Mengejar Gadis Dingin

Mengejar Gadis Dingin
Lina Kaget


__ADS_3

Hari ini, setelah kejadian kemarin-kemarin yang memilukan itu, akhirnya aku masuk sekolah lagi setelah dari kejadian itu, sampai rumah aku mendadak sakit demam tinggi dan juga kepala pusing.Jadi aku kemarin tidak masuk sekolah karena sakit.


Lina pun hari ini sudah masuk sekolah lagi setelah kemarin izin berangkat keluar kota dan baru pulang semalam katanya.Lina pun tahu kejadian yang aku alami kemarin-kemarin dari teman sekampungnya namun beda kelas saja.Saat temannya itu bercerita, Lina sempat syock dan tidak percaya dengan kejadian tersebut.


Hingga akhirnya, Lina pun mengkonfirmasi informasi tersebut benar atau hanya hoax saja.


Di dekat tangga, aku dan Lina duduk sembari makan jasuke atau jagung susu keju lalu Lina pun bertanya.


"Nda, waktu kemarin aku tidak masuk kelas apa benar kamu dibully lagi terus terkunci di toilet?"


"Iya Lin, mungkin aku lagi apes kemarin,ngomong-ngomong kamu tahu dari mana informasi ini? Kok kamu tahu?" aku pun bertanya balik karena penasaran.


"Ada lah Nda, temanku kelas X bahasa yang ikut menyaksikan juga kamu sewaktu pingsan." jawab Lina.


"Oh iya, iya aku pun sempat pingsan juga karena tak tahan lama terkunci ditempat yang bau."


"Maaf ya Nda, kalau saja kemarin aku masuk sekolah, mungkin gak akan kejadian." ucap Lina penuh sesal.


"Tidak apa-apa Lin, jangan terlalu nyalahin diri sendiri juga, kamu gak salah kok." ucapku berharap Lina tak selalu menyalahkan keadaan.


"Kenapa gak lapor aja Nda, kasihan batinmu digempur terus-terusan gitu?" Lina memberikan saran untuk aku.


"Enggak ah Lin, sudahlah biarin aja,kalau aku lapor dan menjadi viral aku takut jadi urusan kedepannya tambah kacau, lagipula bapaknya dia tentara pasti punya kuasa, apalah daya aku yang cuma anak buruh pabrik pasti akan kalah." ucapku sambil meneteskan air mata tak kuasa menahan beban yang ku hadapi.


"Sabar ya Nda, harus kuat menghadapi segala cobaan." Lina pun menguatkan batinku sambil memelukku , untung saja di sekitar tangga sepi sedang tidak ada orang.Jadi, aku dan Lina tidak dianggap homo hehe.


Bel pun berbunyi tanda mulai masuk ke kelas lagi, Seperti biasa aku yang disuruh guru untuk mengisi soal yang ditulis dipapan tulis.Sebenarnya aku masih belum pede mengisi soal dipapan tulis itu, tapi kalau tidak menuruti perintah guru aku takut disuruh berdiri didepan kelas hingga jam pembelajaran selesai.


Akhirnya, dengan ketangguhan hati dan keberanian, meskipun aku gemetaran akhirnya aku maju juga ke depan untuk mengisi soal itu dipapan tulis.


Saat sedang berjalan kedepan, dan aku melewati bangkunya Aditya.Samar-samar aku mendengar celetukan dia katanya "Sok pintar banget sih orang itu disuruh terus guru, kenapa gak nyuruh aku aja."

__ADS_1


Aku pun tak menghiraukan dia berbicara apa.Dengan pedenya aku terus saja berjalan menuju papan tulis untuk mengisi soal yang ditulis guru itu.


Setelah selesai mengisi soal dipapan tulis aku pun kembali menuju bangku aku dengan melewati bangku dia, entah emang iseng atau apa kaki aku pun hampir mau jatuh karena direngkas dia.Aku berusaha menahan tubuh agar tidak jatuh didepan umum, malu banget pasti meskipun rasa sakitnya tidak seberapa tapi rasa malunya nembus hingga ke ubun-ubun.


Setelah aku sampai menuju bangku aku, Lina pun kebetulan melihat tingkah lakunya Aditya tadi sangat menyebalkan.Lalu, Lina pun bertanya "Kamu beneran tidak apa-apa nda? ada yang sakit nggak?"


