
Hari ini cuaca nampak begitu cerah, rupanya di depan ruang kantor kedatangan siswa baru.Wajahnya tampan berseragam rapi dan nampak ramah.Dia adalah pindahan dari luar kota mengikuti pindah tempat tinggal bersama orang tuanya.
Tampaknya siswa pindahan itu akan menuju ke kelasnya Amanda.Lalu masuklah siswa pindahan itu ditemani bersama dengan walikelas.
"Asalamualaikum, selamat pagi anak-anak, kelas kita kedatangan siswa baru, silahkan perkenalkan dirimu nak." ucap walikelas mempersilahkan siswa baru itu memperkenalkan diri.
Lalu, siswa baru itu berdiri di depan kelas dan segera memperkenalkan diri begitu bu wali kelas mempersilahkan perkenalan diri.
"Halo Asalamualaikum, namaku Deva nama panjangnya Deva Mahendra asal dari SMA harapan kota C, salam kenal ya semua." ucap Deva memperkenalkan diri.
"Waalaikumsalam, halo Deva salam kenal juga." ucap satu kelas dengan serentak.
"Perkenalan dirinya sudah ya, sekarang silahkan duduk dibangku yang kosong ya Deva." wali kelasku mempersilahkan untuk duduk.
"Nah, sekarang bagian pelajaran apa anak-anak?" tanya bu wali kelas.
"Bagian pelajaran bahasa Indonesia bu."
"Coba sekretaris, susul guru bahasa Indonesianya di kantor."
"Baik bu, saya menuju kantor dulu."
Sekretaris kelas pun keluar menuju kantor untuk menyusul guru bahasa indonesia itu karena pelajaran telah dimulai.
Begitu sampai kantor, guru bahasa indonesia itu sedang bersiap-siap menuju kelas untuk mengajar.
"Eh Ibu, saya disuruh menyusul ibu kesini." ucap sekretaris kelas.
"Iya neng, bagaimana siswa barunya sudah selesai perkenalan?" tanya guru bahasa indonesia itu.
"Sudah bu, saya sekarang disuruh susul Ibu karena jam pelajaran telah dimulai."
"Oke ibu akan menuju kelas sekarang, mari neng bareng sama ibu." ajak guru bahasa indonesia ke sekretaris kelas itu.
"Iya bu." jawab sekretaris kelas itu singkat.
Lalu mereka berdua pun segera menuju kelas dengan melewati ruang musik dan beberapa ruang yang lain.
Begitu sampai menuju kelas, nampak juga ada walikelas di ruangan kelas itu.
"Eh Ibu, sudah beres perkenalkan siswa barunya?" sapa guru bahasa indonesia itu.
"Sudah bu,silahkan ya saya mau menuju ke kantor lagi."
"Anak-anak, untuk selanjutnya disambung dengan guru bahasa indonesia ya, dari Ibu dicukupkan sekian asalamualaikum." pamit wali kelas kepada siswa-siswanya.
__ADS_1
"Baik bu waalaikumsalam." ucap siswa secara serentak.
Mereka pun belajar dengan dibimbing oleh guru bahasa indonesia dengan dua jam pelajaran lamanya.Setelah selesai jam pelajaran, seperti biasa bel tanda istirahat berbunyi dan siswa-siswa yang ada di dalam kelas pun berhamburan untuk keluar kelas menikmati istirahat dengan jajan di kantin dan adapula yang menyibukan diri dengan membaca buku novel di ruang perpustakaan, Seperti yang sering dilakukan Amanda.
Hari ini Amanda ke kantin hanya untuk membeli air karena untuk makanan, Amanda sudah dibekali mamahnya dari rumah.
Begitu sampai di kantin, karena terburu-buru jalannya Amanda malah menabrak Deva siswa baru yang tadi.
Brugghh..
"Eh maaf ya gak sengaja, aku buru-buru." ucap Amanda sambil membetulkan kacamatanya.
"Gak apa-apa kok, seharusnya aku yang bilang maaf soalnya gak lihat jalan jadi nabrak kamu deh." ucap Deva masih agak grogi.
"Oh iya, aku boleh tahu nama kamu?" tanya Deva.
"Boleh kok silahkan." ucap Amanda yang masih malu-malu.
"Perkenalkan aku Deva." ucap Deva sambil mengulurkan tangan ke Amanda.
"Aku Amanda." uluran tangan Deva lalu dibalas oleh Amanda dan akhirnya mereka berdua saling kenalan.
