
Setelah melewati blok-blok perumahan dan menyusuri jalan komplek, aku pun telah sampai di rumah dan hari itu kalau tidak salah sudah pukul tujuh belas sore katanya kata orang tua dijam-jam segitu suka ada layung dan pertanda pintu gaib sedang terbuka.
Aku pun buru-buru masuk ke dalam rumah tidak ingin berlama-lama diluar.Selain dengar mitos tadi juga aku agak tidak nyaman dengan udaranya yang terasa menjadi dingin apalagi habis nyebur di kolam renang tambahlah kedinginan tubuh ini.
"Asalamualaikum." sapaku ketika berada di depan pintu rumah.
"Waalaikumsalam." jawab mamahku yang muncul dari balik pintu.
Aku pun langsung cium tangan mamah begitu aku sampai rumah.
"Gimana nda tadi renangnya bisa?" tanya mamahku.
"Iya lumayan sedikit-sedikit mah belajar."
"Iya syukurlah, belajar terus biar bisa juga suatu saat agar terlatih kalau misalnya dalam kondisi darurat."
"Iya mah,kalau gitu aku masuk ke kamar dulu ya."
Aku pun lalu masuk kamar menyimpan tas yang berisi baju ganti dan tumbler berisi air minum.
Kemudian, aku menuju ke ruang makan karena aku lapar dari tadi waktu masih di angkutan umum perutku melilit dan kriuk-kriuk,Sepertinya minta diisi.Aku pun cuci tangan dulu sebelum mengambil piring beserta gelas yang berisi air minum.Lalu, aku menyiuk nasi dan lauknya yang ada di atas meja makan.
Ketika aku sedang makan,tiba-tiba bapak pulang dari pabrik dan bapakku sama menanyakan aku sudah bisa renang atau belum.Aku hanya bisa sedikit-sedikit saja belum terlalu mahir karena renangnya juga sebulan sekali di sekolah tidak rutin latihan juga.
Lalu, bapak pun kembali ke ruangan tengah karena ke dapur hanya untuk mengambil air minum yang berada di dispenser dekat kulkas itu.
Sesudah beres makan, aku dilanjut dengan mengambil air wudhu dan aku tidak mandi lagi karena suhu udara mulai dingin aku takut nanti masuk angin.
Berwudhu pun sudah beres, lalu aku menuju ke kamar karena sudah memasuki waktu magrib dan aku akan menjalankan dulu kewajiban sebagai seorang muslim dulu.Sebelum aku membuka tugas-tugas sekolah yang belum aku kerjakan.Karena orang tua terutama mamah, aku harus mengerjakan tugas dulu hingga selesai baru aku bisa menonton televisi bergabung bersama mereka atau dikamar saja sambil memainkan game ular tangga.
Setelah mengerjakan tugas, lalu mamahku memanggilku "Amanda.."
__ADS_1
"Iya mah ada apa ya?" aku bertanya balik.
"Kamu sudah selesai mengerjakan tugasnya belum?" tanya mamahku sambil mengupas buah mangga muda.
"Sudah selesai kok mah,kenapa emangnya?"
"Tolong bantu mamah bisa kan?kupasin buah-buahannya seperti biasa, mamah yang memasak kuahnya."
"Boleh mah,yang ini semua ya?" tanyaku sambil memegang keranjang buah dan menunjukannya ke mamah yang sedang menyalakan kompor.
"Iya nda yang itu, kupas semua ya." suruh mamahku.
Aku pun mengiyakan suruhan mamah dan memang aku sudah terbiasa juga membantu pekerjaan mamah.
Dengan sangat hati-hati aku mengupas buah-buahannya, karena pisaunya sangat tajam baru saja diasah pakai asahan.
Setelah beres semua aku kupas Buah-buahannya, lalu aku pun menyiapkan cup satu persatu dan aku pindahkan ke cup itu ukuran kurang lebih lima ratus mililiter dan tiga ratus mililiter.
Aku memindahkan buah-buahan sekarang ke dalam cup supaya lebih praktis saja, supaya besok tinggal langsung tuang kuahnya begitu ada yang beli.
