
Begitu sampai rumah, mamahku yang ada didepan sedang menjaga dagangan asinan buahnya pun kaget melihatku diantar pakai motor oleh
yang tak dikenal.
Si akang yang bertopi bundar itu langsung menyapa ibuku.
"Punten, bu ieu abdi bade nganterkeun si neng."
"Kunaon kang? Geuning dianteurkeun ku akang?"
"Tadi si neng geubis dijalan."
"Cai cai heula atuh kang,nuhun nya atos nganterkeun pun anak mulang."
"Mangga ibu, abdi moal lami kumargi aya kaperyogian anu sanes."
"Oh muhun atuh,sakali deui nuhun pisan."
"mangga,sami-sami bu, abdi pamit nya bu, sing enggal damang nya neng."
"Mangga ah bu asalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Begitu mamah melihat ke arahku lalu mamahku menghampiri aku dan bertanya "Kamu beneran habis jatuh?jatuh dimana nda?"
Aku pun langsung menjawab pertanyaan mamahku "Jatuh di dekat warung mah, kan ceritanya gini, ada mobil warna biru metalik datang dari arah berlawanan mau nabrak sepedaku,tapi alhamdulilahnya tidak sampai kena tertabrak malah aku yang hilang keseimbangan dan akhirnya jatuh ke atas aspal dan ketimpa sepeda."
"Kamu sih gak hati-hati pakai sepedanya."
"Aku hati-hati kok mah,cuma mobilnya aja yang grasa grusu kebut."
"Tapi ada yang luka gak itu?obati dulu nanti infeksi."
"Lukanya cuma kegores dikit sama memar aja tapi tadi sudah diobatin pakai obat merah dan plester."
"Ya sudah syukur kalau sudah diobatin,luka memarnya biar cepat hilang pakai beras kencur coba nda."
"Iya, kencurnya ada gak mah?"
"Coba cari didapur ada gak?"
"Gak ada mah."
"Ya sudah mamah ke warung dulu,kamu jaga asinan buah dulu sebentar."
"Iya mah."
Mamah Amanda pun langsung pergi menuju ke warung untuk mencari kencur.Biar luka memarnya Amanda hilang jadi pakai beras yang dicampur kencur lalu ditumbuk sampai halus dan nanti dibalurkan pada luka memarnya.
Beberapa menit kemudian, mamahnya Amanda pun sudah kembali pulang dari warung dan membawa satu kresek kencur yang telah dibelinya dari warung.
Begitu sampai rumah,lalu mamahnya Amanda pun langsung menumbuk campuran beras dan juga kencur.Setelah ditumbuk halus, lalu hasil tumbukan itu dipindah ke dalam wadah kecil.
__ADS_1
Lalu mamahnya Amanda pun menuju kamarnya Amanda.Begitu sampai pintu,pintu kamarnya tertutup.Lalu, mamahnya Amanda mengetuk pintu.
Tok..
Tok..
"Amanda, buka pintunya!"
"Iya mah,buka saja tidak dikunci kok."
Lalu, mamahnya Amanda pun masuk kamar Amanda.
Ceklek.
Mamah Amanda langsung memberikan baluran beras kencur itu.
"Sini mana yang memar kakinya,mamah balur dulu."
"Ini mah disebelah sini." Amanda menunjukan yang memarnya berada disebelah betisnya dan juga pahanya.
"Diem ya jangan gerak dulu,tunggu sampai kering beras kencurnya."
"Iya mah."
"Alhamdulilah, segini mah masih ditangtayungan,coba kalau sampai ketabrak mobil bisa repot mamah."
"Iya mah,maafin nda tadi kurang fokus dijalan."
"Sudah,sekarang istirahat aja,mamah mau bikin kuah asinan buah dulu."
"Iya mah."
Sementara aku hanya bisa diam dikamar sambil memainkan permainan ular tangga di handphone symbianku.Karena pada saat itu handphone yang bersistem android belum ada dan belum secanggih sekarang.
Hari pun semakin sore, sesudah bosan memainkan permainan didalam handphone itu aku ketiduran.Dan aku terbangun pukul enam belas atau empat sore.
