Mengejar Gadis Dingin

Mengejar Gadis Dingin
Salah Paham


__ADS_3

Lina terlihat begitu menikmati sajian rujak yang disajikan oleh Abang-abang itu terlebih tadi Lina terlihat memesan dengan bumbu yang lumayan pedas karena Lina sempat meminta kepada abang-abang itu, cabainya ditambah lebih dari satu biji.


Ketika kerak telor yang Amanda pesan sudah jadi,lalu Amanda pun segera membawa sajian kerak telor yang tersaji diatas piring rotan yang dilapisi kertas nasi.Menuju ke meja tempat para siswa makan saat istirahat dan Amanda juga mendekati Lina kemudian Amanda ikut duduk di kursi pinggir Lina.


Ketika sudah sampai meja, Amanda pun memulai sebuah obrolan Debian sedikit bertanya kepada Lina.


"Lin, kamu kenapa tiba-tiba pesan rujak ?kamu ngidam ya?"


"Huusstt kalau ngomong sembarangan,mana mungkin aku ngidam,dihamili siapa?pacar juga gak punya."


"Terus kenapa? tumben banget."


"Gak kenapa-kenapa,aku agak sedikit pusing aja."


"Kamu sakit?minum obat yuk,kita ke uks."


"Bukan pusing sakit nda,tapi pusing sedang banyak yang dipikirkan."


"Memikirkan apa?coba sini cerita barangkali aku bisa bantu."


"Aku sedih nda sekaligus bingung juga,ayahku baru saja kena phk dampak pengurangan karyawan di perusahaan,akibat perusahaannya sedikit colaps.Sedangkan kebutuhan hidup makin banyak, lalu baru saja ibuku selesai lahiran dan pasti butuh biaya juga buat kedepannya."


"Hmm begitu ya,coba tenangkan dulu ya,nanti aku akan coba untuk tanya sama bapak aku apakah ada lowongan kerja di perusahaannya berkerja atau enggak."


"Hmm iya Amanda, terima kasih ya atas bantuannya,agak sedikit lega sekarang."


"Iya sama-sama,pokoknya kamu tenang dulu ya, aku pasti akan bantu."


"Iya."


Setelah kedua sahabat itu saling menguatkan dengan kondisi keluarganya, Deva pun melewati meja Amanda dan hampir saja Deva akan menabrak pelayan yang tengah sibuk menyajikan makanannya


Amanda pun berdehem sedikit ke arah Deva.


"Hmm..Hmm.."


Deva pun menoleh ke arah deheman Amanda.


"Eh kamu nda,tumben disini,sedang apa?"


"Aku sedang bersama sahabatku."


"Oh gitu,Amanda aku mohon maaf ya."


"Maaf untuk apa?"


"Soal tadi pagi,aku jadi sering sibuk dengan handphoneku,tapi jujur bukan aku yang mendekati lagi tapi mantan aku."

__ADS_1


"Oh jadi mantannya balik lagi ya?"


"Ya,aku tak sengaja bertemu dia kembali waktu aku sedang berada di konter untuk isi pulsa,entah dia tahu dari mana nomorku,dia langsung hubungi aku lagi malah jadi sering."


"Oh begitu.."


"Iya,takutnya kamu salah paham dengan sikapku tadi pagi."


"Iya gak apa-apa kok,gak perlu dijelaskan panjang lebar juga gak apa-apa,lagipula aku ini bukan siapa-siapa kamu kok."


"Tapi aku ada sedikit perasaan sama kamu." ucap Deva dengan nada pelan.


"Apa?tadi ngomong apa?aku gak jelas dengarnya."


"Enggak apa-apa,enggak penting juga kok."


"Oh."


"Iya sudah,aku duluan ya Amanda,aku mau lanjut menuju ke ruangan musik lagi."


"Iya Deva silahkan."


Amanda melirik sahabatnya Lina,sepertinya rujaknya sudah mulai mau habis.Lalu Amanda mengajak Lina untuk sama-sama masuk kelas meskipun sekarang pada kenyataannya berbeda kelas dan terpisah dinding.


"Rujakmu sudah habis,kita ke kelas yuk Lin."


"Untuk sementara libur dulu deh,lagi malas baca Lin."


"Ya sudah ayo kita sama-sama ke kelas saja."


Saat aku dan Lina berdiri dan akan beranjak dari kursi,aku pun merapikan rok ku takutnya ada yang menempel dirok sekolahku.