"Nda, kamu tidur aja sana ya." ucap mamahku menyuruhku untuk tidur.
"Iya mah, kalau gitu aku tidur duluan ya."
Aku pun sebelum tidur menuju ke wastafel dulu untuk mencuci tangan dan mencuci muka.Baru setelah tangan dan wajahku bersih, aku bergegas untuk menuju ke kamar dan tidur di tempat tidur.
Aku pun tidur dengan nyenyaknya hingga tak terasa sudah memasuki waktu subuh.
Begitu terdengar adzan melalui pengeras suara mesjid, aku kemudian bangun dan aku langsung menuju ke kamar mandi lalu aku menyalakan keran.Karena aku paling suka berwudhu melalui keran karena sangat praktis, airnya mengalir dari tempat penampungan air.Terkadang kalau tempat penampungan air di atas genteng itu terkena sinar matahari, airnya menjadi terasa hangat.
Sesudah berwudhu beres, kemudian aku menyusul mamah dan bapakku ke ruang tengah untuk menunaikan shalat subuh berjamaah.
__ADS_1
Tak membutuhkan waktu lama, aku dan mamah bapakku akhirnya beres juga menunaikan ibadahnya.Kemudian aku membereskan buku-buku paket,buku lks dan buku catatan yang akan dibawa ke sekolah nanti pagi.
Karena mengupas buah-buahan dan membuat kuah asinan buahnya sudah tadi malam, pagi ini jadinya agak santai tidak terlalu sibuk.
Mamah pun terlihat menonton televisi menyimak berita terlebih dahulu sebelum memulai aktifitas.
Kira-kira matahari baru memunculkan cahayanya, aku lalu bergegas mandi supaya tidak keduluan sama bapak.Biar tidak kelamaan nantinya.Aku pun mandi tidak lama karena suhu udara masih terlalu dingin, jadi otomatis air pun masih terasa dingin.
Sesudah mandi,dilanjut sarapan tadi pagi mamah membelikan aku bakwan dan kue serabi saat mamah pulang dari warung untuk membeli sayuran mumpung masih segar baru pulang dari pasar penjualnya.Adanya tukang sayur disekitar komplek merasa terbantu buat ibu-ibu terutama mamahku jadi tidak harus ke pasar pada waktu masih pagi hari buta.
Sekiranya sudah pukul enam pagi, aku seperti biasa nebeng dengan bapakku menumpangi kendaraan roda dua kesayangannya.
Pada waktu itu, bapak masih punya kendaraan roda dua jenis bebek bukan kendaraan roda dua jenis matic.
Bapak pun memanggilku
"Amanda.."
"Iya pak." aku pun menyahutnya.
"Ayo cepat kalau mau berangkat bareng, bapak harus briefing bawahan bapak." ajak bapakku di teras depan sudah siap-siap dengan kendaraan roda duanya.
"Iya pak sebentar,aku ambil helm dan sepatu dulu." jawabku dari dalam rumah.
Lalu, aku menghampiri mamahku untuk berpamitan "Mah, Amanda pamit dulu mau berangkat sekolah ya."
"Iya nak hati-hati,ini uang bekalnya ya." ucap mamahku sambil memberikanku selembar uang sepuluh ribu dua lembar.
"Loh, mah kok tumben." ucapku merasa heran pada mamah hari ini yang memberikan aku uang saku dua kali lipat.
"Iya gak apa-apa sekali-kali, mamah lagi ada rezeki." ucapnya.
__ADS_1
"Terima kasih mah kalau begitu."
Lalu, aku berjalan menuju halaman depan menemui bapakku.Tiba aku di halaman depan lalu bapak segera menyalakan kendaraan roda duanya.Bapak pun kemudian pamitan juga pada mamah istrinya.Setelah beres berpamitan, lalu kendaraan roda dua milik bapak pun melaju di jalanan menuju ke sekolahan ku terlebih dahulu sebelum menuju ke tempat kerjanya bapak.