
Pagi hari seperti biasa Keyzia bangun terlebih dahulu, dan menyiapkan semua keperluan suaminya.
Setelah semuanya selesai, ia pun segera membangunkan Christian. Keyzia perlahan membuka tirai kamarnya dan menghampiri ranjang membangunkan suaminya.
"Suami ku sayang, ayo bangun sudah siang." seru Keyzia memeluk tubuh indah suaminya dari belakang kemudian mengecupnya.
Keyzia memeluknya erat seolah tidak ingin melepaskannya.
Christian tersenyum mendapat pelukan dipagi hari dari istrinya, ia pun membalik badannya menghadap kearah Keyzia dan membalas pelukannya.
Keyzia menenggelamkan kepalanya didada bidang Christian, ia menghirup dalam-dalam aroma tubuh Christian.
Christian merasakan ke anehan yang terjadi pada Keyzia, ia merasa istrinya berubah jadi sangat manja padanya.Tapi Christian membuang jauh segala prasangka buruk itu, dan menjadikan ini sebagai kemajuan untuk hubungannya bersama Keyzia.
"Chris... aku mau mandi." ucap Keyzia.
"Pergilah..." Christian mengendurkan pelukannya.
Tapi Keyzia malah kembali mengeratkan pelukannya, mengecup leher suaminya serta meninggalkan kissmark disana.
"Kamu sudah berani menggodaku sepagi ini sayang." kini giliran Christian yang memegang kendali, Keyzia hanya bisa pasrah saat Christian mengubah posisinya.
Dan mereka pun memulai aktifitas pagi dengan berolah raga ditempat tidur.
....
"Hari ini... pokoknya hari ini aku harus ngomong ke Chris, kalau aku akan pergi menjenguk keluarga ku. Aku bosan selalu di teror oleh Tuan Manuela, aku akan pergi secepatnya."
gumam Keyzia dalam hati.
Christian tiba diapartemennya tepat pukul lima sore, Keyzia menyambutnya dengan senyum manis nya.
"Kamu istirahat, aku akan siapkan air untuk kamu mandi." Keyzia melangkah, tapi langkahnya tertahan sebab Christian mengangkat dan membawanya masuk ke dalam kamar mandi.
"Aaah..." teriak Keyzia terkejut saat Christian mengangkatnya.
"Aku ingin kamu menemani ku." Christian mengecup kilas bibir istrinya.
Setelah melepas satu persatu pakaian, mereka pun masuk dan berendam didalam bak.
Christian merasa ada sesuatu yang terjadi pada istrinya, tapi ia belum berani bertanya. Ia yakin Keyzia menyembunyikan sesuatu.
Christian memeluk tubuh istrinya dari belakang, mengecup leher jenjang milik istrinya dan turun ke pundak. Tangan Christian kini berada ditempat favoritnya, memainkan squisy milik istrinya.
"Ada apa Key?" akhirnya Christian tidak tahan juga dan memutuskan untuk bertanya.
Keyzia menarik napasnya panjang. "Chris... aku sangat merindukan keluargaku, apa boleh aku mengunjungi keluargaku?" tanya Keyzia.
Seketika Christian menghentikan kegiatannya, ia membalik tubuh Keyzia hingga menghadap dirinya, memegang pundak dan menatap wajah istrinya dan tersenyum.
"Aku akan mengantarmu." Chriatian mencium pipi Keyzia dan beranjak keluar dari dalam bak.
"Ayo sebaiknya kamu naik, aku akan mengeringkan badanmu." Christian memberikan jubah mandi pada Keyzia dan memakaikannya, kemudian menggendongnya keluar dari kamar mandi.
Dengan hati-hati ia meletakan tubuh istrinya diatas tempat tidur, dan segera mengambilkan baju kemudian memakaikannya untuk Keyzia.
"Apa kau memberiku ijin pergi Chris?" Keyzia menatap mata suaminya.
Christian mendekat dan mengecup bibir Keyzia lembut.
"Aku bilang, aku akan mengantarkanmu." Christian berjalan kembali menuju lemari pakaian.
