
Jean marah besar saat mengetahui jika Keyzia akan mengundurkan diri, bukan karena alasan Keyzia mengundurkan diri jadi penyebab Jean marah. Tapi ketika Jean tahu bahwa Keyzia adalah istri dari Christian, pria yang selama ini ia impikan untuk jadi miliknya.
Jean mengamuk dikantornya selepas kepergian Keyzia dari ruangannya.
Brengsek kau Keu, jadi selama ini kau menipu ku. Aku kan balas semua perbuatanmu, aku akan membuat kau tidak akan pernah bahagia. Aku berjanji Key, aku akan mengambil apa yang menjadi milik ku," cecar Jean yang kembali melempar barang-barang yang ada didalam kantornya.
....
Keyzia sedang mempersiapkan perjalanan keluarganya, Christian tampak senang. Ia sedari tadi juga tampak sibuk membantu Keyzia mempersiapkan semua.
"Tuan, Nyonya. Ada yang ingin aku bicarakan," ucao Max yang tiba-tiba datang menghampiri mereka.
Christian menatap kearah istrinya, Keyzia menganggukan kepalanya.
"Laura, lanjut bantu Jessi dan J bersiap," perintah Keyzia pada pengasuhnya, ia pun beranjak mengikuti langkah suaminya.
"Bicaralah Max, katakan ada apa?" tanya Christian.
"Tuan, Nyonya, saya ingin meminta ijin untuk membawa Laura juga bersama kita," Max menundukan kepalanya.
Keyzia dan Christian saling berpandangan.
"Maksud kamu apa Max?" tanya Christian serius.
"Saya... saya..." Max terbata seolah tidak bisa menlanjutkan kata-katanya.
"Kamu menyukai Laura Max?" tanya Keyzia to the poin.
Max mengangkat wajahnya dan menatap Keyzia.
"Maaf Nyonya, saya sudah lancang. Tapi saya..." Max kembali tidak bisa melanjutkan kata-katanya saat melihat boss dan istrinya tertawa.
"Max, kamu serius sama Laura?" tanya Christian.
"Saya serius Tuan, saya sudah meminya ijin pada Paman dan Bibinya, dan saya juga sudah memberitahu orangtua saya tentang Laura, dan mereka meminta saya untuk membawanya dan mengenalkannya pada mereka." tutur Max jujur.
"Bagaimana sayang?" tanya Christian.
"Aku tidak masalah, kita bisa ajak Laura juga," ujar Keyzia beranjak.
"Baiklah... oh ya Max, apa Laura tau tentang dirimu?" tanya Christian lagi. Ia ingin memastikan jika kali ini Max tidak kecewa lagi. Max pernah gagal dalam pernikan, dan juga gagal beberapa kali menjalin hubungan, saat si wanita tahu status Max yang seorang duda dengan satu anak perempuan.
Untuk itu Max sangat menutup dirinya dihadapan wanita, tapi sejak ia mengenal Laura. Ia seperti menemukan sosok yang mengerti akan dirinya dan mau menerima semua keadaannya. Bahkan Paman dan Bibi Laura pun tidak mempermasalahkan itu semua, yang terpenting bagi mereka adalah kebahagiaan Laura.
Setelah mempersiapkan paspor dan visa mereka termasuk milik Laura, mereka pun berangkat meninggalkan Belanda dan terbang ke Manila menggunakan jet pribadi milik keluarga Manuella. Tuan Manuella sendirilah yang mengutus pilot untuk menjemput cucunya dengan menggunakan jet pribadinya.
Laura menemani J dan Jessi, sedangkan Christian dan Keyzia berada dibelakang mereka.
__ADS_1
Christian enggan melepas pelukannya dari Keyzia, ia serasa bermimpi bisa membawa anak-anak dan istrinya pulang bersamanya.
Setelah menempuh perjalanan panjang, pesawat mereka pun tiba dibandara, dan mereka pun melanjutkan perjalanan menggunakan mobil yang telah Tuan Manuella persiapkan untuk menjemput mereka.
Tiba dirumah J dan Jessi telah tertidur, Laura menggendong Jessi sedangkan J digendong oleh Max. Christian memerintahkan membawa mereka ke kamarnya, Tuan Manuella sendiri masih terjaga demi menunggu cucu kesayangannya tiba.
"Ah... mereka tertidur, padahal aku ingin bertemu dengan mereka," keluh Tuan Manuella tampak kecewa saat melihat J dan Jessi tertidur.
"Ini sudah tengan malam Pak Tua, dan juga kenapa sampai saat ini kau belum juga tidur," omel Christian kesal melihat Ayahnya yang setia menunggu kepulangannya.
"Chris..." tegur Keyzia memperingatkan.
"Hallo Nak, apa kabarmu?" sapa Tuan Manuella.
"Hallo Papa mertua, kabar ku baik," Keyzia berjalan mendekati Tuan Manuella dan menjabat tangannya.