Amanda tak sadar mengobrol sambil berjalan hingga sudah jauh.Hingga tak terasa keduanya kini sudah ada di ruang perpustakaan tempat dimana Amanda sering menghabiskan waktu istirahatnya.
"Eh maaf ya Deva, malah mengajakmu menuju ruang perpustakaan." ucap Amanda agak bingung.
"Oh yah? buku apa yang paling kamu minati dan baca?" tanya Amanda penasaran.
"Aku paling suka buku persilatan atau kolosal gitu seperti wiro sableng, Amanda."
"Wah,jago silat juga ya berarti." Amanda mulai menebak-nebak.
"Ya begitulah, keluargaku semuanya pesilat juga makanya tidak aneh."
"Dan kakekku punya perguruan silat juga." lanjut Deva lagi.
"Wah, pantesan jago ternyata keturunan pesilat."
"Kalau kamu mau belajar silat boleh kok Amanda, nanti berkunjung saja ke perguruan kakekku."
"Terima kasih tawarannya Deva, tapi aku malu."
"Gak usah malu-malu, santai saja lah, Oh iya, rumahmu dimana kalau boleh tahu?"
"Aku tinggal di perumahan yang tidak jauh dari lokasi sekolah ini Deva, kenapa memangnya?"
__ADS_1
"Oh nggak apa-apa, cuma tanya."
"Maaf ya jadi ngobrol terus, ayo kita masuk ke perpustakaan." ajak Amanda kepada Deva.
"Ayo masuk Amanda, lets go."
Mereka berdua pun akhirnya masuk ke dalam ruangan perpustakaan.Amanda lupa, kalau di ruangan perpustakaan juga masih ada Lina.
Begitu Lina melihat Amanda datang berdua, Lina langsung menggoda Amanda.
"Hmm..pantesan beli air aja lama, ternyata ngobrol dulu." ucap Lina.
"Iya Lin, maaf tadi aku gak sengaja nabrak dia dikantin, ujung-ujungnya malah kenalan dan ngajak ngobrol sepanjang jalan." ucap Amanda sambil meminta maaf berharap Lina tidak marah telah ditinggal di ruang perpustakaan lumayan lama.
"Iya aku maafin kok Amanda." ucap Lina.
Begitu Deva melihat-lihat lemari yang dipenuhi koleksi buku-buku kolosal, lalu Deva pun pamit akan menuju ke arah itu.
"Eh Amanda, maaf ya aku tinggal dulu."
"Mau kemana Deva?"
"Aku mau ke arah kiri situ, mau lihat-lihat koleksi buku kolosal."
"Oh, iya silahkan Deva."
Deva pun pamit meninggalkan Amanda dan Lina, lalu Deva berjalan menuju lemari yang menyimpan koleksi buku-buku kolosal.
Lemari yang terbuat dari kayu dengan banyak Buku-buku bacaan yang berjejer.
Dan Deva pun mengambil satu buku kolosal itu dengan judul bukunya wirosableng pendekar 2120, dan Deva pun mencari meja dan kursi untuk segera membacanya.Karena pegal kalau sambil berdiri terus.
“Nah, buku macam ini yang aku cari-cari, ternyata masih tersimpan rapi dan terawat di perpustakaan ini.” gumam Deva dalam hati.
Lalu, Deva pun berniat untuk meminjamnya kepada petugas perpustakaan untuk dibawa kerumah.Karena sepertinya dibaca di perpustakaan tidak akan cukup waktunya.
Deva pun berjalan menuju petugas perpustakaan yang sedang berjaga untuk meminta stempel perpustakaan dan kartu perpustakaan.
"Bu, saya mau membuat kartu perpustakaan dan meminjam buku ini apakah boleh?" tanya Deva pada petugas perpustakaan.
"Boleh, tapi tunggu sebentar, sepertinya kamu siswa baru ya disekolah ini?" tanya petugas perpustakaan itu.
"Iya bu, saya memang siswa baru, dan ini kartu pelajar saya waktu disekolah lama, karena disekolah ini saya belum ada kartunya."
"Kalau begitu, boleh saya meminjam dulu sebentar kartu pelajar lama kamu?" tanya petugas perpustakaan itu.
__ADS_1
"Boleh bu silahkan, ini kartu pelajar saya." ucap Deva sambil menyodorkan kartu pelajar lamanya.