Mengejar Cinta Sang Asisten

Mengejar Cinta Sang Asisten
49


__ADS_3

Keyzia bangun dan langsung menuju kamar mandi.


Setelahnya, ia pun turun untuk membuat sarapan. Ia bergegas membangunkan Christian di kamarnya.


''Chris, bangun sudah pagi.'' ucap Keyzia lembut.


''Morning kiss.'' ucap Christian parau sembari menunjuk ke arah pipinya.


Keyzia tersenyum, kemudian berjalan mendekati Christian. Keyzia mengecup pipi Christian, dan memeluknya. Entah mengapa Keyzia merasa senang saat berada di dekat Christian.


''Aku mencintaimu.'' bisik Christian sembari mengecup puncak kepala Keyzia.


Keyzia tersenyum dan mengusap pundak Christian.


Christian pun beranjak dari tempat tidur dan masuk ke kamar, mandi.


Keyzia segera membereskan kamarnya. Saat ia akan memungut pakaian yang berseakan di lantai, tiba-tiba ia merasa pusing. Sekelibat bayangan terintas di ingatannya, disana ia melihat kalau ia pernah melihat situasi seperti ini.


Christian keluar dari kamar mandi dan segera menghampiri istrinya.


''Sayang ... kamu gak apa-apa?'' tanya Christian.


''Aku merasa pusing, tapi aku juga meihat ini sebelumnya.'' jawab Keyzia.


Christian membawa Keyzia duduk kembali ke ranjang.


''Kamu duduk dulu, aku akan ambilkan kamu air.'' tutur Christian yang bergerak meraih gelas di dekat nakas.


''Kamu minum dulu.'' ucap Christian.


Keyzia pun meminum air di dalam gelas hingga kandas.


''Kamu sudah tenang/'' tanya Christian.


Keyzia menganggukan kepala dan tersenyum.


Christian benapas lega, ia pun berdiri dan segera memakai pakaiannya. Keyzia berdiri untuk memasangkannya dasi, Christian tersenyum dan memeluk pinggang istrinya.


''Aku mencintaimu.' bisik Christian.


''Iya aku tau.'' jawab Keyzia tersenyum.


''Apa kau juga mencintaiku?'' tanya Christian lagi.


''Iya ... '' jawab Keyzia singkat.


''Iya apa?''


''Iya ... aku juga mencintaimu.'' jawab Keyzia.


''Aku mau kamu selalu berada di dekat ku.'' pinta Christian.


''Aku janji, tapi sebelumnya bantu aku mengingat semuanya.'' timpal Keyzia.


''Aku janji akan bantu kamu untuk mengingat senuanya.'' ucap Christian sembari mengecup kening Keyzia.


....


Ivan membawa anak dan istrinya mendatangi kediaman keluarga Manuella.


Tuan Manuella menyambut mereka dengan ramah. Tuan Manuella terkejut saat meliha siapa yang datang bersama mereka.


Itu adalah Mamanya Christian, yang juga ikut bersama Ivan dan keluarganya.


''Apa kabar tuan, senang bertemu anda kembali.'' sapa Ivan sopan.


''Aku baik, aku senang bisa bertemu kembali denganmu.'' jawab tuan Manuella.


''Ini keluarga ku.'' tunjuk Ivan.


Sandra pun menjabt tangan tuan Manuella, disusul o;eh putranya Devano, dan terakhir pada sosok waniya paruh baya yang rambutnya sudah hampir memuttih, namun masih tetlihat cantik.

__ADS_1


Dengan gugup tian Manualla menyapanya.


"Hai ... bagaimana kabarmu?" sapa tuan Manuella dengan suara bergertar.


"Aku baik, bahkan sangat baik." jawabnya.


Tuan Manuella tersenyum, kemudian mempersilahkan tamu nya untuk duduk. Mereka pun bercengkrama membahas macam-macam hal.


''Dimana Keyzia?'' tanya Mama Chrisian.


''Dia sedang keluar bersama Christian.'' jawab tuan Manuella.


tidak lama kemudian Keyzia dan Christian pun kembali, Christian tersenyum saat melihat Mama dan sahabatnya datang.


''Hallo Van, apa kabarmu?'' sapa Christian.


''Aku baik Chris, begitu juga keluargaku.'' jawab Ivan sembari menatap ke arah Keyzia yang masih terdiam kaena bingung.


Christian mendekati istrinya.


''Sayang ... perkenalkan ini kakak laki-laki mu, Ivan.'' ucap Christian.


Keyzia terdiam menatap Ivan dalam.


Ivan tersenyum dan mengulurkan tangannya.


Sandra pun ikut maju bersama Devano.


''Kau tidak ingat padaku Key? tanya Sandra.


Keyzia terdiam, ''Maaf.''


Sandra tersenyum, ''Tidak apa-apa, aku akan membanumu nanti.'' ujar Sandra.


Keyzia pun diperkenalkan pada Devano keponakannya dan terakhir Mama Christian.


Wanita itu tampak memeluk erat Keyzia dalam pelukannya, seperti diketahui sebelumnya, kalau Mama Chrisian dan Keyzia memang sanga dekat.


Keyzia tersenyum dan menundukan kepalanya.


....


Makan malam kali ini terasa berbeda bagi Keyzia, suasana rumah yang ramai serta hangatnya perhatian yang ia dapatkan. Tapi itu semua tidak berlangsung lama, saat seseorang hadir mempekeruh suasana.


''Waah ... sepertinya aku terlambat.'' ucapnya saat datang.


Semua terdiam dan menatapnya.


''Kalau kau datang hanya ingin membuat rusuh, lebih baik kau pergi dari sini.'' ucap Christian yang sudah berdiri.