"Aku suka panggilan itu, kau boleh memanggilku dengan panggilan itu," tutur Tuan Manuella tertawa.
Keyzia pun tertawa dan tampak larut dalam perbincangan hangat bersama Tuan Manuella.
"Sayang, aku ingin istirahat," Christian beranjak dari duduknya.
"Baiklah Nak, masih ada hari esok untuk mengobrol. Istirahatlah, kalian pasti lelah," tuturnya tulus.
"Baiklah, kalau begitu kami pamit untuk istirahat. Mau aku bantu ke kamarmu Papa mertua?" tawar Keyzia.
"Tidak Nak, aku bisa sendiri. Kalian istirahatlah, selamat malam," tutupnya, ia pun menyalakan kursi rodanya kemudian mengarahkannya ke kamarnya.
"Mandi dulu sayang," Chriatian mendekati Keyzia dan memijit lembut tengkuknya.
"Baiklah... bisa bantu aku?" tanya Keyzia dengab nada menggoda.
"Dengan senang hati yang mulia ratu," Christian menundukan kepalanya, kemudian meraup tubuh Keyzia dan membawanya ke kamar mandi.
Beberapa saat kemudian merekapun memutuskan untuk langsung tidur.
.....
Keesoka harinya, Keyzia bangun dan langsung mandi, Christian bangun dan meraba sisi tempat tidurnya yang telah kosong. Christian membuka matanya, kemudian mencari istrinya. Saat ia mendengar suata gemercik air dari kamar mandi, ia pun tersenyum dan bernapas lega.
Tidak lama kemudia, Keyzia keluar dari kamar mandi dan tersenyum ke arahnya.
"Selamat pagi." sapa Keyzia sembari tersenyum.
"Pagi sayang, morning kiss," pinga Chritian mengulurkan tangannya.
Keyzia tersenyum kemudia berjalan mendekati suaminya, memberikan kecupan dipipinya. Saat Christian ingin menarik handuk istrinya, Keyzia segera melepaskan diri. Christian terkekeh, kemudian ia beranjak dari ranjanganya dan berjalan dengan polosnya ke kamar mandi. Keyzia hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum melihat kelakuan suaminya.
__ADS_1
.....
Dibawah sebagian telah berkumpul dimeja makan, Tuan Manuella tampak senang dan antusias melihat kedua cucunya yang tumbuh cerdas.
"Gustav, rasanya aku ingin terus hidup dan melihat cucu-cucuku tumbuh dewasa," ucapTuan Manuella penuh harap.
"Anda harus selalu jaga kesehatan kalau begitu Tuan," jawab Gustav menghiburnya.
Gustav yakin jika anak-anak Kezia berada didekat majikannya, pasti bisa menjadi penyemangat untuk kesembuhan majikannya.
"Opa, bisa bantu aku?" tanya Jessi menghampiri Tuan Manuella.
Tuan Manuella menatap Gustav, dan sang asisten tersenyum.
"Bantu apa Nak?" tanya Tuan Manuella mengelus kepala cucunya.
"Tolong bangunin Mommy, ini sudah terlalu siang." gerutu Jessi.
"Tidak perlu meminta bantuan Jessi, Mommy sudah bangun," sambung Keyzia yang baru saja turun dari kamarnya.
"Uncle Chris..." Jessi berlari dan naik ke gendongan Christian.
"Jessi Mommy menyuruh memanggil apa?" tanya Keyzia pada putrinya.
"Ups, Jessi lupa Mom," celetuk Jessi lalu menutup mulutnya.
"Manggil apa sayang?" tanya Christian penasaran.
"Mommy meminta aku dan J memanggilmu Daddy." jawab Jessi polos.
"Benarkah?" tanya Christian tidak percaya.
"Yes! Mommy meminta itu pada kami, dan Jessi setuju. Tapi J belum memberikan jawabannya," Jessi menunduk sedih.
"Jangan khawatir sayang, Daddy akan terus mengambil simpati J, hingga J nanti bisa menerima dan menyebut Daddy," tutur Christian menatap lirih pada J yang sedari tadi hanya diam mendengarkan.
"Sudah jangan dibahas lagi, ayo kita semua sarapan dulu," Tuan Manuella mengajak mereka semua untuk sarapan, ajaibnya J tampak mulai akrab dengan Tuan Manuella, ia juga duduk disamping Tuan Manuella.
Saat mereka sedang bercanda diruang makan, terdengar suara seseorang yang datang.
"Wah, ramai sekali. Apa ada pesta?" imbuhnya.
Christian menoleh dan Marina langsung menghampirinya dengan senyuman. Tapi senyum itu memudar saat melihat siapa yang duduk disamping Christian.
"Kau..." tunjuk Marina.
bersambung
__ADS_1
Author bobo duyu yaa...
selamat malam..