
Beberapa menit kemudian, angkutan umum yang ditumpangi Amanda pun kini telah sampai menuju depan gerbang perumahan tempat dimana Amanda tinggal.Lalu Amanda pun turun dari angkutan umum itu dan membayar ongkos.
Setelah turun dari angkutan umum, lalu Amanda memasuki ke gerbang perumahan dan terus berjalan menyusuri perumahan-perumahan yang lain beberapa jalan telah Amanda lewati dan beberapa blok perumahan telah Amanda singgahi.
Di dalam perumahan itu, terdapat nama jalan dari nama bunga-bungaan dan nama blok perumahan dari nama tumbuhan yang sudah langka serta sudah jarang ditemui.
Sudah sekian jauhnya Amanda berjalan, Beberapa menit kemudian, Amanda pun telah tiba di rumahnya.
Rumah hasil kerja keras mamah bapaknya yang cicilannya kurang lebih satu tahun lagi.
Begitu Amanda sampai di depan rumahnya, nampak mamahnya sedang membereskan barang jualannya karena bersyukur jualan hari ini ludes terjual di hari yang panas terik.
Ketika mamahnya melirik ke arah Amanda, maka dia pun segera dipanggil untuk segera membantu membereskan perabotan yang sudah kotor itu menuju ke ruang dapur untuk segera dicuci di wastefel dapur.
"Sudah pulang nda?sini bantu mamah dulu angkutin perabotan kotor." tanya mamahnya sambil menyuruhnya membantu.
"Sudah mah, siap Amanda bantu ya." jawab Amanda dengan sigap langsung mengambil perabotan-perabotan yang sudah kotor itu menuju ke dapur.
"Mah.." panggil Amanda.
"Iya, apa nda?" tanya mamahnya.
"Sepertinya tadi jualannya ludes laku semua ya mah? Ini perabotannya bersih tidak ada yang tersisa."
"Iya nda alhamdulilah laris manis tanjung kimpul dagangan laris cepat terkumpul."
"Syukur deh kalau laris, semoga begini terus ya mah tiap hari." ucap Amanda sambil membawa perabotan itu ke dapur.
"Iya nda Aamiin, kan hasilnya juga buat Amanda juga nanti tabungan buat kuliah, asal Amanda rajin apapun yang Amanda ingin insya Allah mamah akan semangat mencari rezekinya."
"Terima kasih ya mah sudah kerja keras buat Amanda, pokoknya Amanda akan belajar yang rajin biar masuk perguruan tinggi negeri."
"Iya Amanda sama-sama, semoga impian dan cita-citamu tercapai ya sayang, tetap semangat baru itu namanya anak mamah."
__ADS_1
"Ini sudah semua perabotannya ditaro di wastafel ya mah, Amanda mau mandi dulu, nanti dilanjut lagi ngobrolnya.
"Iya udah sana mandi gih, nanti keburu sore."
"Iya mah, ini juga mau mandi kok."
Setelah beres mengangkut perabotan-perabotan bekas jualan asinan buah mamahnya, lalu Amanda pun mengambil handuk yang tergantung di jemuran baju.Amanda pun lekas bergegas menuju kamar mandi mumpung kamar mandinya kosong tidak harus mengantri dulu, karena Amanda sudah lengket kena keringat serta wajahnya sudah kusam kena debu.
Setelah semuanya bersih, lalu Amanda pun kini telah berganti baju dan segera menuju ruang makan untuk segera makan sore.Karena tadi siang sepertinya tidak masuk nasi hanya diisi roti bakar dan minuman coklat panas itu pun pemberian Deva.
Amanda pun langsung menyiuk nasi beserta lauk pauknya, saat sedang hendak menyuapi ke dalam mulutnya, tiba-tiba mamahnya Amanda muncul dari balik pintu sambil agak teriak sedikit.
"Amanda, makan dulu sana..sudah sore nih!"
"Iya mah, ini Amanda lagi makan kok." jawab Amanda dari kursi meja makan.
"Mamah kira Amanda masih di kamar, ya sudah silahkan lanjutkan lagi makannya tapi sisain sedikit nasinya buat bapakmu, sebentar lagi bapakmu pulang kerja."