"Aku bisa pulang sendiri." tolak Keyzia.
"Tidak! aku tidak akan membiarkanmu pergi kemana-mana sendiri."
__ADS_1
"Tapi Chris..."
"Tidak ada tapi-tapi, kamu boleh pulang jika aku yang akan mengantar titik."
Braak....
Suara pintu kamar tertutup, Christian berjalan keluar dari kamarnya.
Tidak lama kemudian terdengar suara deruman mobil, Chirstian pergi.
"Bagaimana aku bisa pergi, jika dia ikut bersamaku." gumam Keyzia. "Aku akan menghubungi Tuan Manuela."
Keyzia pun meraih ponselnya, dan menelpon Tuan Manuela, dan mengatakan semuanya.
"Kamu tenang saja, aku akan atur kepergian dan aku akan membuat Christian tidak bisa ikut bersamamu."
"Sebaiknya memang begitu, jika tidak jangan salahkan aku jika putramu tidak bisa lepas dari ku." tutup Keyzia.
.....
Tengah malam Christian baru kembali, ia pulang dalam keadaan mabuk.
Tanpa membuka bajunya, ia langsung naik keatas ranjang dan memeluk Keyzia yang telah tertidur pulas.
Pagi harinya Christian bangun dengan kepala terasa berat, dia mengelami hangover.
"Selamat pagi." ucap Keyzia membawa nampan berisi sarapan, meletakannya diatas meja nakas kemudian naik ke tempat tidur mendekati suaminya.
"Morning kiss." ia mencium pipi Christian.
Christian tersenyum, dan menarik Keyzia dalam pelukannya dan mengecup puncak kepala istrinya.
"Sorry..." ucap Christian.
"I love you." lanjut Chriatian.
"Love you too."
"Plis jangan pergi ya!" pinta Christian.
"Tapi aku kangen mereka Chris.." rengek Keyzia.
"Tunggu aku tidak sibuk, kita pulang sama-sama. Aku juga kangen sama Mama."
"Aku akan menemui Tante, dan bilang padanya jika kamu sedang sibuk." ujara Keyzia, lalu ia memikirkan sebuah ide.
"Gini aja Chris, bagaimana kalau kamu biarkan aku pergi sendiri dulu, nanti pulangnya kamu yang jemput aku. Kita bisa menemui tante sekalian kalau begitu."
Christian diam dan tidak menjawab, ia malah mengeratkan pelukannya.
Hingga suara terdengar suara telepon yang akhirnya membuat Christian beranjak.
Setelah menerima telepon, ia pun bergegas masuk ke kamar mandi dan berpakaian kemudian lanjut memakan sarapan yang telah istrinya persiapkan untuknya.
Keyzia mengantarnya hingga kedepan pintu.
"Pesawat mu akan berangkat pukul 11 pagi ini, aku akan menjemputmu sebentar lagi. Jadi lebih baik kamu bersiap dari sekarang, aku berangkat ke kantor dulu." Christian mencium kening Keyzia kemudian bergegas menuju kantor.
Keyzia menutup pintu dan berjalan lemas menuju kamarnya, ia membereskan semua barang-barangnya.
Ia menatap lirih semua sisi kamarnya, dimana ia biasa menghabiskan waktu berdua jika suaminya sedang libut. Keyzia juga membawa satu baju milik suaminya, yang baru saja ia gunakan tadi malam.
"Aku pasti merindukan suasana rumah ini." gumam Keyzia.
....
__ADS_1
Mereka telah berada di bandara, Christian duduk sambil terus menggenggam tangan istrinya. Sebenarnya ia bisa saja menggunakan jet pribadi untuk mengantar istrinya, tapi Keyzia dengan keras kepalanya menolak.
Terdengar panggilan untuk penerbangan untuk Keyzia, wanita itu pun berdiri dan menarik kopernya.
Christian ikut berdiri tapi tangannya tidak mau melepaskan tangan istrinya.
Entah mengapa Christian merasa berat melepaskan kepergian istrinya, ia merasa setelah ini mereka akan terpisah lagi.
Tapi Christian menepis semua itu, ia yakin tidak akan ada yang bisa memisahkan mereka.
