Mengejar Gadis Dingin

Mengejar Gadis Dingin
Pingsan


__ADS_3

Setelah mengantarkan pesanan asinan buah kepada pelanggan mamahku, Lalu aku pun pulang kembali menuju rumah dengan membawa uang sisa yang belum dilunasi sebesar dua ratus ribu rupiah.


Uang itu aku pun dikasihkan kepada mamahku dan sebagai imbalan telah membantu mamahku, aku pun hari ini dikasih uang jajan dua kali lipat dari biasanya.


Sebelum berangkat ke sekolah, aku pun sarapan nasi goreng dulu yang barusan mamah bikin sewaktu aku datang ke rumah.Aku istirahat dulu sebentar sembari menonton televisi dan menikmati sarapan pagi.


Setelah dirasa lelahnya sudah cukup menghilang dan nasi goreng pun habis, lalu aku pamit menuju ke sekolah dengan berangkat mengayuh sepeda lagi.Karena hari ini adalah hari senin, disekolahku diadakan upacara bendera setiap hari senin.


"Mah, aku berangkat dulu ya." ucapku.


Mamahku pun lalu teriak dari balik dapur.


"Iya nak, mamah tanggung lagi cincang bawang,sudah berangkat saja tidak usah salam juga gak apa-apa."


"Iya mah, aku berangkat."


***


Lalu sepeda kesayanganku aku kayuh kembali menuju depan perumahan dan menuju jalan raya terus mengayuh sedikit hingga akhirnya aku sampailah di sekolah dan sepedaku di parkir seperti biasa ditempat parkir sekolah.Aku pun segera berbaris di belakang karena aku datang agak sedikit terlambat menuju ke sekolah kelamaan istirahat tadi dirumah.


Setelah mengikuti upacara dan tiba saatnya pembina upacara berpidato, tiba-tiba tubuhku terasa berat dan mataku berkunang-kunang juga kepalaku agak sedikit pusing.


Lalu aku pun akan terjatuh dilapangan hingga pingsan tak sadarkan diri.


Bbbrrruuukkk...


Untung saja dibelakang ada anggota pmr yang sigap menahan aku untuk tidak terjatuh ke bawah.


Dengan dibantu dua orang anggota pmr aku dipapah untuk segera menuju ruang uks.Samar-samar aku mendengar orang yang tidak suka dengan aku dan selalu julid denganku berucap.


"Alah, paling cuma pura-pura pingsan dia mah karena malas belajar matematika."


Aku pun tidak menghiraukan ucapan itu karena aku memang benar-benar pusing dan kepalaku agak sakit.Hingga pada waktu selesai upacara, sahabatku Lina datang ke ruang uks untuk menjemputku kembali memasuki kelas.


Setelah dirasa pusingku mereda dan sudah tidak terasa sakit kepala lagi aku pun segera memasuki kelas bersama Lina.

__ADS_1


"Terima kasih ya Lin,sudah peduli sama aku." ucapku pada Lina ketika Lina menemui dan menjemputku di ruang uks.


Aku pun lalu memasuki kelas bersama Lina.


Saat tiba masuk kelas, ucapan nyinyiran itu kembali datang.


"Kebiasaan dia mah Setiap senin selalu pingsan, langganan banget."


Mereka tidak tahu kalau aku punya darah rendah yang sewaktu-waktu bisa pusing menyerang.


Aku tak menghiraukan nyinyiran itu, aku pun sudah bosan dan sudah aku anggap radio rusak saja.


Karena percuma kalau ditanggapi orang-orang macam mereka akan membuang-buang energi saja.


Hingga datanglah guru matematika menuju ke kelasku, dan aku pun segera membuka tasku untuk mengambil buku paket matematika dan buku tulis untuk segera aku pelajari.


Guru itu memberikan tugas, begitu aku lihat tugasnya sepertinya pernah diajari oleh sepupuku waktu kemarin-kemarin ketika aku berkunjung kerumahnya.Aku pun lalu mengerjakan tugas itu dengan santai karena aku pun pasti bisa mengerjakan tugas itu.


Dan ketika aku melihat orang yang selalu nyinyir tentang aku terlihat sangat gelagapan sepertinya tidak mengerti sama sekali tugas yang diberikan guru itu.


