
Setelah kemarin ditugaskan untuk membuat sebuah artikel dari media internet yang telah diketik ulang diaplikasi microsoft word, kini artikel itu diprint menjadi satu lembar dan siap untuk dikumpulkan ke meja guru.
Guru bahasa indonesia sudah memasuki kelas dan tugas artikel itu sudah terkumpul rapi di depan tepatnya di meja guru.Guru itu terlihat senang karena tugasnya dilakukan dengan sangat baik oleh murid-muridnya.
Amanda dan Lina pun sudah mengerjakan tugas sejak kemarin siang meski ditempat warnet yang berbeda.
Disaat sedang duduk dibangku, Lina bertanya kepada Amanda "Nda,
kemarin kamu ke warnetnya sama siapa?"
"Aku kemarin bareng Deva ke warnetnya,kenapa memang Lin?"
"Oh gak apa-apa,dikira sendiri aku minta maaf karena aku ke warnet yang di dekat rumah."
"Iya,gak apa-apa Lin santai aja."
"Ya syukurlah kalau gak apa-apa,terus kemarin pulangnya dianterin sampai rumah gak nda?"
"Dianterin kok sampai rumah, malah pulangnya beli dulu buah nanas yang jualan di pinggir jalan itu loh."
"Oh gitu ya nda?"
"Iya Lin."
Hari ini pelajaran bahasa indonesia, tugas di sekolah yaitu berbicara dan mendengarkan.Berbicara dalam arti membacakan sebuah artikel yang telah diprint itu sedangkan mendengarkan adalah mendengar atau menyimak orang yang membacakan artikel di depan kelas.Lalu nanti dinilai satu orang persatu orang itu intonasinya,tanda bacanya ketika membaca.
Satu jam telah berlalu, tugas dari guru bahasa indonesia itu baru setengahnya siswa yang telah selesai.
Selanjutnya giliran Amanda,Deva dan terakhir Lina yang maju ke depan.Mereka memang sengaja memilih
paling akhir supaya lebih bisa santai dalam membaca artikelnya seperti di dalam acara radio,intonasinya harus pas dan tepat dan tidak terburu-buru.
__ADS_1
Begitu mereka sudah beres menampilkan tugas pembacaan artikelnya, tak berapa lama lalu bel pun berbunyi tanda istirahat sudah tiba dan kegiatan belajar-mengajar berhenti dulu untuk beberapa saat.
Siswa-siswa dari berbagai kelas dan jurusan pun lalu berhamburan keluar kelas dan mereka terlihat berpencar ada yang senang makan langsung ke kantin, ada yang senang membaca seperti Amanda, Deva dan juga Lina pergi mengunjungi perpustakaan, yang senang musik menuju ruang musik dan yang mengikuti dkm mesjid mereka biasanya berkumpul di mushola sekolah itu.
Amanda dan Lina hari ini istirahat di sebuah taman kecil sembari menikmati makanan ringan bekal dari rumah.
Mamahnya Amanda selalu membeli cemilan-cemilan itu di rumahnya agar bisa dibekal ke sekolah supaya Amanda tidak banyak jajan di sekolah.
Karena mamahnya Amanda takut kejadian sewaktu Amanda masih bersekolah dasar.Dimana pada waktu itu Amanda terserang penyakit tipes dan Amanda pernah dibawa ke rumah sakit saking parahnya penyakit itu.
Jadi, supaya tidak terulang kembali mamahnya Amanda berinisiatif untuk membawa bekal dari rumah kepada Amanda.
Dan uang bekalnya bisa Amanda tabung.Takutnya suatu hari nanti ada keperluan yang mendadak, kalau punya tabungan sendiri bisa gampang nanti ngatasinnya.
Setelah puas berada di taman menikmati keindahan bunga-bunga dan kolam ikan kecil, Amanda mengajak Lina untuk memasuki kelas lagi karena bel berbunyi tanda masuk kelas dan istirahat pun berakhir. Sebelum memasuki kelas, ada sekitar enam menit lagi, Amanda dan Lina memanfaatkan waktu untuk mengunjungi mushola dulu untuk melaksanakan shalat sunah duha seperti yang diajarkan almarhum kakeknya.Sempatkan sedikit waktu untuk beribadah ketika ada waktu luang.
