Mengejar Cinta Sang Asisten

Mengejar Cinta Sang Asisten
39.


__ADS_3

Ben pergi ke club' dan mabuk-mabukan, ia tidak terima dengan kenyataan bahwa Christian adalah suami dari Keyzia, pupus sudah harapannya ingin memiliki Keyzia. Sebab ia tahu betapa Keyzia mencintai Christian. Ben meneguk kembali minumannya, kali ini tidak dengan gelas, tetapi langsung dari botolnya.


Setelah merasa cukup, Ben beranjak pergi meninggalkan club' malam, dengan berjalan sempoyongan ia berusaha keluar dari club' menuju mobilnya.


Ia tiba di apartemen milik Jean, tidak perlu mengetuk pintu, Ben tahu pas code untuk masuk kedalam. Pintu terbuka ia pun masuk dan naik ke atas, saat tiba didepan pintu kamat Jean. Ben mendengar suara rintihan kenikmatan dari dalam kamar, Ben menajamkan telinganya. Suara desahan dari dalam kamar semakin jelas.


Ben pun mendorong pintu dan melihat kedalam. Mata Ben membulat, ia beberapa kali mengerjapkan matanya, mencoba melhat dengan jelas.


Ben melihat saat ini Jean sedang bermain kuda-kudaan dengan seorang pria dan wanita. Mereka bertiga terus melanjutkan permainan tanpa sadar Ben melihatnya.


Melihat pemandangan didepan matanya, serta merta membuat senjata pamungkas Ben menegang. Suara desahan Jean dan wanita serta pria itu membangkitkan gairah Ben, Ben melepas semua pakaiannya dan perlahan maju.


Jean dan teman-temannya menyadari kehadiran Ben, mereka sejenak menghentikan kegiatannya dan menatap Ben yang telah polos tanpa sehelai benang pun. Jean tersenyum dan melambaikan tangannya sembari membuka lebar pahanya untuk menarik Ben agar segera datang. Ben tersenyum dan mempercepat langkahnya.


Ben langsung menyerang Jean tanpa ampun, ia seperti melampiaskan semua gairahnya yang ia pendam untuk Keyzia kepada Jean. Ia bermain kasar pada Jean, tapi entah mengapa Jean menikmatinya. Teman main Jean sebelumnya juga melanjutkan permainan mereka. Sesekali mereka bertukar pasangan, untuk memuaskan hasratnya.


Hingga keempat manusia itu lunglai tidak berdaya setelah mengalami pelepasan dan mencapai puncak kenikmatannya. Ben tertidur pulas, kedua orang yang Jean sewa segera memakai pakaiannya kembali. Jean memberikan beberapa lembar pecahan dollar pada keduanya dan tersenyum.


"Terima kasih... aku sangat puas, dengan permainan kalian." ucap Jean.


"Sama-sama Nona, panggil kami jika anda memerlukan bantuan kami." ucap si wanita.


Pria nya hanya tersenyum kemudian ******* bibir Jean. Setelah pekerjaannya selesai mereka pun pergi. Jean menarik selimut untuk menutupi tubuhnya, dan berbaring di samping Ben.


........


Disebuah rumah, dikamar Keyzia juga terdengar rintihan kenikmatan dari bibir milik Keyzia. Christian sedang melakukan tugasnya, ia berpacu menuju puncak kenikmatannya, sedangkan Keyzia telah mengalami pelepasan berkali-kali karena ulah Christian.


"Aakkhhhh..." erangan panjang keluar dari bibir Christian, ia telah sampai dipuncaknya.Chritian pun lemas diatas tubuh istrinya. Dengan napas terengah-engah dan tidak beraturan, Christian mengecup kening Keyzia dengan sayang.


"Aku mencintaimu Key." ucap Christan pada istrinya. Keyzia menganggukan kepalanya, Christian segera menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka, ia kemudian merapatkan tubuhnya dan mendekap erat Keyzia dalam pelukannya. Mereka pun tertidur saling berpelukan.


Keesokan harinya, Chritia terbangun. Ia meraba sisi sampingnya, telah kosong. Keyzia telah bangun, Christian melirik jam di dinding kamar Keyzia pukul sembilan pagi.


"Dia pasti sudah ke kantor, dasar keras kepala. Kali ini aku akan memaksa dan membawamu kembali bersamaku." ucap Chrirtian yang bangun dan masuk ke kamar mandi.


Keyzia masuk keruangan Jean, dan disana juga ada Ben yang sedang duduk sambil meminum minumannya.


"Jean, ini laporan yang kamu minta." ucap Keyzia memberikannya pada Jean.


Ben hanya diam dan bahkan tidak menyapa Keyzia seperti biasanya.


