
Setalah beberapa bulan kemudian Christian pun, akhirnya mengikuti anjuran Gustaf asisten dari Tuan Manuela, untuk menyetujui dan mengikuti rencananya bertunangan dengan wanita pilihannya Marina.
Christian sedang bersiap untuk acara pertunangannya malam ini, Christian tampak tampan dan gagah memakai setelan tuxedo hitam.
"Kau sudah siap?" tanya Tuan Manuela yang masuk kedalam kamar Christian.
"Tuan Muda akan siap sebentar lagi Tuan." jawab Gustaf.
"Aku akan menunggu kalian dibawah, jangan terlalu lama aku tidak mau membuat para tamu ku menunggu, apa lagi dengan calon besan ku." Tuan Manuela pun meninggalkan Christian dan Gustaf.
"Aku harap anda mendengarkan nasehat ku Tuan Muda, anda ikuti saja permainan nya." ucap Gustaf.
"Gustaf, boleh aku tanya sesuatu?" ucap Christian.
"Ada apa Tuan?" tanya Gustaf.
"Kenapa kau mau membantu ku, bukankah seharusnya kau setia pada Tuan mu?" ungkap Christian.
Gustaf menghentikan kegiatannya. "Saya ingin Tuan Manuela kembali seperti dulu." ucap Gustaf.
"Seperti dulu? Apa maksudmu, apa dulu Tuan mu tidak seperti ini?" tanya Christian ya.
"Ya Tuan Muda, dulu Tuan tidak seperti ini. Dia adalah lelaki biasa yang sederhana, tidak seperti sekarang menjadi sosok yang penuh dengan ambisi menguasai." kenang Gustaf.
Christian terdiam, ingin rasanya ia bertanya lagi. Tapi utusan Tuan Manuela kembali mendatangi mereka, dan mengatakan agar mereka segera turur kebawah.
"Kau berhutang penjelasan pada ku Gustaf, aku harap kau akan menceritakan semuanya pada ku suatu saat nanti." ucap Christian.
"Akan aku tunggu Tuan Muda." jawab Gustaf tersenyum.
Christian pun turun dari kamarnya, dan berjalan mendekati Marina yang telah menunggunya.
Christian menghela napasnya sesaat sebelum memasangkan cicin pada jari Marina, gadis itu tampak tersenyum bahagia.
......
Berita pertunangan Christian Manuela pewaris tunggal Manuela grup dengan putri dari keluarga Santibanez, beritanya pun memenuhi laman media.
Mata Ivan membulat saat melihat berita pertunangan Christian, Ivan melihat ke arah Sandra yang juga terkejut melihat berita itu.
__ADS_1
"Sayang seperti kiya harus merahasiakan beruta ini pada Keyzia, dia pasti akan sedih jika ia melihat ini." ucap Sandra.
"Aku tau, beruntungnya saat ini Keyzia tidak berada disini." jawab Ivan.
Keyzia saat ini sedang melanjutkan kuliahnya di Kanada, ia mengambil jurusan bisnis management. Dan sekarang ia sedang berada dikantin kampusnya, bersama salah satu rekan kampusnya. Karena otak nya yang encer, ia pun di tunjuk menjadi asisten dosen di kampusnya.
Ia juga pernah ditawari untuk bekerja disalah satu perusahaan besar, tapi ia menolak dengan alasan masih ingin melanjutkan kuliahnya. Jika liburan tiba, Keyzia selalu pulang kerumah Kakak nya dan berkumpul bersama keluarganya. Tapi ia selalu menantikan kedatangan dari pria yang selama ini ia rindukan, sudah beberapa bulan ini Christian tidak memberinya kabar. Jangankan datang mengunjunginya, menghubunginya lewat telpon pun tidak.
Ada rasa lelah dihati Keyzia, tapi ia terus menguatkannya dengan meyakinkan dirinya bahwa semua baik-baik saja, dan saat ini Christian sedang sibuk dengan urusannya.
Keyzia selalu menutup diri dari siapa pun, termasuk Kakak dan Kakak iparnya. Ia tidak mau menceritakan kegelisahannya.
Hingga pada akhirnya ia mengetahui apa penyebab hingga sampai saat ini Christian tidak memberinya kabar sama sekali.
Saat itu ia baru tiba dari Kanada untuk liburan dirumah Kakaknya seperti biasa. Ia mendengar Kakak dan Kakak iparnya sedang membicarakan tentang pertunangan Christian dan gadis pilihan Ayahnya.