Bapak pun sudah pulang dari pabrik tempat bekerjanya.Begitu melihat aku yang keluar dari kamar, bapakku kaget karena kakiku penuh dengan beras kencur yang menempel di kakiku.
Bapakku pun bertanya "Nda,kamu kenapa kaki penuh dengan baluran beras kencur begitu?"
Baru saja aku akan jawab pertanyaan bapakku.Mamahku langsung jawab dari balik kamar yang kedua "Tadi Amanda jatuh dari sepeda pak,ketika mamah suruh beli gula sama cabai rawit ke warung.Tadi ada yang nganterin kesini."
"Oh begitu mah."
"Lain kali hati-hati ya Amanda kalau berkendara dijalanan meskipun itu hanya sepeda."
"Iya pak, nanti Amanda akan lebih hati-hati lagi."
"Iya sudah kamu mandi duluan sana, bapak mau rebahan dulu sebentar."
"Iya pak."
Sementara aku mengambil handuk dari gantungan,bapak malah mengambil bantal lalu rebahan disofa dekat televisi.
__ADS_1
Lalu, mamah keluar dari kamar kedua dan melihat bapak malah rebahan mamah pun lalu berucap "Bapak kok malah rebahan bukannya ke kamar mandi."
"Di kamar mandinya ada Amanda yang lagi mandi, biar dia dulu bapak ingin rebahan dulu sebentar."
"Oh,ya sudah mamah mau ke dapur dulu, mau nyiapin makan sore untuk kalian."
Mamah pun lalu ke dapur bersiap untuk memasak.Samar-samar terdengar dari dapur ada suara orang beli di depan rumah sana.
Mamah lalu berteriak dari dapur.
"Pak...tolong lihat di depan, ada orang beli engga."
Bapak pun terbangun dari tidurnya, saking kencengnya suara mamah.
"Iya mah,bapak ke depan sebentar untuk melihat ada orang atau engga."
Lalu bapak pun berjalan keluar menuju depan rumah.Begitu dilihat, ada seorang anak berusia belasan tahun lagi manggil yang punya lapak asinan buah itu untuk keluar.
"Mau beli asinan buah dek?" tanya bapakku.
"Iya mang,satu cup nya berapa?"
"Sebentar ya mau ditanyakan dulu."
Bapak pun lalu berjalan kembali ke dalam rumah dan menuju ke dapur untuk menemui mamahku yang sedang sibuk memasak untuk makan sore.
Lalu begitu sudah sampai dapur, Bapak segera bertanya pada mamah.
"Mah, asinan buah harganya berapa?itu ada yang beli."
"Harganya yang cup kecil tujuh ribu kalau yang besar sepuluh ribu,tolong ya pak sama bapak dulu layaninya,mamah lagi repot."
"Oke siap mah."
Setelah mendengar daftar harga yang diberikan mamah tersebut, Bapak pun kembali menuju keluar depan rumah menemui orang yang beli tadi.
"Harganya yang cup kecil tujuh ribu,sedangkan yang besar sepuluh ribu dek, mau beli yang mana?"
"Oh,yang besar aja ya mang beli dua cup."
"Siap dek mang bikinkan dulu ya asinan buahnya,silahkan adek duduk dulu dikursi sana." bapakku pun menunjuk kursi yang dimaksud dan menyuruh konsumen untuk duduk agar tidak terlalu pegal menunggu."
Setelah beberapa menit bapakku membuatkan asinan buah itu untuk konsumen,akhirnya asinan buah itu jadi juga perdana racikan bapak.
Kemudian asinan itu diberikan kepada konsumen tadi untuk ditukar dengan sejumlah uang.
"Ini dek asinan buahnya sudah jadi,semuanya jadi duapuluh ribu rupiah."
"Ini mang uangnya,pas ya." ucap konsumen itu dengan menyerahkan uang sepuluh ribuan dua.
"Sip dek uangnya pas ya,terima kasih sudah jajan asinan buah."
"Sama-sama mang, kalau gitu aku permisi ya."
__ADS_1
"Silahkan dek."
Konsumen itu pun pergi meninggalkan warung asinan buah depan rumahku.