Mengejar Gadis Dingin

Mengejar Gadis Dingin
Acara Hardiknas


__ADS_3

Hari ini ada acara gerak jalan di sekolahku, dalam rangka hardiknas atau kepanjangannya hari pendidikan nasional.Aku dan Lina turut memeriahkan acara ini dan pastinya aku pun ikut acara gerak jalan santai ini yang diikuti para siswa berbagai kelas dan berbagai jurusan.


Awal perjalanan aku merasa sehat dan semangat, namun setelah melewati beberapa rute kepalaku kembali terasa pusing dengan nafas yang berat dan penglihatan pun remang-remang.Aku mencoba menguatkan fisikku agar tidak ambuk dijalanan, namun perkiraanku salah aku lalu jongkok di pinggir jalan karena sudah tidak kuat lagi berjalan dengan kondisi kepala pusing dan penglihatan remang-remang.


Untung saja di belakang ada kakak kelas yang kebetulan melihat kondisi keadaanku saat itu.


"Orang ini pucat banget wajahnya, coba minta air yang bawa air kemasan."


Lalu ada salah seorang yang berbaik hati memberi aku air minum dalam kemasan cup.


"Ini neng minum dulu."


Aku pun segera mengambil air minum kemasan itu yang ditawarkan tadi.Dan aku pun segera meminumnya.


Ketika aku sedang di pinggir jalan dengan sahabatku dan juga kakak kelasku yang kebetulan menolongku.Aditya dan Cici pun lewat lalu melihatku dengan sinis.


"Lah dasar langganan pingsan, cuma pura-pura kali tuh." ucap mereka sambil berjalan dan melewati aku dijalanan.


Aku pun karena merasa tidak enak kepada kakak kelas yang sudah menolongku, aku pun berucap.


"Maaf ya kakak, aku selalu merepotkan begini, aku pun tidak mau fisikku lemah begini."


"Iya neng gak apa-apa kok, apa neng punya darah rendah?" tanya kakak kelas itu.


"Iya kak punya."


"Kalau gitu makanannya dijaga ya neng, harus sering makan sayuran." kakak kelas itu memberi saran.


"Iya kak, terima kasih sarannya ya."


Lalu ada mobil bu guru bahasa Inggris yang ikut patroli di acara gerak jalan itu.


Kakak kelas itu terlihat sedang meminta izin supaya aku bisa naik ke mobil itu takutnya nanti diperjalanan pingsan.Lalu bu guru bahasa Inggris pun menghampiri aku di pinggir jalan dalam keadaan masih jongkok.


"Ini Amanda anak kelas X ips kan?" tanya guru bahasa inggris itu.


"Kalau masih belum kuat berjalan, mari sini ikut ibu saja ke dalam mobil." lanjut guru bahasa inggris itu.

__ADS_1


"Tapi bu, saya takut merepotkan Ibu." ucapku merasa sungkan takut merasa merepotkan.


"Tidak kok,tidak merasa direpotkan oleh kamu, ayo naik saja ke dalam mobil daripada dipaksakan jalan nanti tidak kuat." ucap guru bahasa inggris lagi.


"Neng yang satu lagi biar bareng kita aja, biar neng Amanda yang ikut ke mobil." kata kakak kelas yang menolongku tadi.


Akhirnya Lina pun kembali berjalan ditemani dengan beberapa kakak kelas.


Mobil guru bahasa inggris pun melaju menuju sekolahku, dan ketika mobil itu melaju, Lina tampak berjalan seperti tadi ketika akan berangkat.


Aku pun dari dalam mobil guru itu merasa sedih tidak bisa menemani sahabatku berjalan seperti waktu tadi waktu pertama berangkat.


Beberapa menit kemudian, mobil guru bahasa inggris pun telah sampai di sekolah.Lalu aku pun turun dari mobil guru bahasa inggris itu sambil mengucapkan terima kasih.


"Terimakasih ya bu, sudah memberikan tumpangan, maaf saya merepotkan jadinya."


