Mengejar Cinta Sang Asisten

Mengejar Cinta Sang Asisten
26.


__ADS_3

Setelah puas menangis, Keyzia tertidur didalam pelukan Christian.


Christian masih memeluk dan membelai rambut Keyzia, gadis itu masih terbuai dalam mimpinya.


"Aku janji Key, setelah ini semua selesai aku akan kembali padamu. Dan kita akan sama-sama menghabiskan waktu bersama seperti dulu." janji Christian.


...


Christian terjaga dari tidurnya saat mendengar suara ponselnya, perlahan ia pun meraih benda pipih itu dari atas nakas samping tempat tidur.


"Gustaf..."


"Tuan Muda, Nona Marina dan Tuan Besar datang. Mereka sedang berada dibawah." Gustaf memberitahu Tuan nya.


Mata Christian membulat. "Tahan mereka, aku akan menemui mereka dibawah. Jangan sampai mereka naik menemui ku, saat ini aku sedang bersama Keyzia. Aku tidak mau mereka tau hal ini." Christian pun menutup telponnya, bergerak sangat perlahan dan dengan hati-hati, ia tidak mau sampai membangunkan gadisnya.


"Tunggu aku disini, jangan kemana-mana." Christian mengusap pipi Keyzia dan mengecup keningnya, setelahnya Christian pun keluar dari ruangannya.


Selepas Christian keluar meninggalkan Keyzia diruangannya, Keyzia pun membuka matanya.


Keyzia mendengar semua yang di bicarakan oleh Christian dan asisten nya, ia penasaran dan memilih turun kebawah mencari tahu.


Keyzia tiba disebuah ruanga, Keyzia mendengar suara seseorang dari dalam. Perlahan Keyzia mendekati, terdapat sedikit celah hingga memudahkan Keyzia untuk mengintip.


Jantung Keyzia berdegub kencang saat melihat siapa yang berada didalam.


Christian dan tunangannya sedang berciuman dengan panasnya.


Keyzia mundur perlahan ke belakang, pandangan matanya nanar. Ia mengingat baru saja Christian mengatakan tidak ada apa-apa diantara mereka, tapi apa yang baru saja Keyzia saksikan.


Perlahan Keyzia pergi dari sana, dan meninggalkan gedung untuk kembali ke apartementnya.


...


"Apa kau sudah puas?" tanya Christian sembari mendorong tubuh Marina agar menjauh darinya.


"Ya aku puas, bahkan sangat puas bisa melihatnya hancur." jawab Marina.


"Sekarang pergi dari sini!" usir Christian.


"Aku tidak akan pergi dari sini, aku bisa memastikan setelah aku pergi dari sini kau pasti pergi menemuinya kan?"


"Kalau kau tidak pergi, aku yang akan pergi. Aku akan menyusulnya, dan aku yakin dia pasti masih mempercayai ku." Christian meninggalkan Marina dengan teriakannya.


Christian berlari menuju ruangan dimana ia meninggalkan Keyzia.


"Keyzia, sayang aku harap kamu masih disana." pinta Christian.


Saat Christian tiba diruangannya, ruangan itu telah kosong. Keyzia telah pergi dari sana.


Christian menatap kebawah, terlihat Keyzia naik sebuah taxi.


Ia pum segera menghubungi Mark, untuk meminta alamat apartemen Keyzia.


Tanpa bertanya lagi Mark pun memberikan alamat Keyzia pada Christian, Mark heran dengan perubahan sikap Christian. Ia pun penasaran dengan sosok Keyzia, ia pun segera mencari tahu siapa Keyzia Orlando.


....

__ADS_1


Christian tiba di apartemen Keyzia, ia menarik napas panjang kemudisn mengembuskannya. Ia siap jika Keyzia akan mengamuk seperti biasanya jika dia sedang kesal.


Ting.... Tung


Saat pintu terbuka, mata Keyzia membulat melihat Christian yang berada dihadapannya.


Keyzia berusaha menutup kembali, tapi tenaga pemuda itu lebih kuat dari Keyzia.


Christian pun berhasil masuk kedalam apartemen.


"Ada apa?" tanya Keyzia ketus dengan menyilangkan tangannya kedepan dada.


"Kenapa kamu pergi, bukankah aku menyuruh mu menunggu." jelas Christian.


"Untuk apa aku menunggu mu, untuk melihat mu bercumbu. Aku tidak sebodoh itu." jawab Keyzia ketus.


Christian terlihat dan berjalan mendekati Keyzia. Menatapnya dalam dengan pandangan teduh.


"Lucu." ucap Christian.


"Lucu, siapa yang lucu?" tanya Keyzia bingung.


"Kamu... kalau lagi cemburu lucu."


"Aku cemburu? Tidak akan..." seru Keyzia.


Hemmptt..


Keyzia tidak lagi bisa melanjutkan ucapannya, sebab bibirnya kini telah di bungkam oleh Christian dengan bibirnya.


