Mengejar Gadis Dingin

Mengejar Gadis Dingin
Memberitahu ayahnya Lina ada pekerjaan baru


__ADS_3

Setelah beberapa jam guru itu mengajar di dalam kelas, lalu bel tanda istirahat pun berbunyi.


Karena cuaca siang hari ini sedang hujan,aku tidak keluar dari dalam kelas dan tidak kemana-mana.


Disaat perutku keroncongan minta diisi,lalu munculah bibi kantin datang ke dalam kelasku untuk menawarkan dagangannya.


Kebetulan sekali bibi ada ke kelas dan memasukinya satu persatu, barangkali ada siswa yang lapar dan ingin memesan makanan melalui bibi kantin.


"Asalamualaikum, Selamat siang adek, maaf bibi mengganggu waktunya sebentar ya."


"Waalaikumsalam bi, selamat siang juga, santai saja bi tidak apa-apa." ucap siswa dari dalam kelas serempak.


"Bibi mendatangi kelas satu persatu cuma mau menawarkan jajanan saja,karena diluar cuaca sedang hujan deras,apa ada yang mau memesan melalui bibi?"


"Dengan senang hati..kita mau bi kalau tidak keberatan kalian semua mau pesan makanan kan?" tanya Deva kepada seluruh siswa di kelasnya.


"Iya Dev,kita mau pesan kok sama bibi,wah kebetulan sekali."


"Terima kasih ya."


"Iya adek sama-sama,kalau begitu bibi keliling dulu ya mulai dari bangku paling depan buat mencatat menu pesanannya."


"Siap bi,silahkan." seluruh siswa itu kompak.


Bibi kantin pun lalu keliling dari bangku pertama terus hingga akhirnya sampai juga menuju ke arah bangku yang aku tempati.


Bibi kantin pun tanpa basa basi langsung bertanya menu yang akan dipesan.


"Neng, barangkali mau nitip sama bibi,mau pesan apa?"


"Boleh bi,aku nitip lumpia basah satu porsi terus minumnya air mineral aja ya."


Bibi pun langsung mencatat menu yang aku pesan ke dalam sebuah buku catatan kecil yang dibawanya.


"Oke neng siap,ditunggu ya."


"Iya Bi,terima kasih sebelumnya sudah repot-repot nawarin ke kelas kita."


"Sama-sama neng,kalau tidak jemput bola,kantin sepi atuh."


"Hehe bibi bisa aja."

__ADS_1


"Ya sudah ya,bibi mau lanjut ke yang lain,lalu habis itu bibi mau nyiapin pesanan kalian."


"Oke bi."


Setelah semuanya telah selesai mendapat giliran ditanyai satu persatu, lalu bibi kantin pun berbalik arah menuju ke kantin kembali untuk memesan pesanan para siswa itu.


Beberapa menit kemudian,pesanan siswa pun telah selesai,karena memesannya tidak hanya disatu orang dan menunya berbeda-beda jadi yang mengantar pesanan makanan pun para pedagang yang bersangkutan yang mempunyai lapak itu.


Lumpia basah pun sudah Amanda makan dengan lahap dan habis.Karena cuaca sedang dingin begini bawaannya ingin mengunyah terus.


Karena takut ketahuan guru, piring yang tadi bekas Amanda makan pun Amanda simpan dulu ke bawah meja dan nanti Amanda akan antarkan menuju ke kantin.


Pelajaran yang terakhir sudah dimulai, Amanda pun menyimak penjelasan dari guru itu dengan semangat.Setelah pelajaran selesai, lalu siswa di kelas pun diperbolehkan untuk pulang.


Saat Amanda baru keluar dari kelas,nampak sudah ada Lina juga baru keluar dari kelas.Dan jadilah kita mulai pulang bareng lagi.Tapi disaat sudah sampai gerbang, nampak ayahnya Lina menjemput dan menyuruhnya segera untuk naik ke kendaraan roda dua milik ayahnya.


"Lin,sudah pulang?" tanya ayahnya Lina sedang duduk diatas kendaraan roda duanya.


"Eh,ayah tumben jemput,ada apa yah?"


"Gak ada apa-apa, cuma ayah lagi gak ada kerjaan aja."


