Mengejar Gadis Dingin

Mengejar Gadis Dingin
Belajar Silat Di Perguruan Silat Kakek Deva


__ADS_3

Amanda masih berada di perguruan silat milik kakeknya Deva.Awalnya Amanda hanya melihat para pendekar senior yang sedang berlatih di tempat itu, namun akhirnya Amanda ingin mencoba juga beberapa jurus termudah.


Amanda diajari langsung oleh Deva cucu dari kakek pemilik perguruan silat ini.


Deva mendekati Amanda, dan Deva pun sepertinya bertanya sesuatu kepada Amanda.


"Amanda, apa kamu serius ingin belajar?" tanya Deva.


"Aku ingin mencoba bolehkah Dev?tidak akan bisa kalau tidak dicoba kan?" Amanda bertanya balik.


"Oke siap, aku akan siap menjadi pengajarmu hari ini yang pertama harus dikuasai adalah teknik kuda-kuda, sekarang coba praktekan dulu teknik dasar yang pertama, coba lihat dan ikuti aku ya."


Deva pun mempraktekan teknik dasar yang pertama itu.


"Nah, begini Amanda kalau belum terlalu bisa coba pelan-pelan dulu."


"Begini Dev?" Amanda memperlihatkan teknik dasar jurus pertamanya.


"Nah iya bagus Amanda, lalu nanti kita lanjut langkah teknik dasar yang kedua yaitu teknik sikap pasang."


Deva mempraktekan teknik dasar yang kedua, untuk praktek teknik yang kedua ini Amanda agak sedikit kesulitan.Deva pun membantu Amanda pelan-pelan.


"Aku bantu ya Amanda, mempraktekan tekniknya bagaimana."


Setelah selesai di teknik dasar yang kedua selanjutnya yang ketiga.


"Selanjutnya kita praktekan teknik yang ketiga ya Amanda."


"Sebentar ya Dev, aku haus mau ambil minum dulu."


"Silahkan nda."


Lalu Amanda pun berjalan ke pinggir lapangan untuk mengambil air minum yang tersimpan di tasnya.


Setelah beres minum, Amanda pun kembali menuju lapangan dengan berlari.


"Lanjutkan Dev, untuk praktek dasar teknik yang ketiga bagaimana?" tanya Amanda.


"Minumnya sudah Amanda?" tanya Deva.


"Sudah kok minumnya Dev."


"Oke, kita lanjut ya untuk mempraktekan teknik dasar yang ketiga yaitu teknik pola langkah."


"Aku praktekan dulu ya, nanti kamu ikuti setelah aku mempraktekan." lanjut Deva kemudian.


"Siap."


Amanda pun mengikuti intruksi arahan yang dipraktekan oleh Deva itu,namun kemudian kejadian yang buruk menimpa Amanda, kaki Amanda terkilir jadi latihan silat itu dihentikan oleh Deva.


"Aduhh kakiku sakit." ucap Amanda sambil memegang kakinya yang sakit karena terkilir.


"Kamu gak apa-apa Amanda?baru saja teknik dasar sudah cedera aja." tanya Deva.


"Iya nih aku kurang begitu mahir dalam berolahraga."


"Ketahuan nih, pasti kamu jarang berolahraga ya dirumah."

__ADS_1


"Iya aku memang jarang berolahraga, sekedar lari pagi pun jarang."


"Pantesan aja, jadi ototnya masih pada kaku.Ya sudah latihannya dihentikan aja ya takutnya malah makin sakit kalau diteruskan."


"Kita menuju ke pinggir lapangan saja supaya tidak mengganggu yang lain. lanjut Deva lagi.


Akhirnya Deva menuntun Amanda pelan-pelan, karena kaki Amanda masih terasa sakit.


Dan Deva pun menawarkan pijatan kecil-kecil supaya otot kakinya bisa normal kembali dan tidak sakit lagi.


"Aku pijat sedikit ya kakimu supaya ototnya normal lagi? " Deva pun menawarkan kepada Amanda.


"Boleh Dev silahkan."


Lalu Deva pun mengambil minyak urut yang tersimpan di kotak yang berada di dalam rumahnya.


Deva pun kembali ke pinggir lapangan setelah mengambil minyak urut itu dengan berlari.


"Maaf ya Amanda agak lama,tadi mencari dulu kotaknya."


"Kaki yang sakitnya mana Amanda?" lanjut Deva.


Amanda pun menunjukan kaki yang dirasa sedang sakitnya.


"Ini Dev disebelah sini yang terasa sakitnya."


