Mengejar Gadis Dingin

Mengejar Gadis Dingin
Pembagian Hasil Ulangan


__ADS_3

Setelah melaksanakan ulangan kemarin, hari ini hasil ulangan itu dibagikan.


Ibu guru sudah terlihat memasuki kelas.Dan hasil ulangan kemarin, hasil ulangan itu dibagikan hari ini oleh guru yang bersangkutan.


Begitu hasil yang tidak sesuai harapan, Aditya dan Cici pun langsung marah.


"Sial, sepertinya kita kena tipu oleh si cupu itu, ini isinya banyak yang salah." ucap Aditya sedikit teriak.


Dan lebih sialnya, perkataan itu terdengar oleh guru yang masih membagikan hasil ulangan kemarin.


"Oh, jadi kalian isi soal ulangan ini dengan cara menyontek ya?" tanya guru itu.


Dan Cici pun mengelak ucapan itu. "Eh, tidak kok bu, kami tidak mencontek kok."


"Kalau tidak mencontek, kenapa isinya sama?" tanya bu guru lagi.


Kedua orang itu pun susah menjawab pertanyaan guru itu.


"Kalau gitu, kalian akan ibu remedial,perbaikan nilai kalian."


"Ibu sudah siapkan soal yang baru, mohon kalian segera isi!" lanjut guru itu sambil menyuruhnya untuk mengisi soal perbaikan nilai.


"Baik bu, akan kita kerjakan soalnya." ucap siswa yang nilainya kurang dengan menjawab perkataan guru dengan kompak.


"Dan bagi yang nilainya sudah bagus, pertahankan ya kalau bisa lebih dari ini, terus semangat belajarnya." ucap bu guru.


"Baik bu siap." ucap sebagian siswa lagi dengan serempak.


"Silahkan buka buku paketnya, lalu kalian pelajari dulu, kalau dikira ada yang kurang paham nanti bisa ditanyakan, ibu mau mengawasi teman kalian dulu yang melakukan remedial." bu guru itu memberi perintah.


Aku dan Lina beserta yang lainnya pun melanjutkan pembelajaran seperti biasa, sedangkan ibu guru itu mengawasi siswa yang diremedial atau perbaikan nilai di ruang kelas lain yang kosong.Aku pun menandai pembahasan yang tidak dimengerti untuk ditanyakan nanti kepada guru.


Setelah satu jam lamanya kami belajar mandiri, lalu guru itu pun kembali memasuki kelas.


Bu guru pun bertanya." Anak-anak, apakah ada yang mengerti?"


Dan ada beberapa siswa yang terlihat mengacungkan jari tangannya.


"Silahkan bagi yang kurang mengerti bisa ditanyakan, tapi tertib ya satu-satu." lanjut guru itu lagi.


Setelah beberapa ada siswa yang bertanya dan guru pun sudah memberikan jawabannya.Lalu, guru itu pun memberikan tugas untuk dikumpulkan minggu depan.


Tugasnya mudah cuma menggambar peta indonesia beserta nama kotanya dalam kertas karton.

__ADS_1


Gambar Yang terbaik akan dipajang.


Sesudah habis waktu pembelajarannya, lalu kita yang berada di dalam kelas disuruh istirahat dan keluar kelas.


Pada waktu istirahat inilah, Aditya dan Cici kembali menghampiri kami berdua yang sedang minum es jeruk di kantin.


Aditya pun sedikit berteriak di ruang kantin itu."Hey cupu, lu sengaja kan bikin kita-kita mendapat nilai ulangan merah? dan lu juga yang bikin kita menjadi diremedial semua."


Dan aku pun tak mau kalah, aku balas ucapan Aditya itu."Makanya kalau mau nilainya bagus belajar."


Dan Cici pun membela Aditya "Lu, sekarang sudah mulai berani ya sama kita-kita."


Satu tamparan keras mendarat dipipi kiriku.


Plakkk...!!!


Lina yang sedang jajan siomay pun langsung lari menghampiriku.


"Ini ada apa lagi nda? aku sedang jajan siomay langsung lari takut kamu kenapa-kenapa nda."


