Mengejar Gadis Dingin

Mengejar Gadis Dingin
Ulangan Bulanan


__ADS_3

Setelah melaksanakan hari pendidikan nasional kemarin, hari ini kelasnya Amanda akan melaksanakan ulangan atau evaluasi belajar siswa bulanan sebelum berlangsungnya ujian tengah semester dan ujian akhir semester.


Ada yang aneh hari ini, biasanya yang tidak suka dengan Amanda selalu nyinyir dan jutek.Hari ini mereka mendadak baik kepada Amanda.


“Mereka baik karena ada maunya.” gumam Amanda dalam hati.


Mereka pun ada yang menawarkan makanan dan minuman, berharap nanti Amanda mau membantu mereka dengan memberi jawaban disaat sedang mengerjakan soal ulangan itu.


"Amanda...ini aku ada sesuatu untukmu, ambil ya." ucap Cici sambil menghampiri ke arah bangku aku.


Aku lihat seperti makanan oleh-oleh khas kota Madiun. Ya, Brem sebuah makanan yang terbuat dari saripati singkong difermentasi.


Aku cuma diam saja, dan makanan yang Cici berikan kepadaku tidak aku ambil.


"Kenapa tidak diambil? kamu gak suka ya? padahal aku ikhlas kok ngasihnya." ucap Cici lagi sambil barang pemberian itu dimasukan ke dalam tas sekolahku.


"Aku juga mau minta maaf ya, kalau aku suka isengin kamu." ucap Aditya mendekati ke arah bangku ku.


Aku pun akhirnya berkata."Ini kenapa kalian mendadak gini sama aku? kalian kesurupan apa ya? nanti lama-lama jahatin aku lagi."


Si Cici pun tak mau kalah, dia kembali berkata."Loh, kok kamu gitu sih ngomongnya?memangnya kalau kita jadi baik sama kamu salah ya? aku ikhlas kok aku memberi kamu oleh-oleh, itu dari papahku yang sudah dinas dari luar kota."


"Iya loh, kalau tidak diterima berarti kamu tidak menghargai pemberian yang ngasih itu ke kamu." ucap salah seorang yang ada dibelakang Cici.


"Ya sudah, aku terima ya pemberian kamu, terima kasih sebelumnya." ucapku.


Lalu, guru pun datang dengan membawa lembaran-lembaran soal.


Ulangan pun akan dimulai, Aku pun berpikir, sekali-kali kerjain mereka dengan ngasih jawaban yang salah saja.


Guru itu akhirnya memberikan lembaran-lembaran soal untuk dikerjakan itu tiap orang satu lembar.

__ADS_1


Setelah dilihat-lihat soal nya lumayan mudah untuk dikerjakan, karena sebelumnya aku sudah belajar dengan diajari sepupuku waktu kemarin-kemarin.Jadi, tidak begitu kaget begitu melihat soal dilembaran tersebut.


Aku pun mengerjakan lembaran-lembaran soal itu.Aku cari soal yang termudah dulu untuk dikerjakan, baru selanjutnya soal yang sulit.


Ketika aku sedang mengerjakan soal itu diurutan bagian tengah-tengah, lalu ada yang melempar aku dengan selembar kertas yang dikepal-kepal membentuk bola bekel bulat.Isi dari kertas itu waktu aku baca meminta jawaban soal.Aku pun akhirnya memberikan kunci jawaban, namun aku salah-salahkan.Dalam hati aku berkata, “Syukuri kalian, emang enak.”


Dan aku pun lanjut mengerjakan soal diurutan nomor soal yang terakhir.Aku dan Lina dengan santainya mengerjakan soal-soal itu karena kita berdua sama-sama belajar waktu itu diajari sepupuku.Sehingga, kami berdua tidak terlalu mengalami kesulitan dalam mengerjakannya.


Begitu sudah selesai, kami berdua pun lalu menuju ke depan bangku guru sedang berada dan aku pun mengajak Lina untuk keluar kelas.


"Kamu udah mengerjakan Lin?ayo kita keluar kelas." ajak aku.


"Ayo nda, aku juga sudah selesai kok." Lina pun mengiyakan ajakan aku untuk keluar kelas.