"Tahan ya, aku memijit agak kencang."


"Aww..sakit Dev,Aww..." Amanda pun meringis karena kesakitan telah dipijat oleh Deva.


Dan untuk menghilangkan rasa sakitnya, Deva pun menawarkan minuman coklat panas dan roti bakar bikinan ibunya Deva.


"Amanda, kamu mau roti bakar dan minuman coklat gak?" tanya Deva.


"Boleh deh Dev."


"Oke, sebentar ya aku ambilkan dulu roti bakar dan minuman coklatnya di dapur."


"Silahkan Dev, aku tunggu disana ya di meja yang ada kursinya dekat pot bunga itu." Amanda pun menunjukan tempat yang dimaksud.


"Iya siap,tunggu ya."


Deva pun berjalan menuju ke dalam rumahnya dan lanjut berjalan menuju dapur rumahnya.Tidak beberapa lama kemudian Deva pun kembali dengan membawa nampan berisi dua buah gelas berisi minuman coklat panas dan sepiring roti bakar.


"Silahkan Amanda dicicipi."


Deva pun menyimpan dua buah gelas coklat panas dan sepiring roti bakar itu di atas meja kayu.


"Aku cicipi ya coklat panas dan roti bakarnya."


Amanda pun mengambil coklat panas di dalam sebuah gelas dan satu buah roti bakar di tangannya.


"Silahkan Amanda, semoga suka ya."


Begitu Amanda menggigit roti bakar itu terasa sekali rotinya sangat lembut dan selainya terasa.Juga saat Amanda menyeruput segelas coklat panas itu coklatnya sangat terasa pekat dan tidak pahit juga manisnya pas dan agak menghangatkan di tenggorokan.


"Enak banget Dev roti bakar dan coklat panasnya." ucap Amanda.

__ADS_1


"Kamu suka?"


"Aku suka Dev, terima kasih ya."


"Syukurlah kalau suka, aku senang mendengarnya."


"Silahkan nambah lagi roti bakarnya, karena semua ini hanya untukmu Amanda."


"Iya Dev, terima kasih banyak ya sebelumnya."


"Iya Amanda sama-sama."


Mereka berdua pun terlihat akrab berbincang-bincang hingga latihan silat pun tidak dilanjutkan kembali dan mereka berdua lebih memilih untuk duduk dikursi yang terdapat meja dan menghadap ke lapangan.


Begitu roti bakarnya habis dan minuman coklat pun habis, Amanda melirik jam di pergelangan tangannya ternyata sudah sore.


Dan Amanda sebelum berangkat ke perguruan silat itu Amanda akan pulang tidak kesorean.


Lalu, Amanda pun akhirnya berpamitan untuk segera pulang menuju rumahnya.


"Dev, kakekmu ada didalam?aku mau pamit pulang." tanya Amanda.


"Ada nda, silahkan ke dalam saja kalau mau pamitan, mari aku antar ke dalam rumah."


Lalu mereka berdua pun berjalan menuju dalam rumahnya Deva yang tertutup pintunya.Mungkin terlalu silau oleh cahaya matahari dari luar yang masuk menuju ke dalam.


Sesampainya di dalam rumah, lalu Amanda pun menemui kakeknya Deva.


"Kakek, maaf mengganggu waktunya, saya mau pamit pulang kek, hari sudah sore."


"Iya sudah silahkan cu kalau mau pulang, hati-hati dijalan ya cu." ucap kakeknya Deva.


"Terima kasih ya kek atas semuanya,maaf kalau saya merepotkan."


"Tidak..tidak merepotkan kok, malah kakek senang ada teman Deva juga yang mau berkunjung kesini, jangan kapok main disini ya, nanti mampir lagi kesini."


"Iya kakek insya allah, lain waktu lagi ya."


Setelah berpamitan kepada kakeknya dan seluruh penghuni di rumahnya Deva.


Lalu Deva pun mengantar Amanda menuju depan gerbang.


"Dev, aku pamit dulu."


"Iya Amanda, tadi kesini pakai apa?"


"Aku pakai angkutan umum Dev."


"Oh,itu angkutan umumnya akan lewat, yang itu bukan?"


"Iya Dev."


Setelah lebih dekat angkutan umum itu berhenti, lalu Amanda pun menyetop angkutan umum itu dan Amanda pun segera masuk ke dalam angkutan umum itu.


Begitu Amanda sudah masuk ke dalam angkutan umum Deva pun melambai-lambaikan tangannya.


Dan angkutan umum itu segera melaju kembali.

__ADS_1


__ADS_2