Mengejar Cinta Sang Asisten

Mengejar Cinta Sang Asisten
53.


__ADS_3

"Bye mom," ucap J dan Jessy bersamaan saat tiba di sekolahnya.


"Bye sayang, ingat belajar yang rajin dan jangan nakal," pesan Keyzia pada kedua anaknya.


"Oke mom," jawab J dan Jessy kembali bersamaan.


Mereka pun masuk ke dalam gedung sekolah, sementara Keyzia kembali masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya menuju kantor Christian.


Tanpa Keyzia sadari, Ben mengintai dari balik pohon didekat sekolah.


....


Keyzia tiba di kantor Christian, dan langsung naik ke lift khusus dan menuju ruangan Christian.


Ting...


Lift terbuka, dan Keyzia keluar dan berjalan menuju ruangan Christian.


"Selamat pagi nyonya," sapa Anna sekretaris Christian.


"Selamat pagi, Christian ada?" tanya Keyzia.


"Tuan sedang berada di ruang meeting, ada salah satu klien yang datang dari luar negeri," jelas Anna salah satu sekretaris kepercayaan Christian.


"Hemm, baiklah. Aku akan menunggu disini," ujar Keyzia.


"Jangan nyonya, anda bisa menunggu tuan di ruangannya, mari saya antar," ucap Anna.


"Tidak usah, aku bisa sendiri. Lanjutkan pekerjaanmu," balas Keyzia.


Anna pun mengangguk dan tersenyum.


Keyzia masuk ke ruangan Christian dan duduk di sofa sambil membaca majalah bisnis milik Christian. Ia tersenyum saat melihat wajah Christian menjadi sampul utama majalah itu.


"Aku tampankan?" bisik Christian di telinga Keyzia.


"Kamu?" Keyzia terkejut dan langsung memutar badannya.


Christian terkekeh, kemudian memeluk istrinya, memberikan kecupan di kening dan bibir Keyzia.


"Apa kamu sibuk?" tanya Keyzia yang mengangkat tangannya kemudian mengalungkannya ke leher Christian.


"Lumayan, ada apa?" ucap Chriatian kembali bertanya.


"Aku ingin menemanimu disini," ujar Keyzia mengecup bibir Christian, dan Christian pun membalasnya.


Tangan Christian, melingkara di punggang Keyzia dan meremasnya. Keyzia semakin memperdalam ciumannya dan menarik leher Christian agar lebih dekat dengannya.


Saat mereka asyik dengan kegiatan mereka, tiba- tiba terdengar suara ketukan.


Tok...


Tok...


Keyzia segera melepas pagutannya dan sedikit berjalan mundur kearah jendela.


Christian merapikan kembali penampilannya, kemudian mengijinkan Reynold masuk.


"Ada apa?" tanya Christian.

__ADS_1


"Meeting jam 11 bersama tuan Andreas dari perusahaan XX," ucap Reynold memberitahu.


"Baiklah, siapkan saja semuanya," titah Christian.


"Baik tuan," jawab Reynold kemudian undur diri dan keluar dari ruangan Christian.


"Kamu tidak apa-apa aku tinggal sayang?" tanya Christian lembut sembari memeluk pinggang istrinya.


"Tidak apa-apa, pergilah," ucap Keyzia.


"Baiklah, jika butuh sesuatu Anna katakan pada Anna, aku akan memintanya untuk melayanimu," ujar Christian, mengecup kening Keyzia.


"Aku tau," timpal Keyzia mengecup kilas bibir Christian.


Christian membalas ciuman lembut dari Keyzia.


"Kamu nakal sayang, aku jadi tidak sabar ingin memakanmu sekarang," ujar Christian kembali mengecup bibir istrinya.


"Cepat selesaikan pekerjaanmu, aku akan menunggumu," goda Keyzia dengan mengedipkan matanya.


"Baiklah sayang, aku meeting duku. Jika ada apa-apa cepat beritahu aku," Christian mengecup kening istrinya, kemudian berjalan keluar dari ruangannya dan menuju ruang meeting.


....


Disekolah, J dan Jessy sedang bermain di taman bersama teman-temannya.


"J, Jessy," sapa seseorang yang begitu mereka kenal.


"Uncle Ben," ujar J dan Jessy bersamaan. Mereka pun berlari ke tepi pagar dan mendekati Ben.


"Uncle Ben, apa yang uncle lakukan disini?" tanya si cerewet Jessy.


"Mommy baik, dan mommy sudah sehat," jawab Jessy yang paling cerewet dari tadi.


"Uncle sudah berjanji majan siang dengan mommy, apa kalian mau ikut?" tawar Ben pada edua bocah itu.


"Uncle yakin mommy juga mengajak kami?" tanya J merasa curiga. Sebab tidak seperti biasanya Mommynya akan mengajak mereka. Tapi Ben kembali meyakinkan J jika apa yang di katakannya adalah benar.