Lalu, setelah lembaran soal dan jawaban itu aku serahkan ke guru, kami berdua pun dipersilahkan untuk meninggalkan kelas dan segera beristirahat.Karena belum terasa lapar, aku pun mengajak Lina untuk berkunjung ke ruang perpustakaan saja.Aku ingin meminjam buku novel lagi yang belum sempat aku baca.


Setelah sampai menuju perpustakaan, lalu aku pun masuk ke dalam perpustakaan.Dan aku pun mulai memilih buku novel mana yang ingin aku pinjam, dan sebelum aku meminjam buku lagi aku kembalikan dulu buku novel kemarin yang sudah aku pinjam.


"Disini aja atau dimana?" tanya Lina memastikan.


"Sudah disini aja Lin, tempatnya enak adem tidak terlalu bising juga."jawabku.


Setelah mendapat tempat, kita berdua pun memesan menu pada pegawai kantin itu.Beberapa menit menunggu, akhirnya pesanannya datang juga lalu aku dan Lina pun segera menyantapnya karena kalau dibiarkan dingin dulu malah tidak enak nanti jadinya.


Disaat-saat dikantin itu, aku menawarkan oleh-oleh makanan yang waktu tadi pagi diberikan kepadaku dari Cici.Karena aku kurang begitu suka maka aku kasihkan saja pada Lina yang memang semua keluarganya menyukai juga makanan itu.


"Ini Lin, aku kasihkan aja ya ke kamu, dari Cici tadi pagi." ucapku sambil menyerahkan bungkusan berwarna hitam itu.


"Apa ini Nda?" tanya Lina penasaran.


"Nanti saja bukanya kalau sudah dirumah." jawabku lagi.

__ADS_1


"Oh ya sudah kalau gitu, terima kasih ya Nda, aku terima ya Nda."


Setelah itu, aku dan Lina segera membayar menu yang tadi dipesan dan kita pun segera beranjak dari kantin menuju ke ruang kelas lagi karena waktu istirahat hampir mau habis.


Baru beberapa langkah pun, bel tanda masuk kelas sudah berbunyi.Lalu aku dan Lina pun cepat-cepat berlari untuk memasuki kelas.


Begitu masuk kelas, Aditya dan Cici pun menghampiri aku.


Dan mereka berdua berkata dengan kompak."Terima kasih ya Amanda,sudah membantu kita."


Aku mengelus dada, aku kira mau diapakan ternyata mau mengucapkan itu saja.


Aku pun membalas ucapannya mereka dengan singkat. "Iya."


Lina pun yang disebelah bangku aku mencolek aku dan merasa penasaran.Dia pun bertanya "Ada apa?" aku pun membalas pertanyaan Lina yang sedang kepo itu. "Nanti saja jawabnya kalau sudah pulang sekolah ya!"


Dan Lina pun mengangguk tanda mengerti tak bertanya apapun lagi.


Beberapa jam kemudian, bel tanda pembelajaran selesai dan tanda pulang pun berbunyi.


Aku dan Lina pun seperti biasa keluar kelas belakangan saja, menunggu orang-orang keluar dulu.Karena aku dan Lina paling tidak suka berdesak-desakan.


Setelah teman-teman yang lain sudah keluar kelas semua, lalu giliran aku dan Lina yang keluar kelas dan berjalan menuju gerbang.


Disaat berjalan itulah rasa kepo Lina kembali muncul.Tadi orang yang dua itu yang selalu bikin ulah ngapain menuju bangku kita dan baik-baikin Amanda.


Lalu aku bisikin saja Lina pelan-pelan "Aku sudah bantu mereka dengan memberikan kunci jawaban, namun kunci jawaban itu aku salah-salahkan saja."


Dan aku juga Lina tertawa.


Lina pun membalas bisikan aku itu "Ide kamu ada-ada saja, sekali-kali bolehlah isengin mereka,oh iya, terima kasih ya tadi didalam bungkusan warna hitamnya kesukaan aku itu."

__ADS_1


Aku pun hanya menganggukan kepala dan memberikan acungan jempol.


__ADS_2