
Sudah hampir satu minggu Keyzia berada dirumah Christian, ia pun sudah mulai dekat dengan anak-anaknya J dan Jessy. Keyzia juga mulai terbisa melayani keperluan Christian, meskipun Christianlah yang membimbingnya.
"Key, dimana ... "
"Ini ... " Keyzia menyerahkan sapu tangan pada Christian.
Christian tersenyum dengan ulah istirnya.
"Terima kasih sayang." ucap Christian.
Keyzia tersenyum.
Christian memperhatikan mimik wajah Keyzia.
"Kamu ada masalah sayang?" tanya Christian menatap Keyzia.
"Hum ... apa aku boleh menelpon mama dan papa? Aku merindukan mereka." ucap Keyzia.
Christian menghela napasnya lega. Ia membelai wajah Keyzia.
"Tentu saja boleh ..." jawab Christian.
Wajah Keyzia kembali cerah.
"Tapi nanti malam ya, disana pasti sudah malam, dan mereka pasti sudah tidur." lanjut Christian.
"Baiklah ... " jawab Keyzia.
Christian menatap kembali wajah cantik istrinya. Ia mengusap jempolnya ke bibir Keyzia.
Christian mendekatkan wajahnya ke Keyzia, semakin dekat. Kini hembusan napas Christian bisa Keyzia rasakan di wajahnya, perlahan Christian menundukan wajahnya dan mengecup lembut bibir Keyzia.
Keyzia terkesiap, ia terkejut dengan ulah Christian. Tapi entah mengapa ia tidak menolak ciuman Christian, ia malah membuka mulutnya dan membiarkan lidah Christian menerobos masuk kedalam mulutnya. Lidah Christian berselancar indah di dalam mulut Keyzia, Christian menarik pinggang Keyzia agar makin mendekat padanya.
Perlahan tangan Keyzia naik dan melingkar indah di leher Christian. Ia juga mulai membalas ciuman Christian.
Christian tersenyum saat melihat Keyzia memejamkan matanya. Saat mereka sedang asyik dengan aktifitas mereka, tiba-tiba ...
"Mooom ... " seru si cerewet Jessy yang masuk.
Secepat kilat Keyzia mendorong Christian agar menjauh, namun Christian menariknya kembali ke pelukannya.
"Ada Jessy disini." ucap Keyzia dengan wajah memerah.
"Tidak apa-apa, Jessy akan senang jika melihat kita seperti ini." bisik Christian ditelinga Keyzia dan mengecupnya.
"Chris ... " panggil Keyzia lembut.
Christian terkejut mendengar Keyzia menyebut namanya dengan panggilan seperti biasanya.
Ia pun semakin mengeratkan pelukannya dan menghadiahkan kecupan lembut dipuncak kepala istrinya.
....
Dirumah keluarga Anderson.
Tuan Anderson sedang pusing, bagaimana tidak sang istri tidak henti-hentinya meminta padanya untuk menelpon Christian dan membawa Keyzia kembali. Pria itu tidak berani melakukannya, sebab setelah ia melakukan penyelidikan tentang kebenaran hubungan antara Christian dan Keyzia.
"Bawa pulang dia Lucas, kita tidak tau apa dia bahagia disana atau tidak. Dia tidak pernah menghubungi kita sejak kepergiannya kemarin, bagaimana keadaannya sekarang." ucap Nyonya Anderson cemas.
"Tenanglah sayang aku yakin dia baik-baik saja. Christian pasti menjaganya dengan baik, aku lihat pria itu sangat mencintainya." jawab Tuan Anderson.
"Aku harap apa yang kau katakan itu benar." tutup istrinya.
__ADS_1
Tidak lama setelahnya, pelayan mereka mengatakan jika Christian menelponnya. Wajah Nyonya Anderson yang semula murung, kini kembali ceria setelah berbicara dengan Keyzia. Kecemasannya pun hilang saat melihat senyum terkembang di bibir Keyzia saat membawa serta kedua buah hatinya.
Setelah cukup lama mereka berbincang, melalui telpon. Christian pun memutuskan sambungannya, namun tidak lupa Nyonya Ander berpesan pada Christian untuk menjaga dan melindungi Keyzia, dan Christian pun berjanji. Christian tahu Nyonya Anderson sangat menyayangi Keyzia istrinya.
....
Hari ini Chirstian akan membawa Keyzia kembali ke apartemennya, ia ingin membuat Keyzia sedikit mengingat masa lalunya.
Saat tiba disana, mata Jeyzia menatap sekeliling ruangan yang dipenuhi photo dirinya dan pria disebelahnya. Keyzia menoleh ke arah Christian yang tersenyum padanya.
"Ayo masuk'" ajak Christian.
Keyzia melangkahkan kakinya kedalam, dan kembali menatap sekitarnya.