"Iya mah siap."
Mamahnya Amanda harus menunggu nasinya habis dulu baru nanti kalau sudah habis, baru masak lagi biar ngirit dan tidak banyak yang terbuang-buang.
Beberapa menit kemudian, Amanda pun telah selesai makan sorenya.Lalu bekas piring yang tadi Amanda gunakan langsung Amanda cuci kembali.
Disaat sedang mencuci piring, bapaknya Amanda pun pulang menuju ke rumahnya.
"Eh bapak sudah pulang?sudah makan belum pak?" sapa ibu dari dalam rumah dan terdengar sampai dapur.
"Belum mah, belum sempat mampir kemana-mana, ini keluar dari pabrik langsung pulang kok."
"Oh gitu ya pak, ini nasi ada sih sisa dikit lagi, kalau kurang mamah mau masak lagi."
"Terus buat Amanda gimana?Amanda sudah makan belum?" tanya bapak.
__ADS_1
Aku pun yang masih kagok masih mencuci piring dan gelas di wastafel dapur sedikit agak teriak menjawab pertanyaan bapak dari dalam rumah.
"Sudah makan kok pak barusan, bapak habisin saja nasi sama lauknya ya, nanti kalau udah selesai makan, piring kotornya Amanda yang cuci biar sekalian, tangan Amanda sedang kotor sama air sabun."
"Ya sudah kalau sudah makan, bapak makan dulu ya, ini beneran dihabiskan?yakin tidak ada yang mau makan lagi?"
"Iya pak habiskan saja, sepertinya sudah gak ada yang mau makan lagi."
Bapak pun makan sore setelah seharian bergelut di pabrik dengan setumpuk pekerjaannya, terlihat makan pun sangat lahap sekali.
“Alhamdulilah, bapak lahap betul, sehat selalu ya pak, tetap semangat dalam mencari nafkahnya buat mamah dan juga aku.” gumamku dalam hati ketika melongo ke meja makan dari balik dapur.
Beberapa menit kemudian, bapak pun sudah selesai makan dan piring beserta gelasnya bapak yang bawa sendiri menuju ke wastafel dapur.
Aku yang masih berada disitu, lalu langsung meraih tangan bapak sambil berkata "Sudah pak cuci piring dan gelasnya sama Amanda saja ya, bapak cuci tangan aja."
Bapak pun menuruti kata-kata aku, lalu bapak pun mencuci tangan diwastafel.Begitu bapak sudah selesai mencuci tangan, barulah giliran aku yang mencuci piring dan gelas kotor itu kembali.
Disaat aku sedang mencuci piring, lalu bapak bertanya "Nda, bagaimana sekolahnya lancar?ada tunggakan gak?"
Lalu aku pun menjawab "Alhamdulilah lancar aja kok pak, gak ada halangan apapun, alhamdulilah juga gak ada tunggakan sama sekali."
"Ya syukurlah kalau begitu, nanti kalau ada apa-apa cerita ya nda, jangan dipendam sendiri kalau ada masalah."
"Iya pak siap."
"Ya sudah, bapak ke kamar dulu ya lelah mau istirahat dulu."
"Iya pak silahkan."
Lalu bapak pun berjalan menuju kamarnya, sepertinya bapak mau rebahan dulu sebentar sebelum waktu adzan magrib berkumandang.Masih ada beberapa menit lagi untuk meluruskan saraf dan meregangkan otot-ototnya setelah seharian bekerja mengurus anak buahnya.
Kira-kira ada sepuluh menitan aku telah selesai mencuci piring dan gelas, lalu adzan magrib pun berkumandang, cepat-cepat aku lari menuju kamar mandi dan memutar keran lalu aku segera berwudhu biar tidak lama harus ngantri dulu menunggu giliran bapak dan mamah.
__ADS_1
Setelah aku beres berwudhu, lalu aku pun segera menuju ke kamar untuk mengambil mukena karena bapak suka mengajak aku dan mamah untuk sholat berjamaah di ruang tengah dekat televisi.