
Waktu terakhir ulangan semester,Aditya terlihat murung dibangkunya.Tidak seperti biasanya yang aktif dan suka jahil kepada temannya.
Salah satu teman terdekat bangkunya bercerita bahwa ayah Aditya telah meninggal dunia kemarin saat tempur di medan perang.
Hal itu yang membuat Aditya menjadi murung dan tidak bersemangat.
Aku pun merasa iba melihatnya, tapi meskipun dia selalu bikin ulah denganku,tak ada salahnya kalau aku menghampiri dia untuk sekedar mengucapkan turut berduka cita.
Aku pun menghampiri Aditya dengan perasaan campur aduk.Aku beranikan diri menuju bangkunya Aditya.Lalu, aku pun mencoba untuk mengucapkan sepatah dua patah kata untuk menguatkan hati Aditya.
"Dit,turut berduka cita ya untuk keluargamu,terutama ayahmu semoga dosa-dosanya diampuni dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran." ucapku kepada Aditya.
Tapi Aditya masih seperti tadi posisi duduknya, diam dan menunduk dibangkunya.
Aku mencoba memaklumi dan aku pun akhirnya pergi dari bangku Aditya itu.
Ketika aku akan beranjak pergi,tiba-tiba Aditya memanggilku.
"Tunggu.."
Aku pun menoleh ke arah Aditya Dan aku pun bertanya kepada Aditya "Ada apa Dit?"
Aditya mencoba bangkit dari bangkunya dan berusaha untuk menghampiri aku dan setelah
dia menghampiri aku, dia pun berkata "Amanda, maafkan gue kalau selama ini gue banyak salah sama lu.Bukan kalau lagi tapi banyak malah dosa yang gue lakukan ke lu."
Aku membalas ucapan Aditya itu "Hmm...aku sudah maafkan kamu dari dulu, aku berusaha sabar dan aku berusaha buat kuatkan itu semua."
"Beneran nda?"
"Iya, aku beneran kok serius."
"Oke, mulai detik ini kita damai ya jangan ada lagi saling membully,mungkin atas meninggalnya bokap gue itu menjadi teguran buat gue.Supaya gue jangan seenaknya sama orang dan gue harus lebih sadar lagi."
"Alhamdulilah kalau sadar." ucapku.
Lalu, Cici pun menghampiri aku juga dan kemudian berkata "Gue juga mau minta maaf kalau gue banyak salah sama lu,sudah bikin lu menderita karena gue,lu mau kan maafkan gue juga nda?"
"Iya, aku maafkan kalian semua." ucapku lagi.
"Syukurlah kalau lu maafkan gue,hari ini hari terakhir karena nanti kelas sebelas kita akan berpencar,gue harap jangan pada sombong ya."
"Dan gue janji gak akan membully lagi,gue juga sebenarnya capek terus-terusan dikejar-kejar dosa." lanjut Cici lagi.
"Sebentar, aku gak salah lihat dan salah mendengar kan ini?" tanyaku heran.
__ADS_1
"Lu gak salah dengar dan gak salah lihat juga,gue dari hati ingin damai gak mau ada ribut-ribut lagi di kelas ini."
"Syukurlah, aku senang dengarnya Dit,Ci semoga akur selalu sampai kelas duabelas walau kita nanti kelas sebelasnya bakal berpencar."
"Iya,pokoknya jangan ada lagi ribut-ribut,damai itu indah.Oh iya, nanti lu mau ikut melayat ayahnya Aditya kan Amanda?"
"Insya Allah nanti aku kesana bareng Lina ya."
"Ya sudah kalau gitu, gue duluan ya pulang bareng Aditya."
"Iya Ci,silahkan."
Setelah ulangan semester itu beres,aku dan Lina pun melayat dulu ke rumahnya Aditya.Walaupun dulu aku selalu mendapatkan perlakuan yang buruk dari dia tapi tadi dia sudah minta maaf dan ada rasa menyesal.Sebagai seorang muslim yang baik, aku mencoba memaafkan semuanya dan mengikhlaskan kejadian itu semua.
***
Beberapa menit berlalu, kita berdua pun sudah sampai di rumahnya Aditya.Rumah pribadi dengan bercat putih.Tidak terlalu besar juga minimalis tapi bikin nyaman karena ada tamannya.