''Ayolah Chris, aku hanya bercanda. Aku dengar Keyzia telah kembali makanya aku datang untuk melihatnya.'' elak Marina.


''Tidak ada yang mengharapkan kehadiranmu disini.'' lanjut Christian.


''Aku tau, tapi setidaknya aku adalah sebagian dari ingatan Keyzia.'' bisik Marina di telinga Christian sebelum ia pergi meninggalkan ruang makan.


Christian mengepalkan tangannya menahan kesalnya, tapi tiba-tiba sentuhan lembut menggenggam jemarinya. Christian menoleh, sebuah senyum hangat menghilangkan kekesalan di hatinya.


Marina masuk ke kamarnya dengan penuh amarah.


''Awas kamu Chris, aku akan membalas semua perbuatanmu padaku, aku akan membuat Keyzia membencimu. Hingga kau tidak punya kesempatan lagi untuk kembali padanya.'' gerutu Marina.


....


Pagi harinya, seperti biasa Keyzia selalu bangun pagi dan membantu pelayan menyiapkan sarapan. Marina melihat Keyzia di dapur, ia pun masuk ke dapur dan membuat ulah dengan mengerjai Keyzia.


''Sepertinya kita dapat pelayan baru dirumah ini.'' sindir Marina.


Para pelayan saling berpandangan satu sama lain, kemudian menatap Keyzia.


Keyzia tersenyum tanpa menggubris ucapan Marina. Ia masih asyik dengan kegiatannya membuat sarapan.

__ADS_1


''Aku akan membangunkan Christian, kalian lanjutkan ya.'' ucap Keyzia sembari berlalu meninggalkan Marina yang kesal.


Setelah selesai sarapan, Keyzia mengantarkan Christian ke mobil. Christian akan keluar kota hari ini, dan akan kembali pada malam hari. Sebenarnya ia ingin membawa Keyzia ikut serta, namun Keyzia menolak. Ia ingin menghabiskan waktu bersama keluarganya, dan mencari tahu tentang irinya dimasa lalu.


Keyzia juga ingin lebih dekat dengan Mama Christian. Ia merasa nyaman setiap wanita paruh baya itu memeluknya.


Melihat kedekatan keluarga yang sangat menyanyangi Keyzia, membuat Marina iri dan semakin membenci Keyzia.


....


''Maaf nyonya, tuan ingin berbicara pada anda.'' ucap Gustav pada Mama Christian.


Keyzia menatap wajah ayu wanita paruh baya itu dan tersenyum.


Mama Christian pun beranjak dari duduknya dan meninggalkan Keyzia di kamarnya.


Mama Christian mengikuti langkah Gustav, yang mengantarkannya ke ruang kerja majikannya.


''Silahkan nyonya.'' ucap Gustav membukakan pintu untuknya.


Mama Christian masuk, dan melihat tuan Manuella duduk di atas kursi rodanya.


Pria tua itu masih terlihat tampan dan gagah walau hampir semua rambutnya memutih.


''Bagaimana kabarmu Martha, lama sudah kita tiak bertemu secara langsung seperti ini.'' ucap Tuan Manuella menyapa mantan istrinya.


''Aku baik, bagaimana denganmu. Apa yang terjadi sampai kau jadi seperti ini.'' tanya Martha.


''Hanya sedikit kecelakaan kecil, dan mengharuskan aku untuk duduk dan beristirahat dan pensiun dalam segala hal.'' jawab tuan Manuella sembari terkekeh.


Martha tersenyum saat melihat mantan suaminya itu tertawa.


''Kamu masih cantik seperti dulu Martha.'' puji tuan Manuella.


Martha tersenyum dan mengalihkan pandangannya.


''Terima kasih ... '' ucap tuan Manuella.


''Terima kasih untuk apa?'' tanya Martha bingung.


''Untuk semua.'' lanjut tuan Manuella.


Martha masih bingung dengan ucapan orang yang pernah hadir dalam kehidupannya.


''Kau telah memberikan au kesempaan untuk menebus semua kesalahanku, dengan mengijinkan putramu untuk tinggal bersamaku dan mengolah semuanya.'' terang tuan Manuella.


''Bukan aku yang mengijinkannya, tapi dia yang memutuskannya.'' ucap Martha.


''Tapi kalau bukan kamu yang mengajarkannya tentang semuanya, ia mungkin tidak akan menjadi seseorang yang kuat seperti ini.'' jelas tuan Manuella.


''Aku selalu mengatakan padanya jika ingin sesuatu, maka harus bekerja keras.'' ungkap Martha sembari mengembuskan napasnya perlahan.


Martha menceritakan seluruh pejalanan hidupnya yang ia jalani bersama Chritian, yang mana membuat tuan Manuella tercengang dan haru. Ia tidak menyangka kehidupan anak dan istrinya sangat memprihatinkankan.


''Aku janji padamu Martha, aku akan membayar semuanya selama sisa hidupku.'' ucap tuan Manuella.


....


Marina dengan marah menuju kamar Keyzia. Ia berniat memberi pelajaran pada Keyzia, ia merasa berani sebab Christian tidak berada di rumah seharian ini.


Tok ...


Tok ...


Keyzia beranjak membuka pintu, pada saat Keyzia akan membuka pintu. Marina medorong pintu dan menyebabkan kepala Keyzia membentur pintu.


Marina masuk dan langsung melabrak Keyzia. Keyzia tidak bisa mendengar apa yang dikatakan oleh Marina. Keyzia melihat bayangan masalalunya.


Semuanya....


bersambung

__ADS_1


__ADS_2