"Itu tuh mereka Lin malah nyalahin aku nilainya pada hancur bukannya belajar.aku suruh mereka belajar malah nampar aku, salahku dimana Lin?" ucapku kepada Lina.


Lina pun akhirnya mengeluarkan jurus galaknya.


"Ucapan Amanda benar kok, kalau mau pintar ya belajar jangan bisanya minta contekan!"


"Ingat, urusan kita belum kelar." lanjut Cici lagi sambil meninggalkan ruang kantin bersama teman segenknya.


"Udah Nda, mereka udah pergi, tenang ya Nda." ucap Lina sambil berusaha menenangkan aku.


Aku pun dari tadi memegang pipi terus karena merasa sakit ditampar yang begitu lumayan dan didepan banyak orang juga.


Orang-orang yang dari tadi melihat kejadian aku di tampar oleh orang-orang yang selalu membully-ku masih berada di ruangan kantin.Dan aku pun merasa malu menjadi bahan tontonan yang berada di kantin.


Lalu Lina pun berusaha membubarkan orang-orang yang dari tadi berkerumun di ruangan kantin itu.


"Bubar-bubar kalian, ini bukan tontonan!"


Dan orang-orang itu malah bersurak. "Huuuuu...." sambil berlalu pergi dari ruangan kantin satu persatu.


"Mereka sudah aku bubarkan nda." ucap Lina.


"Ya sudah aku mau kembali ke tukang siomay ya, tadi gak jadi beli gara-gara aku lari kesini." lanjut Lina lagi.

__ADS_1


"Iya silahkan Lina, aku tunggu disini." ucapku sambil menyeruput es jeruk.


Lina pun kembali menuju ke tukang siomay, karena gara-gara kejadian tadi Lina tidak jadi membeli siomay dan malah lari kearahku.


Dan beberapa menit kemudian, Lina pun sudah menghampiri aku kembali di kursi tempat biasa kita menghabiskan waktu istirahat.


Disaat duduk disana itulah, Lina kembali bertanya kepadaku.


"Nda, coba ceritakan bagaimana awalnya sampai kamu ditampar gitu?"


Aku pun lalu menjawab pertanyaan Lina itu.


"Kan awalnya gini, mereka merasa gak terima nilai hasil ulangan mereka hancur, dan mereka juga gak terima mereka mendapatkan remedial harus mengerjakan soal lagi." ucapku pada Lina.


"Terus???" Lina pun kembali bertanya karena masih penasaran.


"Iya terus aku memberikan saran, supaya belajar yang rajin supaya gak diremedial, eh akhirnya malah ditampar."


"Aku ngelawan salah, diam pun juga salah." lanjut aku lagi.


"Jadi begitu ya cerita, benar-benar keterlaluan mereka."


"Kamu yang sabar ya Nda." lanjut Lina lagi berusaha menenangkan pikiranku dan meredakan amarahku.


"Iya Lin, terimakasih ya, aku selalu sabar kok ngadepin mereka." ucapku.


"Eh, kamu mau siomay gak?kalau mau aku bayarin." Lina berusaha menawari aku.


"Gak usah Lin, ini es jeruk juga sudah cukup dan tadi aku makan bekal dari rumah juga jadi masih kenyang." aku menolaknya secara halus tawaran Lina supaya tidak tersinggung.


"Ya sudah kalau gitu, jadi aku merasa tenang gak makan sendirian." ucap Lina lagi.


"Iya Lin santai aja sama aku mah  kok."


Sesudah Lina beres makan siomay, dan aku pun habis satu gelas es jeruk lalu aku mengajak Lina menuju ruang kelas kembali.Karena bel sudah berbunyi.


"Yuk Lin, kita masuk kelas lagi." ajakku kepada Lina.


"Iya ayo nda, aku juga sudah beres makan kok."


Lalu aku dan Lina pun berjalan kembali menuju kelas dan kita berdua pun melewati ruang perpustakaan dan ruang musik.


Dari kejauhan aku melihat guru pun sedang berjalan menuju kelasku.

__ADS_1


Aku pun menyuruh Lina untuk berjalan cepat-cepat supaya tidak diomelin nanti kalau terlambat.


"Ayo Lin jalannya cepetan, gurunya akan segera memasuki kelas."


__ADS_2