Hingga pelajaran pun hampir habis waktunya, akhirnya aku dan Lina yang duluan meninggalkan kelas dan segera istirahat menuju ke kantin karena perut sudah mulai demo.Setelah selesai jajan dikantin, lalu aku dan Lina pun menuju ke ruang perpustakaan.


Aku mau meminjam buku paket Geografi, sepertinya aku lupa dulu tidak meminjam buku itu.sedangkan Lina cuma mengantarku saja ke ruang perpustakaan, karena matanya sedang perih terlalu banyak membaca.


Setelah selesai meminjam buku dari perpustakaan, lalu kita berdua pun segera masuk menuju ke kelas lagi karena bel telah berbunyi dan pelajaran selanjutnya akan dimulai kembali.


Setelah memasuki kelas, lalu tidak berapa lama aku pun dipanggil oleh guru menuju ke ruang kantor.


Begitu dipanggil itu, aku kaget karena aku tidak berbuat onar tetapi malah dipanggil guru.


Guru pun bilang, "Jangan bilang ke siapa-siapa ya, ibu guru akan memberikan kamu beasiswa 25% lagi tahun ini."


Mendengar ucapan guru tersebut aku pun merasa senang sekali, Aku pun lalu menjawab ucapan Ibu guru tersebut.


"Terima kasih sebelumnya bu, telah mempercayakan kembali saya untuk mendapatkan beasiswa itu, aku janji tidak akan memberitahu yang lainnya karena berita ini."

__ADS_1


Ibu guru itu hanya mengangguk dan tersenyum.Lalu, aku pun disuruh untuk menuju ke kelas kembali.


Setelah aku memasuki kelas lagi, yang berada di kelas itu banyak yang tanya aku kenapa bisa dipanggil guru.


Aku pun menjawab dengan agak berbohong sedikit biar yang lain tidak banyak yang iri.


"Aku tadi dipanggil guru, guru cuma tanya Pusingnya sudah sembuh atau belum."


Terus aku jawab "Sudah sembuh kok bu, aku cuma alergi panas matahari saja jadi mudah pusing kleyengan." Setelah guru tersebut mendengar penjelasan aku, lalu aku pun disuruh menuju ke kelas kembali.


Dan orang-orang yang mendengar ceritaku itu percaya dengan cerita yang aku katakan tadi.


Beberapa menit kemudian, jam pelajaran pun sudah selesai.Aku dan Lina pun segera keluar meninggalkan kelas.


Saat di perjalanan menuju pulang, Lina pun berbisik."Nda, tadi kenapa dipanggil guru?"


Aku pun menjawab pertanyaan Lina itu dengan pelan juga. "Aku mendapatkan beasiswa lagi Lin, sebagai rasa syukur aku, aku mau traktir dulu makan bakso gimana?"


"Ya syukurlah kalau begitu, aku ikut senang dengarnya Nda, kalau tidak keberatan boleh deh, di kios depan itu ya." ucap Lina sambil menunjuk kedai bakso yang dimaksud.


"Boleh, tapi tunggu sebentar ya, aku mau ambil dulu sepeda di parkiran sekolah biar tidak bolak-balik." ucapku kepada Lina.


Lina pun mengangguk,dan Dia pun menunggu aku di depan sekolah yang ditumbuhi pepohonan rindang sambil berteduh. Dan aku pun berlari mengambil sepeda yang berada di parkiran sekolah.


Sesudah sepedaku diambil dari parkiran sekolah, lalu sepedaku aku tuntun dan Lina yang berada di belakangku mengikutiku untuk menuju ke sebuah kedai bakso di seberang depan sekolahku.


Setibanya di depan kedai, lalu sepedaku aku parkirkan di depan dan bisa terlihat dari dalam supaya aku tidak pusing nanti saat mencarinya.


Lalu aku dan Lina pun segera memesan bakso itu kepada pelayan kedai.


"Silahkan Lin, mau campur atau sayurnya aja tinggal bilang aja ke pelayannya ya." ucapku kepada Lina.


"Iya Nda siap, terima kasih ya Nda."


"Iya sama-sama Lin." ucapku.

__ADS_1


__ADS_2