Seketika hati Keyzia remuk redam, ingin rasanya ia berlari sejauh mungkin hingga tidak ada yang bisa menemukannya. Ingin juga ia berteriak sekuatnya untuk melepaskan segala kesedihannya, dan ingin rasanya ia menangis sejadi-jadinya, tapi entah kenapa air mata itu enggan untuk mengalir keluar.
Dengan menguatkan hati ia pun berjalan masuk kedalam rumah Kakaknya, ia akan menahan nya dan akan bersikap biasa seolah-olah ia tidak pernah mendengar cerita itu.
"Kak, aku pulang." teriak Keyzia dengan ceria seperti biasa.
"Kapan kamu tiba Key?" tanya Sandra memeluk dan mencium adik iparnya.
"Barusan, kenapa? Kok kaget gitu, aku sengaja bikin kejutan. Dimana Devano?" tanya Keyzia.
"Dia masih disekolah nya Key." jawab Ivan.
"Ya sudah, ini oleh-oleh nya. Aku capek, aku mau istirahat. Aku ke kamar dulu ya." Keyzia pun berjalan menaiki tangga dan masuk ke kamarnya.
Saat Keyzia hilang dari pandangan mereka, Ivan dan istrinya saling berpandangan.
"Aku harap jangan ada yang membahas perihal Christian, apa pun itu. Dan seandainya pun Keyzia menanyakan tentang Christian, bilang padanya Christian sedang berada diluar negeri dan sedang sibuk dan tidak bisa di hubungi atau pun menghubungi." pungkas Ivan.
"Tapi sampai kapan kita harus membohonginya, lambat laun Keyzia juga akan tau kalau selama ini kita membohonginya." cetus Sandra.
"Biarkan dia tau dengan sendirinya, mungkin itu lebih baik." tutup Ivan yang langsung berjalan masuk ke ruang kerjanya.
...
__ADS_1
Didalam kamar, Keyzia menghempaskan tubuhnya diatas kasur empuk miliknya.
Ia teringat akan hal pertunangan Christian, ia pun merogoh saku tas nya dan mengambil ponselnya.
Keyzia membuka laman yang memberitakan acara pertunangan antara Christian dan gadis yang bernama Marina Santibanez.
Disana Christian terlihat sangat tampan dan wanita disampingnya juga sangat cantik, mereka tampak serasi jika berdampingan berdua.
Walau tidak terlihat senyum di wajah Christian, tapi kebahagiaan yang terpancar dari wanita disampingnya bisa menutupi itu semua.
Keyzia kembali melempar ponselnya ke sampingnya, ia menghela napasnya. Ia kembali meraih ponselnya dan menghubungi nomor seseorang.
"Hallo Stev, apa tawaran mu yang kemarin masih berlaku?" tanya Keyzia to the poin.
"Kenapa Key? Apa kamu berubah fikiran?" tanya Steven.
"Ya, sepertinya aku akan menerima tawaran mu." pungkas Keyzia.
"Baiklah, kamu segera kirimkan data kamu aku akan mengurusnya." ucap Steven.
"Baiklah." tutup Keyzia.
Keyzia kembali melempar ponselnya di sembarang tempat, ia pun berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
......
Christian sedang menghadiri rapat sebagai perwakilan dari perusahaan milik calon mertuanya, yakni keluarga Santibanez.
Selesai rapat Christian segera meninggalkan gedung pertemuan, dan kembali ke kantornya. Tiba-tiba Christian menangkap sosok yang dikenalinya, dan yang selama ini selalu berada dalam pikirkannya.
"Keyzia.." tanpa sadar Christian menyebut namanya.
Tapi gadis itu tampak tidak mendengarkannya. Christian mengikutinya dan berusaha untuk mengejarnya, hingga akhirnya Christian harus kehilangan sosok Keyzia.
Christian pun memikirkan bagaimana mungkin Keyzia berada disini, apa yang ia lakukan disini. Christian segera memerintahkan anak buahnya untuk segera mencari tahu.
Tidak perlu waktu lama bagi Christian untuk mencari tahu keberadaan Keyzia disini, ia pun mendapat laporan dari anak buahnya bahwa sudah tiga bulan Keyzia berada disini, dan dia bekerja di perusahaan besar yang juga milik rekan bisnis Christian.
"Kamu datang sendiri pada ku Key." guma Christian.
__ADS_1
Bersambung.