Setelah tiba di mushola sekolah, Amanda dan Lina pun langsung mengambil air wudhu yang ada di tempat wudhu mushola sana.
Sesudah beres shalat di dalam mushola sekolah, Amanda dan Lina pun langsung bergegas pergi ke kelasnya dengan berjalan cepat-cepat.Begitu sampai di depan kelas, guru pun baru sampai juga di depan kelas.Karena tidak dirasa terlambat, maka Amanda dan Lina disuruh masuk duluan ke dalam kelas, gurunya akan masuk tiba-tiba handphonenya berdering dan guru pun mau tidak mau harus menerima dulu panggilan telepon itu.
"Akhirnya, aku kira bakal terlambat dan kita bakal disuruh berdiri didepan kelas, ternyata kita disuruh masuk kedalam kelas duluan ya Amanda."
"Iya, aku juga udah deg-degan banget ini."
"Yuk ah kita masuk,jangan ngobrol terus."
Amanda dan Lina pun memasuki kelas dengan bercucuran keringat.Karena tadi berjalan cepat-cepat ketika akan memasuki ke kelas.
Begitu Amanda dan Lina sudah di dalam kelas, kita berdua pun langsung membuka tas dan mengeluarkan buku Lks dan buku catatan.
Disaat perasaan Amanda sudah adem, nyinyiran itu kembali terlontar dari mulut para pembully yang tak suka akan dirinya.
__ADS_1
"So alim banget ya,sok-sokan banget ke mushola dulu, biar apa itu? Biar dipuji guru."
"Dasar sok cari muka." lanjutnya lagi.
Amanda yang mendengar nyinyiran itu hanya cuek saja pura-pura tidak mendengar sama sekali.Karena percuma kalau ditanggapi, maka akan sama-sama kelakuannya.Biarlah mereka berkata apapun sampai capek sendiri.
Nyinyiran itu terdengar oleh telinga Lina, dan Lina pun mencolek pinggangku sebagai kode dan Lina pun bertanya "Kamu gak melawan mereka begitu lagi sama kamu?"
"Udahlah gak usah ditanggapi, kalau kita tanggapi sama saja kan kelakuannya sama mereka." jawabku.
"Ya sudah, kamu yang sabar ya." ucap Lina menguatkan mentalku.
"Iya Lin makasih ya dukungannya."
"Iya sama-sama Amanda, sebagai sahabat yang baik kan harus ada pembelaan disaat ada yang menjengkelkan seperti itu."
Dua jam telah berlalu berada di dalam kelas, kini Amanda dan Lina keluar dari dalam kelas dan segera untuk pulang karena jam pelajaran sudah selesai.Karena sepertinya, guru-guru pun akan ada acara.Terbukti ada yang membawa berbagai macam olahan makanan dan guru-guru sudah berada di dalam kendaraaan roda empatnya entah mau ada acara kemana.
Amanda pun sudah berada didepan gerbang sekolah bersama Lina.Seperti biasa, kita berdua sedang menunggu angkutan umum lewat meskipun kita berbeda arah dan jurusan angkutan umumnya.
Amanda sudah tidak pernah membawa sepeda lagi ke sekolah karena merasa trauma sudah pernah kecelakaan dan penyembuhannya memakan waktu yang cukup lama untuk mengeringkan luka dan tidak merasa sakit lagi ketika digerakan.
Angkutan umum yang menuju ke arah perumahan Amanda pun sudah lewat, dan Amanda segera menaiki angkutan umum itu.
"Lin, aku duluan ya pulangnya, angkutan umumnya sudah ada nih,sampai jumpa besok ya."
"Oh iya sudah nda, hati-hati dijalan ya,sampai jumpa besok juga nda."
"Iya Lina."
Angkutan umum yang ditumpangi Amanda langsung melaju lagi ke arah perumahan yang Amanda tempati.
__ADS_1