Christian menekan kepala belakang Keyzia untuk memperdalam ciumannya, lidah Christian kini mulai bermain didalam mulutnya dan mengabsen setiap sisi dari mulut Keyzia.


Ada rasa bahagia dihati Keyzia saat Christian mengakui bahwa ia mencintainya.


"Sudah." Keyzia menjauh dari Christian.


"Belum Key, aku belum puas." Christian menahan lengannya.


"Bukannya kamu tadi udah dapat bagian dari tunangan mu Chris." ungkap Keyzia.


"Tidak, itu bukan inisiatif dari ku, ia memaksa ku, dan aku lakukan karena terpaksa."


Keyzia mencibirkan bibirnya,Christian tersenyum dan memeluknya. "Terpaksa, tapi menikmati." gumam Keyzia


"Kamu ngomong sesuatu Key?" tanya Christian


Keyzia menggeleng cepat.


Christian kembali merangkil pinggang Keyzia


"Jangan pergi Key, aku mohon. Aku bisa gila jika kamu jauh dari aku." Christian mengecup kening Keyzia.


"Jadi, niat kamu datang kesini tadi apa?" celetuk Keyzia.


Christian memejamkan matanya menahan kesal terhadap Keyzia.


Christian menyentil kening Keyzia, karena kesal.

__ADS_1


"Sakit Chris..." protes Keyzia.


Christian mencium kening Keyzia kembali. "Sudah tidak sakit lagi kan?" hibur Christian sembari menggesekan hidungnya dan kembali memenjarakan Keyzia dalam pelukannya.


"Sampai kapan kamu akan memeluk ku seperti ini Chris?" tanya Keyzia mulai jengah.


"Sampai kamu berjanji untuk tidak pergi meninggalkan aku lagi." jawab Christian.


"Tapi aku lapar Chris, aku belum makan dari pagi."


"Baiklah, ayo kita makan. Aku juga sudah lapar." ajak Christian.


"Tapi aku hanya punya bahan mentah, aku belum memasak apa pun." ujar Keyzia.


"Aku akan memasak untuk mu." Christian pun menarik tangan Keyzia untuk menuju ke dapur.


Christian membuka kulkas dan mengeluarkan isi didalamnya. Tangannya tampak cekatan dalam mengolah makanan. Keyzia menatapnya dalam.


"Sampai kapan kita akan seperti ini Chris, kamu bukan seutuhnya milik ku. Pada akhirnya jika mengharuskan aku pergi, maka aku akan pergi menjauh dari mu, jauh dari jangkaun mu hingga kau tidak akan pernah bisa menemukan ku." ucap Keyzia dalam hati.


"Aku tampankan." ucap Christian membuyarkan lamunan Keyzia. "Kamu pasti terpesona karena sedari tadi aku perhatikan kamu selalu menatap ku." lanjut Christian.


Keyzia memutar bola matanya kesal. "Narsis sekali." ucap Keyzia berjalan menuju meja makan.


"Makana siang siap." Christian menatanya di meja.


"Waah.... kamu mau undang orang sekota ini Chris?" Keyzia terkejut melihat begitu banyak makanan yang Christian masak.


"Tidak ini hanya untuk mu, dan aku akan membantu menghabiskan nya." jawab Christian.


Mereka pun mulai menyantap makan siang nya, dans sesekali terdengar suara manja Keyzia yang di goda Christian.


.....


"Aku tidak mau tau Om, pokoknya aku harus menikah dengan Christian." ucap Marina marah.


"Kau tenang saja Marina, aku tau apa yang akan aku lakukan." jawab Tuan Manuela.


"Aku tau gadis itu ada disini, dan Christian menyembunyikannya dari kita. Dia ingin mengelabui kita, Om harus mencaritahu dimana gadis itu berada."


"Aku akan menemuinya besok." ucap Tuan Manuela.


"Besok! Jadi aku harus menunggu besok, Om calon suamiku sedang berdua dengan wanita lain. Dan aku harus menunggu sampai besok." tuntut Marina.


Tuan Manuela mengepalkan tangan dan memejamkan matanya, ia menahan kesal menghadapi gadis manja seperi Marina. Ia pun berpikir pantas saja Christian malas bertemu dan meladeninya, ternyata begini kelakuan Marina.


Kalau bukan karena ingin bisnisnya bertambah maju, mungkin sudah lama Tuan Manuela membatalkan pertunangan Christian dan Marina.


"Gustaf akan menyuruh seseorang untuk mengantarkan mu pulang Marina, kau jangan khawatir masalah Christian. Aku akan menyelesaikan semuanya." usir Tuan Manuela halus. Ia sudah tidak tahan lagi menghadapinya.


Gustaf mendekat dan menundukan kepalanya. "Mari Nona, saya antar anda." ucap Gustaf hormat.


Marina menghempaskan kaki sebelum ia keluar dari ruangan itu.


"Gadis sialan, apa orang tuanya tidak pernah mengajarkannya sopan santun." gerutu Tuan Manuela kesal.


"Hubungi Christian bilang padanya temui aku besok." Tuan Manuela menghubungi seseorang.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2