"Oh iya, ngomong-ngomong soal kerjaan,Lina ada pekerjaan baru buat ayah,iya kan Amanda?" Lina pun langsung melirik Amanda meminta kode untuk mengiyakan dan mengkonfirmasi.


"Iya kah neng serius ada pekerjaan?"


"Iya,om tinggal bikin lamaran aja lalu nanti kirim lamarannya langsung,apalagi kalau pengalaman tinggal cantumkan paklaring dan ada yang kenal juga disananya pasti cepat keterima om."


"Oke deh,om akan buat dulu lamarannya dan akan coba ngelamar kesana."


"Terima kasih ya neng informasinya."


"Iya om,sama-sama semoga membantu ya."


"Kalau gitu,aku pulang duluan ya Amanda." ucap Lina.


"Iya neng,kita pulang duluan ya." ucap ayahnya Lina.


"Iya om dan Lina silahkan,hati-hati dijalannya ya."


Kendaraan roda dua milik ayahnya Lina pun dihidupkan lalu kendaraan roda dua itu segera melaju menuju arahnya rumah Lina begitu kendaraan roda duanya hidup.

__ADS_1


Tak membutuhkan waktu yang lama, Lina dan ayahnya sudah sampai di rumahnya sementara Amanda masih berada di dalam angkot karena terjebak macet dijalanan.Dilihat-lihat seperti ada yang kecelakaan truk angkutan barang menabrak pohon.


Ngeri-ngeri kalau Amanda melihat yang seperti itu,lalu Amanda pun memalingkan muka dan tidak melihat ke arah jalan.


Beberapa menit kemudian, angkot yang ditumpangi Amanda dari sekolah kini sudah sampai di depan gerbang perumahan.Seperti biasa, Amanda pun lalu turun dari angkutan umum itu dan segera membayar ongkos.


Ketika Amanda akan berjalan menuju ke dalam perumahan,tiba-tiba ada pamannya muncul sambil membawa kendaraan roda dua sepertinya baru pulang nugas dari kerjaannya.


Paman Amanda pun lalu menyapa Amanda yang sedang berjalan itu.


"Amanda.."


Amanda pun melirik ke belakang,begitu Amanda melirik,nampaklah pamannya sedang mengendarai kendaraan roda dua dan akan menuju ke arah Amanda yang sedang berjalan itu.


Amanda pun memelankan jalannya,begitu Amanda terkejar,pamannya pun menawarkan tumpangan dikendaraan roda dua milik pribadinya dan segera menyuruhnya untuk menaiki kendaraan itu.


"Amanda,yuk paman antarkan menuju rumah,sudah siang ini matahari mulai meninggi panas tuh."


"Iya paman,Amanda nebeng ya menuju rumah."


"Iya ayo,kayak sama siapa aja,jangan sungkan-sungkan gitu."


"Iya paman."


Amanda pun nurut dan segera menerima tawaran dari pamannya itu.Kini Amanda sudah naik kendaraan roda dua milik pamannya dan dibonceng dibelakangnya.


Karena dengan kendaraan roda dua cepat juga bisa motong jalan,maka Amanda dan pamannya itu telah sampai juga menuju rumahnya Amanda.


Amanda pun turun dan segera menawarkan kepada pamannya untuk mampir dulu ke dalam rumah sekedar mencicipi asinan buah Jualan milik mamahnya.


Mamahnya pun menghampiri adik iparnya itu dan bertanya.


"Eh, si mamang ketemu Amanda dimana?"


"Itu di gerbang perumahan,keur lempang sorangan urang asa teu tega nempona euy,ku urang teh diajakan we balik nebeng na motor."


"Oh,Enya atuh syukur ari kitu mah,yeuh bisi arek ngasaan asinan buah,nyokot sorangan nya."


"Enya atuh,kabeneran cuaca keur panas mentrang kieu,cocok dahar anu seger-seger."


"Nitip warung nya,teteh arek ka jero heula,acan sholat lohor."

__ADS_1


"Enya Teh siap."


Mamahnya Amanda pun lalu menuju ke dalam rumahnya karena belum melaksanakan shalat dzuhur dan menitipkan warung asinan buah itu kepada adik iparnya.


__ADS_2