Begitu sampai sana, nampak sudah banyak orang yang bertakziah untuk mendoakan almarhum.Walaupun sudah dikuburkan tadi pagi, tapi sampai siang pun masih banyak yang berdatangan takziah ke rumah Aditya itu.
Nampak disambut kakaknya Aditya yang perempuan.
"Ini temannya Aditya ya? mari silahkan masuk ke dalam,Adityanya sedang di dalam kamar."
"Iya Teh Ini teman sekolahnya, turut berduka cita ya Teh buat almarhum ayahnya."
"Sama-sama Teh, semakin banyak tamu kalau begitu saya dan teman saya izin pamit dulu ya Teh."
"Loh kok buru-buru?"
"Maaf ya Teh, kita kesini juga belum minta izin orang tua dulu jadi takut nyariin."
"Oh ya sudah kalau begitu,terima kasih ya atas kehadirannya."
"Iya Teh sama-sama,kalau begitu kita pamit dulu."
Aku dan Lina sudah pamit dari rumahnya Aditya, lalu kita pun langsung pulang ke rumah masing-masing dengan menaiki angkutan umum.
***
Sesampainya di gerbang perumahan,seperti biasa aku turun dari angkutan umum dan ketika aku sudah turun dari angkutan umum, tiba-tiba adiknya mamah yaitu Bi Eni menghampiriku dari sebuah warung.Sepertinya habis membeli sembako dan Bi Eni bertanya kepadaku "Amanda,tumben pulang jam segini habis dari mana?"
"Eh bi Eni, iya bi baru pulang ini aku habis melayat dulu." ucapku.
"Siapa yang meninggal?"
__ADS_1
"Orang tuanya teman bi,teman sekelas."
"Oh gitu,pantas aja pulangnya agak telat,dikira kemana dulu."
"Iya bi,bibi habis dari mana?"
"Ini bibi habis belanja sembako Nda,ya sudah segera pulang ke rumah ya,bibi mau ke warung sayuran dulu,bibi duluan ya."
"Oh iya bi silahkan kalau gitu."
Bibi Amanda pun berjalan lagi menuju warung diseberangnya untuk membeli sayuran, sedangkan aku terus saja berjalan mengikuti jalanan perumahan.Beberapa menit kemudian,aku pun sudah sampai di depan rumahku.
Seperti biasa, mamah selalu berada diluar rumah tepatnya di halaman depan sedang menunggu jualan asinan buahnya.
Mamah pun yang merasa penasaran kenapa aku pulang terlambat,lalu mamah bertanya juga kepadaku.
"Nda,habis dari mana? Kenapa baru pulang jam segini?"
"Maaf mah,Amanda habis melayat dulu ke rumah teman,tadi mau ngabarin tapi handphonenya mati habis batrainya."
"Siapa yang meninggal nda?"
"Ayahnya Aditya mah."
"Aditya yang bapaknya tentara itu kan nda?"
"Iya mah yang itu."
"Tapi kan dia selalu jahat sama kamu nda?"
"Iya sih, tapi waktu tadi seperti ada yang beda loh mah."
"Beda kenapa maksudmu?"
"Iya beda, pas dulu dia selalu jahatin Amanda tapi sekarang dia berubah dan meminta maaf katanya gak akan jahatin Amanda lagi."
"Yang benar kamu?"
"Iya mah,malah dia ngomongnya sambil nangis-nangis gitu, katanya menyesal sudah jahatin aku."
"Ya syukurlah kalau dia nyadar ya Amanda,ya sudah sekarang kamu ganti baju dan makan siang pasti kamu sudah lapar banget itu."
"Iya mah siap, kalau begitu Amanda masuk ke dalam rumah dulu ya."
"Iya."
__ADS_1
Amanda pun berjalan masuk ke dalam rumah sambil menenteng sepatu untuk dimasukan ke dalam rak yang terletak di depan pintu menuju ruang tamu.
Sesudah menyimpan sepatu, Amanda lalu masuk ke dalam kamarnya dan rebahan dulu sebentar melepas lelah sebelum dia menuju ke ruang makan untuk makan siang yang sedikit agak terlambat.