Setelah semuanya benar-benar bersih tidak ada yang menempel.Aku dan Lina pun lalu berjalan menuju ke kelasnya masing-masing.


Karena hari ini cuaca agak sedikit redup,jadi kita berdua berjalannya melewati pinggir lapangan basket tidak melalui depan kelas.Karena sekarang, didepan kelas siswa-siswa sedang duduk santai di kursi panjang menunggu bel berbunyi.Karena kita berdua orangnya pemalu, jadi rasanya agak malas kalau harus berpapasan dengan semua orang.


Beberapa menit kemudian,aku dan Lina pun telah sampai menuju kelasnya masing-masing.


Lalu kita berdua masuk ke kelasnya masing-masing.Setelah masuk kelas,tibalah bel tanda masuk kelas berbunyi dengan nyaring tepat berada di depan kelasku arah suaranya.Dan tandanya, jam istirahat telah habis dan kembali mengikuti pelajaran selanjutnya.


Beberapa jam telah berhasil dilewati,dan kini saatnya untuk pulang.Seperti biasa, Deva mengajaknya untuk pulang bareng dengan menumpangi kendaraan roda dua milik Deva.


Amanda pun tanpa ragu mengiyakan ajakan Deva itu karena lagi-lagi Lina sudah pulang terlebih dahulu.Dan Amanda tidak ada pilihan lagi selain kembali nebeng di kendaraannya Deva.


Hal itu merasa Deva sangat senang,karena Deva secara diam-diam mulai ada perasaan dengan Amanda.


Tapi Deva belum melakukan usaha apa-apa, dan biarkan perasaannya mengambang terlebih dahulu didalam hatinya sampai dia benar-benar siap.

__ADS_1


Kendaraan milik Deva itu,tanpa disadari sudah berada di dalam perjalanan menuju ke arah rumah Amanda.Ketika sedang ditengah perjalanan,Deva bertemu lagi dengan mantannya dan reaksi mantannya terlihat melihat pemandangan tak biasa Deva berboncengan dengan seorang perempuan itu dengan tatapan yang sinis.


Hal itu, Deva jadi melakukan semakin sengaja membuat mantannya itu merasa panas melihat adegan yang diperankan Deva tersebut.


Entahlah bagaimana perasaan perempuan yang melihat lelaki yang masih disayanginya berboncengan dengan perempuan lain.


Sedih dan kecewa tentu masih ada,kini mantannya Deva hanya terdiam,tadinya mau menyapa tapi yang dilihat kenyataan pahit maka rencana itu urung dilakukan mantannya tersebut.


Kini, usaha yang dilakukan Deva berhasil membuat mantannya kecewa dan sedih, karena sejak lama Deva sudah tidak ada perasaan lagi dengan mantannya itu.


Hanya mantannya yang terlihat menggebu-gebu untuk menarik perhatian Deva kembali.


Tak berapa lama,kendaraan yang dikendarai Deva dan ditumpangi Amanda pun telah sampai di rumahnya Amanda.


Kendaraan tersebut terlihat berhenti pas di depan gerbang pintu pagar rumahnya Amanda.


Saat Amanda turun dari kendaraan roda dua milik Deva, dan Deva terlihat senyum-senyum sendiri lantas membuat Amanda menjadi heran.


Lalu,Amanda pun karena merasa heran dengan tingkahnya Deva yang aneh tersebut.Lalu, Amanda pun bertanya kepada Deva.


"Dev,aku perhatikan kamu malah jadi aneh begitu,kamu gak apa-apa kan?"


"Aneh gimana maksudnya nda?"


"Ya aneh kamu kok senyum-senyum sendiri begitu."


"Oh, gak apa-apa kok,aku cuma agak sedikit senang saja hari ini."


"Oh begitu,ya syukur kalau kamu gak kenapa-kenapa."


"Kenapa memangnya Amanda?kamu khawatir denganku ya?"


"Gak apa-apa,cuma bertanya aja."


"Yah kirain beneran khawatir dengan keadaan aku."


"Ya sudah, aku masuk ke dalam rumah ya,terima kasih banyak atas tumpangannya."


"Iya Nda sama-sama, ya sudah kalau gitu aku pamit pulang ya, oh iya,titip salam buat mamahnya Amanda nanti kapan-kapan aku pesan asinan buahnya lagi."


"Iya Dev nanti disampaikan."


"Ya sudah ya,aku pulang dulu dadah Amanda."


"Iya."


Lalu Amanda pun berjalan menuju ke dalam rumahnya...

__ADS_1


__ADS_2