"Alhamdulilah, aku nggak kenapa-kenapa kok Lin, buktinya aku masih bisa jalan kesini kan." ucapku.


"Bikin kesel aja tuh kelakuan si Aditya." gerutu Lina mungkin sama merasa kesal dengannya.


"Sudahlah Lin aku gak apa-apa kok, gak ada yang terluka juga." aku menenangkan sahabatku yang penuh dengan rasa amarah.


Aku pun kembali melanjutkan tugas yang diberikan guru itu, dan aku catat soal beserta jawabannya dalam buku tulis yang aku punya.Hingga akhirnya jam belajar pun selesai, aku segera siap-siap untuk pulang dan aku menuju ke ruang guru dulu untuk membawa buku hasil tugas siswa menuju meja kerja guru dan menyerahkan ke guru tugas yang diberikan guru tadi  karena tadi sempat ditinggal sebentar,  mau ada rapat katanya.


Begitu beres menyerahkan kumpulan buku tugas teman-teman ke meja guru dan aku pun keluar dari ruangan kantor guru.


Lalu, aku lanjutkan berjalan menuju area parkiran sekolah, aku bawa sepeda kesayanganku dan saat aku akan memulai menggowes sepedaku. Tiba-tiba dari arah belakang dihampiri oleh Lina sahabatku.


Aku pun heran, Lina biasanya sudah pulang naik angkot.Tapi, hari ini pulangnya malah belakangan.Lantas aku pun segera bertanya kepada sahabatku itu, "Lin, aku kira kamu sudah pulang, kok masih disini sih?"


"Memang kenapa nunggu aku?" tanyaku makin penasaran.


"Aku boleh ikut tidak kerumahmu?" tanya Lina kemudian.


"Boleh, tapi dibonceng sepeda gak apa-apa?"


"Iya gak apa-apa kok, aku cuma sebentar doang ibuku nitip beli asinan buah buatan mamahmu."


"Hoalah, kenapa gak bilang dari tadi, mungkin aku akan suruh mamahku ke sekolah buat anterin asinan buahnya."


"Tumben Lin ibumu ingin asinan buah." lanjutku lagi sambil memegang stang sepedaku yang akan siap-siap mengayuh sepeda kesayanganku.

__ADS_1


"Iya,ibuku ngidam ingin makanan yang seger dan pedas gitu." ucap Lina kemudian.


"Ya sudah ayo ikut aku ke rumah, aku bonceng ya,kamu duduk di jok belakang dan pegangan kuat." aku menginstuksikan sahabatku.


"Iya nda, aku duduk dibelakang dan terima kasih sebelumnya dan maaf kalau ngerepotin ya."


"Tidak ngerepotin kok Lin, nyantai aja lagi kita kan sudah kenal lama, jangan sungkan-sungkan kalau ada apa-apa bilang ya."


"Iya Nda."


***


Beberapa menit kemudian, sepeda yang aku gowes pun sudah sampai menuju gerbang sebuah perumahan yang terletak di pinggiran kota tapi sudah sangat ramai karena sudah banyak yang jualan disekitar perumahan itu.


Dan untuk menuju arah kota pun lumayan dekat, sekitar lima kilometeran dan bisa satu jam jika menggunakan angkutan umum.


Sekitar dua puluh menit kita sudah mutar-mutar perumahan, karena didalam perumahan itu banyak berupa jalan kecil dan memakai blok.Akhirnya aku dan Lina pun sampai juga dirumahku.


Aku pun menghampiri mamahku dan mencium tangan mamahku.


Mamahku yang melihat Lina pun mengajaknya untuk masuk kedalam rumah.


"Aku cuma sebentar mah, ikut sama Amanda cuma ingin membeli asinan buah buatan mamah Amanda apakah boleh?"


"Oh tentu boleh neng, mau berapa gelas?"


"Tidak dimakan disini mah,bukan buat aku juga." jawab Lina.


"Oh begitu ya? Jadi dibawa pulang aja?  Mau berapa cup bikinnya neng?"


"Bikin 3 cup ya mah, isiannya campur aja, kuahnya agak pedas dikit."

__ADS_1


"Ini uangnya ya." lanjut Lina sambil menyodorkan uang itu.


Asinan buah pun dibikinkan oleh mamahnya Amanda.


__ADS_2