"Kenapa tidak ada photo J dan Jessy?" tanya Keyzia.
Christian terdiam, tidak lama setelahnya ia pun tersenyum.
"Saat kita tinggal disini, kita baru saja menikah dan mereka masih ... " Christian menggantung kata-katanya.
Keyzia pun tersenyum dan menganggukan kepalanya tanda mengerti.
"Mau ku tunjukkan kamar kita?" tanya Christian.
"Iya ... " jawab Keyzia cepat.
Christian pun kemudian membawanya ke kamarnya.
Sekali lagi mata Keyzia dibuat takjub, tiada tempat disetiap sudut selain photo Keyzia yang terpajang disana.
Christian mengernyitkan dahinya saat melihat Keyzia bergidik ngeri.
"Kenapa?" tanya Christian heran.
Christian tertawa lepas.
"Aku tidak terobsesi padamu, tapi sebaliknya kamu yang tergila-gila padaku." ujar Christian bangga.
"Ish ... " desis Keyzia sembari menamapar lengan kekar Christian.
Christian menarik pinggang Keyzia dan memeluk pinggangnya.
"Aku jujur, dulu aku tidak mempedulikanmu. Aku bersikap cuek, dan angkuh padamu. Tapi, setelahnya aku menyadari, kalau kamulah cintaku. " ungkap Christian mengecup kening Keyzia.
....
Marina baru saja kembali dari Italia, ia bersama Simon langsung menuju kediaman Manuella.
"Selamat datang nyonya," sapa salah satu pelayan.
"Hum ... " jawab Marina angkuh.
Ia pun berjalan menuju ke kamarnya.
"Dimana Christian?" tanya Marina.
"Tuan muda sedang pergi dengan nyonya Keyzia." jawab pelayan.
"Apa? Kamu bilang apa tadi, nyonya Keyzia?" tanya Marina.
"Iya nyonya Marina, nyonya Keyzia telah kembali. Tapi sayangnya, nyonya Keyzia sedang amnesia gara-gara kecelakaan itu." jelas pelayan.
Marina tersenyum licik.
__ADS_1
'Aku akan menggunakan kesempatan ini untuk memisahkan mereka. Aku tidak akan membiarkan kalian bersama dan hidup bahagia.' ucap Marina dalam hati.
****
Keyzia terbangun, dari tidurnya. Christian menarik kembali Keyzia dalam pelukannya.
"Mau kemana?" tanya Christian.
"Mau bangun, sudah sore. Kita harus pulang sekarang, kasian anak-anak menunggu dirumah." jawab Keyzia.
"Tunggu sebentar lagi, aku masih ingin seperti ini." bisik Christian ditelinga Keyzia.
"Chris ... " rengek Keyzia.
"Iya sayang ... " sahut Christian kembali mengurung Keyzia dalam dekapannya.
"Chris ... " seru Keyzia berteriak.
Christian tertawa sambil terus menggelitik perut Keyzia, Keyzia terus berusaha menghindar tapi Christian terua saja menggelitik perutnya.
"Chris ... kepala ku." keluh Keyzia.
Christian segera berhenti dan mendekati Keyzia.
"Sayang kamu tidak apa-apa?" tanya Christian khawtir.
"Aku pusing ... " Keyzia memegang kepalanya.
"Bagian mana yang sakit, kita ke dokter sekarang ya." ucap Christian.
"Di sini," tunjuk Keyzia di kepalanya.
Christian panik, memegang kepala Keyzia. Tanpa Christian sadari, Keyzia sedang mengerjainya, dan berusaha menahan tawanya saat melihat wajah panik Christian.
"Chris ... " panggil Keyzia.
"Ya sayang, apa ada yang sakit lagi?" tanya Christian panik.
"Aku bohong." ucap Keyzia mengulum senyumnya sembari menatap wajah Christian.
"Apa?" tanya Christian bingung.
Keyzia menganggukan kepalanya dan tersenyum.
"Sayang ... jangan bilang kamu lagi ngerjain aku." tanya Christian.
"Maaf ... " ucap Keyzia masih berusaha menahan senyumnya.
Christian menyipitkan matanya, kemudian meraup tubuh Keyzia dan menindihnya.
"Kamu udah berani ya, kamu tau apa hukuman untuk ke jahilan kamu ini?" ucap Christian sembari menatap mata Keyzia.
"Maaf, aku janji tidak akan mengulanginya." ucap Keyzia.
"Aku takut jika sesuatu menimpa kamu lagi Key." ucap Christian lirih.
"Baiklah, aku janji." jawab Keyzia.
"Baiklah, sekarang bersiaplah. Kita akan pulang, sekarang." timpal Christian.
"Oke ... "
Mereka pun keluar dari apartemen dan kembali kerumah.
__ADS_1
bersambung.