Mengejar Gadis Dingin

Mengejar Gadis Dingin
Deva menunggu jawaban dari Amanda


__ADS_3

Amanda pun sudah sampai di rumahnya dan dia pun segera masuk ke dalam rumahnya, karena sudah sangat lelah pulang sekolah.Begitu masuk ke dalam rumah,ada mamahnya Amanda sedang membawa racikan kuah bumbu asinan buah untuk dibawa ke warung depan rumah karena stok sudah mulai habis jadi mamahnya Amanda membuat lagi racikan kuah bumbu yang baru.


"Eh Amanda,sudah pulang kamu nak?" tanya mamahnya yang melihat Amanda masuk ke dalam rumah sambil menenteng sepatunya.


"Iya mah,baru saja Amanda pulang." jawab Amanda.


"Ya sudah kalau begitu,sekarang cepat ganti baju dulu lalu nanti makan siang."


"Siap mah."


"Itu makanannya sudah disediakan di meja makan ya."


"Iya."


"Yasudah,mamah mau ke depan dulu menyimpan racikan kuah bumbu asinan buah."


"Iya mah,kalau begitu Amanda masuk ke dalam kamar ya."


Mamahnya Amanda lalu beranjak pergi ke luar dan memasuki warungnya,sedangkan Amanda langsung membuka pintu kamar dan rebahan dulu sebentar melepas lelah.


Sejenak Amanda memikirkan jawaban yang tadi Deva ucapkan kepada Amanda.Tak ada salahnya menerima tawaran yang Deva ajukan untuk menjadi seorang kekasih.Soal jodoh atau bukan itu urusan nanti,Amanda pun mengambil handphone yang tidak terlalu mewah hanya bisa untuk menelepon,sms-an atau bermain ular tangga yang sedang hits pada jamannya.


Satu kata-perkata pun Amanda ketik di sebuah handphone yang berlayar biru itu.Dan Amanda mulai mengirimkan pesan singkat yang biasa disebut sms itu.


Amanda


(Dev,aku mau jawab pertanyaan kamu yang tadi.)


Agak lama pesan singkat itu terkirim ke Deva,tapi Deva belum juga membacanya bahkan membalasnya.Mungkin ada sekitar tiga puluh menitan.


Setelah agak lama menunggu balasan pesan singkat dari Deva,Deva pun kini sudah membaca pesan singkat itu dan kini dia akan bersiap untuk membalasnya.

__ADS_1


Deva


(Maaf lama balasnya,sedang sibuk tadi.Oh iya, pertanyaan yang mana ya aku lupa.)


Amanda


(Itu loh tadi Dev,kamu nyatain perasaan kamu terhadap aku.)


Deva


(Oh yang itu,iya sekarang baru ingat.Sok boleh kalau mau jawab,apa jawaban kamu Nda?)


Amanda


(Hmm...Dev,aku mau jadi kekasih kamu.)


Deva


(Apa?wah,kamu salah ketik kali.)


Amanda


Deva


(Alhamdulilah,terima kasih ya cantik sudah mau nerima aku,berarti sekarang kita resmi pacaran nih?)


Amanda


(Menurutmu gimana?)


Deva

__ADS_1


(Terima kasih ya sekali lagi.)


Amanda


(Iya,sudah dulu ya smsannya aku dipanggil mamah nih.)


Setelah beres sms-an dengan Deva,mamahnya Amanda pun memanggil Amanda untuk membantu mamahnya mengiris buah-buahan untuk asinan buah.Karena stok di warung sudah habis tadi ada yang membeli borongan oleh ibu-ibu komplek.


"Amanda,sedang ngapain kamu nak?" tanya mamahnya diluar pintu kamar Amanda.


"Iya mah ada apa?tidak sedang ngapa-ngapain kok Mah." Amanda pun berbalik nanya kepada mamahnya itu.


"Kalau kamu sedang tidak ngapa-ngapain,coba bantu mamah sini nak." mamahnya Amanda mencoba membujuk Amanda supaya Amanda mau membantu mamahnya yang sedang kerepotan itu.


"Iya mah sebentar,Amanda buka pintu dulu."


Setelah itu,Amanda pun membuka pintu kamarnya dan segera menghampiri mamahnya.


"Iya mah,apa yang harus Amanda bantu?" tanya Amanda penasaran.


"Coba kamu ambil buah-buahan bahan asinan buah yang ada di kulkas,lalu cuci dulu sampai bersih kemudian kamu potong-potong kecil dan masukan ke wadah bisa?" ucap mamahnya Amanda sambil memberikan instruksi.


"Siap mah,mah emang stok bahan yang tadi sudah habis?"


"Alhamdulilah sudah habis,ada yang borong tadi ibu-ibu komplek."


"Alhamdulilah,laris manis ya mah jualannya."


"Iya Amanda,Aamiin..sok sekarang bantu mamah sebentar ya."


"Siap mah,ini sedang Amanda bantu."

__ADS_1


Amanda pun terus mengupas kulit buah dan memotong kecil-kecil buah itu lalu dimasukannya ke dalam wadah yang selalu dipakai untuk membuat bahan asinan buah.


-Selesai-


__ADS_2