"Baiklah, aku pergi dulu ya." ucap Keyzia.
"Berjanjilah padaku kalau kamu akan kembali."
Keyzia hanya tersenyum. "Aku tidak bisa berjanji, tapi jika suatu saat nanti aku hilang, apa kamu akan mencariku?"
Mata Christian terbelalak, ia terkejut mendengar ucapan Keyzia barusan.
"Apa maksud mu?"
"Aku bertanya... jika aku pergi dan menghilang apa kamu akan mencari aku?"
"Aku pasti akan mencari kamu hingga kepenjuru dunia sekalipun." jawab Christian.
Pertanyaan Keyzia semakin menegaskan akan terjadi sesuatu setelah kepergian Keyzia.
"Baiklah, aku akan menunggu." Keyzia pun memeluk erat suaminya, seolah tidak ingin melepaskannya. Keyzia memejamkan matanya, menghirup dalam aroma khas milik suaminya dan menyimpannya dalam ingatannya. Ia berusaha untuk tidak menangis dan menunjukan kesedihannya dihadapan suaminya.
Tapi lainnya halnya dengan Christian, ia curiga pada setiap gerak gerik tingkah istrinya.
"Aku janji padamu, aku akan menyelesaikan semua urusan disini dan akan segera menyusulmu disana." ucap Christian.
Keyzia tersenyum dan melepaskan pelukannya, Christian menangkup wajah teduh istrinya kemudian mengecup lembut bibir Keyzia.
"Aku janji aku akan menjemputmu." ucap Christian dan kembali mencium bibir istrinya dan ******* habis bibir Keyzia. Christian tidak memperdulikan orang sekitar yang melihat mereka, bahkan ada juga yang mengambil photo mereka.
Keyzia pun berjalan menuju sebuah pintu, setelah menunjukan tiketnya, ia pun dipersilahkan masuk. Tapi sebelumnya ia masih sempat menoleh kebelakang ke arah suaminya yang masih menatapnya lekat.
Setelah bayangan Keyzia menghilang dibalik pintu, barulah Christian balik badan dan meninggalkan tempat itu.
Tanpa Christia sadari seseorang mengawasinya dari jauh, setelah ia pergi barulah orang itu masuk kedalam dan menjemput Keyzia.
Keyzia keluar dari tempatnya masuk tadi, saat orang suruhan Tuan Manuela datang menjemputny. Orang itu menukar tiket Keyzia, kemudian mengantarkan Keyzia.
"Kami sudah menyiapkan segalanya untuk mu disana Nona, saat anda tiba disana akan ada yang menjemput anda dan mengantarkan anda kekediaman anda. Dan mengenai pekerjaan Tuan juga sudah merekomendasikan anda disebuah perusahaan besar disana. Jadi anda bisa langsung bekerja, setelah anda beristirahat selama beberapa hari untuk melepas lelah perjalanan." jelas Reymond putra Gustaf asisten Tuan Manuela.
"Terima kasih Rey... boleh aku memanggilmu dengan nama itu?" tanya Keyzia.
Reymond terdiam sejenak, kemudian menganggukan kepalanya dan tersenyum.
"Rey, boleh aku minta sesuatu padamu?" tanya Keyzia.
"Katakan Nona."
"Bilang pada Gustaf, aku mau dia menjaga Christian. Selalu ingatkan dia untuk makan tepat waktu, sebab Chris kalau bekerja suka lupa makan." ucap Keyzia lirih, ia menahan napasnya. Dadanya terasa sesak, ia berusaha untuk tidak menangis.
"Baiklah Rey, aku pergi dulu." Keyzia tersenyum dan berjalan meninggalkan Reymond sendiri yang masih menatap kepergian
"Dunia ini memang tidak adil, ada yang saling mencintai, tapi harus dipisahkan. Nona Keyzia adalah orang yang baik, kenapa Tuan tidak menyukainya?"
gumam Reymond dalam hati.
Setelah memastikan tugasnya selesai, ia pun kembali menemui Tuan Manuela untuk melapor.
Bersambung..
__ADS_1