"Oh ya Key, nanti malam aku akan mengadakan makan malam, aku menang tender lagi. Jadi untuk merayakannya aku mengundang seluruh karyawan diperusahaan ini."


"Selamat untuk mu... tapi maaf, aku tidak bisa ikut." ucap Keyzia.

__ADS_1


"Kenapa Key?" tanya Jean.


"Aku ada janji makan malam dengan keluarga ku?"


"Keluarga? Apa saudaramu datang berkunjung?"


"Bukan, aku..."


"Sudahlah Jean, Keyzia sudah tidak akan mau lagi menghabiskan wakti bersama kita. Dia sudah keluarga."


"Maksudmu?" tanya Jean bingung.


"Jangan dengarkan Jean, maaf malam ini aku memang tidak bisa." Keyzia pun meninggalkan ruangan Jean. Ben mengikuti Keyzia hingga keruangannya.


"Key, aku ingin bicara." ucap Ben.


Ben menghela napas panjang. "Katakan."


"Key, jangan menerima Christian kembali Key. Dia itu tidak sebaik yang kau kira."


"Apa maksudmu Ben?"


"Ya... Key, aku tau dia telah memiliki istri dan seorang anak."


"Maksudmu?"


"Ya Ben, aku tau semuanya. Tapi yang tidak kau ketahui adalah, sebelum Christian menikahi istrinya, kami telah menikah terlebih dahulu. Dan satu hal lagi, bukan Christian yang meninggalkan aku, tapi aku yang pergi darinya."


"Lantas, kenapa kau ingin kembali padanya Key?"


"Sebab aku mencintainya, dan dia juga mencintaiku. Aku yang mengejar cintanya, sejak dia menjadi asisten Kakak ku, dan sampai sekarang."


"Apa? Dia dulu seorang asisten?"


"Ya... dia asisten, dan karena kegigihannya mengambangkan perusahaan Manuella Corp, ia bisa meraih semua ini dan sukses hingga sekarang."


"Aku tidak percaya, kamu pasti mengarang cerita."


"Itulah kenyataannya Ben, aku yang mengejar cintanya. Aku juga yang selalu berusaha untuk merayunya, hingga akhirnya aku yang menginginkannya menikah denganku."


Ben terdiam, ia benar-benar tidak habis pikir. "Aku tetap tidak percaya."


Keyzia menggelengkan kepalanya setelah kepergia Ben.


Keyzia pulang kerumahnya dan disambut oleh suami dan kedua anaknya. Senyum di wajahnya terkembang saat melihat wajah keluarganya.

__ADS_1


Christian menghampiri istrinya, memberi kecupan didahinya dan memeluknya.


"Kamu terlihat lelah sayang," ucap Christian memeluk Keyzia.


"Sedikit," jawab Keyzia membalas pelukan Christian.


Christian membawa istrinya masuk kedalam rumahnya, Keyzia masuk ke kamarnya. Keyzia meletakan tas dan melepas jasnya, Christian mendekati Keyzia dan memijit pundaknya.


"Aku akan menyipakan air hangat untukmu." ucap Christian mengecup kening Keyzia kemudian berjalan masuk ke kamar mandi.


Tidak lama kemudian Christian keluar dari kamar mandi, Christian menghampiri istrinya.


"Airnya sudah siap, aku akan membantumu," tutur Christian melepas kemeja Keyzia kemudian rok kantor Keyzia. Christian mengangkat tubuh Keyzia yang hanya menggunakan pakaian dalam, masuk ke kamar mandi dan meletakannya kedalam bath up yang telah terisi air hangat dengan air sabun beraroma mawar. Christian melepas seluruh pakaiannya hingga tersisa underwarenya.


Christian masuk kedalam bath up dan ikut berendam, ia duduk dibelakang Keyzia sambil memijat lembut pundak Keyzia.


"Apakah enak?" tanya Christian sembari terus memijit perlahan pundak istrinya.


"Ya... rasanya menenangkan." jawab Keyzia memejamkan matanya.


"Apa kamu ada masalah?"


"Tidak... aku hanya lelah."


"Bagaimana kalau kita liburan!"


"Kemana?"


"Kita kembali ke Indonesia, menemui Kakakmu dan Mama."


"Apa mereka masih mengenaliku?"


"Tentu saja, mereka menyayangimu," jawab Christian mengecup pundak Keyzia.


"Baiklah... aku akan membuat surat pengunduran diri besok."


"Maksud kamu?"


Keyzia memutar tubuhnya menghadap Christian.


"Setelah aku pikir, lebih baik jika aku mengundurkan diri dan ikut bersamamu kembali kerumah." tutur Keyzia tersenyum.


Christian tersenyum kemudian memeluk erat tubuh polos Keyzia.


bersambung.

__ADS_1


__ADS_2