"Iya neng Amanda sama-sama, semoga lekas sehat kembali ya." ucap guru tersebut.


***


Aku tidak ikut acara apapun.Aku hanya menonton saja dan aku jualan asinan buah mamahku yang cupnya minimalis tiga ribuan, jadi asinan buahnya cepat habis.


Lalu, ada seorang guru ekonomi yang bilang kepadaku.


"Asinan buahnya enak neng, ibu salut sama neng sudah bisa jualan cari nafkah dan tidak gengsi.Contohlah neng ini belajar mandiri jangan bisanya cuma manja terus."


Mendengar perkataan guru ekonomi tersebut, aku hanya diam dan tersenyum.


Bisa-bisa orang yang tidak menyukaiku tambah nyinyir saja sama aku.Selalu aku yang menjadi objek percontohan.


Padahal aku membawa asinan buah mamahku hanya murni belajar jualan saja tidak ingin mencari muka guru untuk dipuji.


Dan benar saja, ketika aku menuju ke toilet sekolah, aku dihadang oleh pasukan yang suka membullyku.Dan mereka sambil berkata.


"Si cupu doyan banget cari muka sama guru ya, apa tidak kapok dikurung di dalam toilet?"


Lalu aku pun mencoba menjawab pertanyaan yang mereka lontarkan kepadaku.

__ADS_1


"Oh, jadi yang mengurungku ditoilet itu kalian?tega banget sih kalian bikin aku sakit."


"Kalau iya memang kenapa hahaha." Mereka dengan tawa sinisnya menggelegar.


Aku pun cepat-cepat lari agar tidak menjadi korban dikurung ditoilet lagi.


Beberapa jam kemudian, acara disekolah pun telah selesai dan jualan asinan buah minimalis pun habis tak bersisa.


Lalu aku pun bergegas untuk pulang ke rumah dengan mengayuh sepeda kesayanganku.Sementara,Lina seperti biasa pulang dengan naik angkutan umum.


***


Dijalanan, aku mengayuh sepedanya dengan agak sedikit santai.Karena hari masih belum terlalu siang juga dan takutnya mamahku sedang tidak berada dirumah juga.


Begitu lewat warung aku berhenti sebentar, aku membeli minum karena merasa sangat haus.Setelah dirasa hausku hilang dan minumanku habis lalu aku kembali melanjutkan perjalananku menuju rumah dengan masuk ke perumahan dengan jalanan komplek yang berbelok-belok.


Beberapa menit kemudian, setelah aku melewati perumahan yang lain akhirnya aku sampai juga menuju rumahku.Rumah minimalis hasil menyicil bapak dan mamahku beberapa tahun yang lalu.Tahun sekarang alhamdulilah sudah lunas cicilannya, tinggal menabung untuk masa depan aku dan adikku yang katanya ingin sekolah sampai tinggi.


Seperti biasa, aku simpan sepedaku di dalam garasi.Lalu aku membuka pintu untuk masuk ke dalam rumah.


Karena hari ini asinan buahnya tidak jualan, bahan untuk jualannya dibawa aku semua ke sekolah.Jadi hari ini mamah dirumah santai saja menonton acara televisi yang disukai.


Aku pun menyetor hasil jualanku tadi disekolah.


"Ini mah hasil jualan aku tadi disekolah." ucapku sambil memberikan lembaran-lembaran uang.


"Alhamdulilah, laku banget ya neng."


"Iya mah alhamdulilah pada suka asinan buah bikinan mamah."


"Iya sudah ini mamah kasih sebagai imbalan karena sudah bantu jualan."


Mamahku pun memberikan aku uang sepuluh ribuan empat lembar.


"Asyik..terimakasih mah."


Aku pun membuka pintu kamar dan segera memasuki kamar.Dan aku pun langsung rebahan ditempat tidur supaya lelahku hilang, setelah dirasa lelahnya hilang nanti aku pun menuju kamar mandi untuk cuci muka dan menuju ruang makan untuk menyantap makan siang.

__ADS_1


__ADS_2