
Setelah selesai jam pelajaran yaitu jam Duabelas siang,siswa yang berada di sekolah itu pun mulai pulang menuju ke rumahnya masing-masing.
Termasuk Amanda dan Juga Lina, karena sekarang keadaan Lina masih lemas Amanda pun berinisiatif untuk memapah Lina pelan-pelan menuju gerbang sekolah.Ketika sudah sampai berada di depan gerbang,ayahnya Lina pun datang menjemputnya dan beliau juga berkata kepada Amanda.
"Terima kasih ya nak Amanda,sudah membantu Lina berjalan." ucap ayahnya Lina.
"Iya om sama-sama,aku khawatir nanti diperjalanan pingsan makanya ditemenin sampai sini." ujar Amanda sambil membantu Lina untuk naik ke motor ayahnya.
"Iya,sebenarnya juga om takut Lina kenapa-kenapa di sekolahnya,karena masih agak sedikit sakit belum sembuh total tapi Linanya memaksa katanya takut ketinggalan pelajaran." ucap ayahnya lagi.
"Padahal tidak apa-apa om sekolahnya nanti saja nunggu Lina sudah pulih total,aku sudah bilang ke walikelas dan walikelas pun memakluminya."
"Ya sudah,tidak apa-apalah kalau atas kemauannya sendiri,tapi om minta bantuan kamu ya nak Amanda." Ayahnya Lina memohon bantuan kepada Amanda.
"Meminta bantuan apa om?" tanya Amanda
"Nanti kamu awasi terus ya selama masa pemulihan Lina,jajanannya jangan sembarangan dibeli kalau Lina jajannya sembarangan,nak Amanda lapor om ya."
"Oh begitu om,iya siap laksanakan om."
"Ya sudah,om pamit duluan ya,kasihan Lina perlu istirahat."
"Iya om silahkan."
Amanda pun mempersilahkan ayahnya Lina untuk segera pulang lebih dulu dengan Lina.
Setelah kendaraan roda dua milik ayahnya Lina sudah jauh,Amanda pun masih berdiri di depan gerbang untuk menunggu Angkot yang menuju ke arah rumahnya.
Ketika sedang menunggu itu,lalu Deva pun mendekati Amanda dan berusaha untuk mengagetkannya.
"Duuaarrr..." teriak Deva sambil cengengesan.
"Astaga,ya ampun Dev aku kaget tahu,kamu iseng aja ih." ucap Amanda sambil bermuka kesal.
"Hehe,maaf ya..lagian kamu bengong aja,di depan gerbang lagi."
__ADS_1
"Iya,tadi aku habis memapah Lina menuju ke depan gerbang karena ayahnya datang menjemput."
"Oh begitu ya."
"Iya Dev,oiya kamu kok belum pulang?mau ngapain dulu?" tanya Amanda yang agak sedikit penasaran.
"Iya belum kok,sebentar lagi dan aku gak akan ngapa-ngapain,aku sengaja menunggu kamu."
"Menunggu aku?"
"Iya,menunggu kamu."
"Mau ngapain memangnya?tumben banget."
"Hmm..aku hmm.."
"Kenapa?kok grogi gitu ngomongnya."
"Gimana ya mulainya,aku bingung." ucap Deva sambil bercucuran keringat dingin.
"Bingung kenapa Dev?tinggal ngomong aja apa susahnya."
"Iya sok ngomong aja,gak ada yang melarang kok."
"Tapi jangan disini ngomongnya,kita ke taman sekolah yuk."
"Boleh."
Deva pun mengajak Amanda untuk menuju ke taman sekolah,sesampainya di taman sekolah, Deva lalu langsung ngomong tanpa basa basi terlebih dahulu.
"Amanda,Sejak aku sudah akrab dengan kamu,aku pelan-pelan mulai ada rasa denganmu."
"Apa?" tanya Amanda pura-pura tidak dengar.
"Perlu diulang?"
__ADS_1
"Enggak kok Dev,aku cuma kaget saja."
"Jadi,kamu suka sama aku?"
"Iya Amanda,gimana? kamu mau kan jadi kekasih aku?"
"Hmm.. gimana ya? aku bingung nih mau jawab apa."
"Jawab aja Amanda gak usah bingung."
"Aku boleh minta waktu gak untuk memikirkan jawabannya?"
"Ya sudah kalau gitu,aku kasih waktu buat kamu mikir,tapi nanti dijawab ya."
"Iya Dev nanti akan aku jawab."
"Aku tunggu jawabannya."
"Iya Dev."
"Sudah Dev itu aja yang mau diomonginnya?"
"Iya sudah itu aja kok,oh iya kamu mau pulang ke rumah kan?"
"Iya ini mau pulang,memangnya kenapa?"
"Kalau begitu pulang bareng aku aja yuk." Deva pun menawarkan pulang bareng kepada Amanda.
"Tapi kan arahmu beda?"
"Gak apa-apa kok,aku anterin kamu dulu setelah itu aku baru nanti pulang menuju ke rumah."
"Boleh deh,kalau tidak ngerepotin,soalnya angkot sedang susah dari tadi belum ada yang lewat."
"Gak ngerepotin kok,santai aja lagi yuk pulang."
__ADS_1
Amanda akhirnya menerima tawaran pulang bareng dari Deva dan Deva pun tidak lama kemudian lalu menghidupkan kendaraan roda duanya.
Mereka tadi menuju gerbang sekolah sambil mengobrol jadi tidak terasa.Setelah kendaraan roda duanya hidup Deva pun melakukan kendaraan roda duanya bareng Amanda dibelakangnya.