalan satu-satunya." jawab Lucas.
Tatiana menatap lirih pada Keyzia yang terbaring dengan alat yang terpasang diseluruh tubuhnya.
.....
Christian menatap lurus kedepan lewat jendela apartemennya, telah dua bulan lamanya Keyzia menghilang. Jejaknya pun seakan lenyap, seluruh tenaga telah Christian kerahkan, untuk mencari keberadaan istrinya. Namun hanya kekecewaan yangbia dapatkan, Christian pun enggan kembali kerumahnya. Sesuai janjinya pada J, ia akan pulang hanya jika ia pulang bersama Mommy nya.
"Kamu dimana Key, aku sangat merindukanmu. Terutama anak-anak, mereka selalu menanyakan dirimu setiap aku menelpon untuk menanyakan kabar mereka." gumam Chritian.
Ia kembali menyeruput coklat panasnya, dan kembali menatap lurus kedepan.
"Maaf Tuan," ucap salah satu anak huah Christian.
"Ada kabar dari rumah sakit tentang Nyoya."
"Kita kesana sekarang." seru Christian bergegas memakai jas nya dan meninggalkan apartemennya menuju rumah sakit.
...
Tiba dirumah sakit, Christian menemui dokter yang pernah merawat Keyzia.
Dokter itu membenarkan jika yang ia rawat kemarin adalah Keyzia, setelah Christian menunjukan photo Keyzia.
"Ya Tuan, ini pasien yang saya rawat beberapa bulan yang lalu." ujar dokter.
"Bagaimana kondisinya sekarang?" tanya Christian berbinar dengan harapan segera bertemu.
"Terakhir saat saya merawatnya, dia belum sadarkan diri. Cidera yang dialaminya benar-benar serius, ia mengalami benturun keras." jelas dokter.
"Siapa yang membawanya kesini?" lanjut Christian.
"Ambulance, dan sepasang suami istri." jawab dokter cepat.
"Dimana mereka sekarang?" tanya Christian lagi.
"Mereka telah membawanya ke Swiss, dan merawatnya disana." tutur dokter.
"Apa? Mereka membawanya ke Swiss?" tanya Christian terkejut.
__ADS_1
"Iya, Tuan. Pasangan suami istri itu tidak mau meninggalkannya seorang diri disini. Lagi pulan mereka mengatakan akan merawat istri anda hingga sembuh, sebagai tanggung jawab mereka."
"Apa kau tau dimana alamat mereka, atau nama keluarganya?" sambubg Christian.
"Alamatnya aku tidak tau Tuan, tapi nama keluarga mereka adalah Anderson." tutup dokter.
"Siapkan pesawat kita terbang ke Swiss sekarang juga.' titah Christian.
Asisstennya pun segera memerintahkan rekannya untuk menyiapkan jet pribadi, untuk Christian.
Christian merogoh saku nya dan mengambil ponselnya.
"Hallo, Gustav." sapa Christian.
"Ya Tuan Muda." jawab Gustav.
"Bilang pada Pak Tua itu aku akan ke Swiss. Menurut kabar terakhir Keyzia dibawa kesana, oleh pasangan suami istri." tutur Christian.
"Baik Tuan Muda." jawab Gustav.
"Beritahu juga pada si Kembar, aku akan pulang membawa Mommy nya." ucap Christian lirih.
"Baik Tuan muda, saya mengerti." jawab Gustav kemudian menutup teleponnya.
Christian membereskan pakaiannya, kemudian keluar dari apartemennya.
.....
Tit ...
Tit ...
Mata seorang suster terbelalak saat melihat tangan Keyzia bergerak.
"Dokter ... " panggilnya.
Dokter pun berlari menghampirinya.
"Ada apa?" tanya dokter.
"Pasien ... pasien itu bergerak." serunya gembira.
Mereka pun bergegas menuju ke ruangan dimana Keyzia dirawat.
Saat mereka tiba, Keyzia telah membuka matanya. Mereka pun segera melakukan pemeriksaan.
Keyzia menatap sekelilingnya, kepalanya masih terasa berat.
"Air ... " satu kata pertema berhasil keluar dari bibir Keyzia.
Dokter pun memerintahkan suster untuk memberinya air.
"Nona ... anda bisa mendengar saya, jangan banyaj bergerak. Jika andan mendengar, anda cukup menganggukan kepala.
Keyzia pun mulai menganggukan kepalanya, dokter pun mulai menanyakan siapa dirinya.
"Nona, siapa nama anda?" tanya dokter.
"Saya ... saya siapa, siapa saya?" tanya Keyzia bingung.
__ADS_1
Dokter dan suster saling berpandangan.
bersambung.