Dengan segala bujuk rayunya, akhirnya Ben berhasil membawa J dan Jessy. Ia pun meminta ijin pada guru dan securiti dengan mengatakan jika ia adalah Paman J dan Jessy.


Para guru dan securiti pun tidak merasa curiga melihat kedekaan antara Jessy dan Ben, mereka pun mengijinkannya membawa kedua anak kembar itu.


....


Keyzia merasa bosan, ia pun melirik jam di dinding. Sudah waktunya kedua anaknya pulang sekolah, ia pun keluar dari ruangan Christian dan menemui Anna.


"Anna, bilang pada tuan aku pulang. Aku akan menjemput J dan Jessy pulang sekolah," ujar Keyzia.


"Apa mau saya panggilkan sopir nyonya?" tawar Anna pada istri majikannya.


"Tidak perlu, aku bawa mobil sendiri," jawab Keyzia berlalu dari hadapan Anna.


Keyzia melajukan kedaraanya menuju ke sekolahan J dan Jessy.


Tiba di sana, Keyzia melijhat suasana sekolah telah sepi.


Deg...


Perasaan Keyzia sudah tidak menentu, namun ia masih mencoba meyakinkan dirinya bahwa kedua anaknya masih berada didalam. Meskipun di dalam hatinya sudah mengatakan hal lain.

__ADS_1


Keyzia tiba di kantor kepala sekolah dan menanyakan tentang kedua anaknya. Namun ternyata seluruh penghuni ekolah telah pulang, hanya tingga penjaga sekolah dan securitinya.


Hingga, Keyzia mendengar pengakuan dari salah satu penjaga sekolah yang mengatakan jika J dan Jessy sudah pulang bersama Pamannya.


Mata Keyzia membulat, Paman yang mana?


Setahu Keyzia ia hanya memiliki satu orang Kakak laki-laki, tapi saa ini Ivan sedang berada di Indonesia bersama keluarganya. Jika pun Ivan datang, sudah pasti Sandra atau Devano memberitahunya.


Keyzia yang putus asa pun akhirnya menelpon Christian dan mengatakan yang sebenarnya.


Christian segera meluncur ke sekolahan kedua anaknya.


"Apa yang terjadi sayang, ada apa ini?" tanya Christian panik.


"J dan Jessy tidak ada disekolahnya," jawab Keyzia panik.


"Kamu yakin, apa kamu sudah menelpon rumah dan bertanya pada orang-orang dirumah?" timpal Christian.


"Aku sudah menghubungi Gustav, dan ia mengatakan mereka belum kembali," jelas Keyzia.


"Kamu tenang ya, aku akan meminta anak buahku mencari mereka," hibur Christian.


Keyzia mengangguk, namun di dalam hatinya tetap merasa khawatir.


Christian pun membawa istrinya kembali kerumah dan meminta Mamanya menemani Keyzia.


"Ma, Chris minta mama temani Keyzia ya. Chris akan mencari J dan Jessy," ucap Christian.


"Iya sayang, kamu hati-hati ya," pesan Mama.


"Aku telah menelpon orang-orang ku untuk membantumu. Mereka telah menyebar untuk mencari kedua cucuku," ucap tuan Manuella.


Christian menganggukan kepalanya, "Terima kasih,"


Tuan Manuella menatap punggung putra kebanggannya dengan tatapan lirih.


"Kenapa putraku selalu seperti ini," ucap tuan Manuella lirih.


"Maksudmu?" tanya Mama Laura.


"Baru saja ia menikmai kebahagiannya, sekarang ia harus seperti ini lagi," ucap tuan Manuella.


"Itu artinya Tuhan menyayangi mereka, dengan memberikan ujian untuk keluarga mereka. Hanya tergantung bagaimana mereka menjalani dan menghadapinya," jawab Laura bijak.


....


Ditempat lain, J dan Jessy dibawa Ben ke sebuah tempat yang jauh dari keramaian. Mera di masukkan kesebuah gedung kosong.


"Uncle, ini tempat apa?" tanya Jessy heran.


"Ayo masuk, kita mampir sebentar disini," bohong Ben.


Jessy menganggukakan kepalanya dan percaya. Tapi tidak dengan J, ia menatap sekeliling tempat dimana dia dan saudarinya berada saat ini. Ia curiga ada rencana jahat untuknya dan saudarinya.


J masih bersikap tenang dan polos layaknya anak kecil, tapi tanpa Ben sadari kalau J adalah bocah yang cerdas.


Klik...


J menekan tombol di jam pemberian Daddynya, yang telah ia modifikasi dan tersambung ke ponsel milik Daddynya. Dengan begitu Daddynya akan dengan mudah melacak keberadaannya.

__ADS_1


bersambung.


__ADS_2