Mengejar Gadis Dingin

Mengejar Gadis Dingin
Mulai Sekolah Lagi


__ADS_3

Hari ini hari senin, sekolah pun kembali dibuka lagi karena waktu liburan sudah habis.


Amanda seperti biasa ikut nebeng ketika berangkat sekolah dengan kendaraan roda dua milik bapaknya.


Seperti biasa, bapaknya sebelum berangkat ke pabrik tempatnya bekerja lebih dahulu mengantarkan Amanda menuju sekolahnya.


Setelah sampai di sekolah, seperti biasa Amanda pun turun dari kendaraan roda dua milik bapaknya itu.


"Amanda,bapak berangkat ke pabrik ya." ucap bapaknya ketika Amanda turun.


"Iya pak,hati-hati dijalan."


"Iya."


Lalu, kendaraan roda dua punya bapaknya itu berbalik arah menuju ke arah pabrik tempat bapaknya Amanda itu biasa kerja.


Sementara di sekolah tempat Amanda mencari ilmu, Amanda terus saja berjalan menuju ke kelas barunya.Karena hari ini pertama Amanda berbeda kelas dengan kelas sepuluh waktu semester kemarin di sekolah Amanda akan diadakan acak kelas untuk kelas sebelas ini dimana yang tadinya kelas ips 2 bisa saja menjadi di kelas ips 1.


Begitu masuk ke kelas yang baru, ternyata Amanda terpisah dengan Aditya,Cici dan juga sahabatnya yaitu Lina.


Amanda kini kembali satu kelas dengan Deva.


Deva sudah berada di kelas sejak tadi.Lalu,Deva pun menyapa Amanda yang baru masuk ke kelas "Selamat pagi Amanda."


"Iya selamat pagi juga Deva." Sapa Deva pun dibalas oleh Amanda.


"Kita satu kelas lagi ternyata." ucap Deva.


"Iya Dev, tapi sekarang aku terpisah sama sahabatku sepertinya sekarang berada di kelas sebelah deh."


"Maksudmu Lina?"


"Iya,Lina sahabatku."


"Gak usah sedih,kan tiap hari juga pasti ketemu lagi apalagi kelasnya berdekatan.Tinggal kamu yang kesana atau sahabatmu yang kesini,beres kan?"


"Iya Dev kamu benar."

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, sekolahan pun bertambah ramai selain teman-teman sesama satu kelas dan kakak kelas,hari ini juga bertambah dengan siswa baru yang akan mengikuti kegiatan masa orientasi siswa di sekolah.Siswa dari berbagai sekolah menengah pertama dan sederajatnya berkumpul jadi satu dilapangan untuk mengikuti kegiatan upacara bendera, dilanjut pengarahan dari pembina upacara sekaligus panitia pelaksana masa orientasi siswa di sekolah.


"Perhatian untuk semua siswa,silahkan berkumpul di lapangan." ucap pembina upacara dengan lantang dengan memakai microfone yang terhubung ke speaker.


Semua siswa pun segera bergegas menuju ke lapangan dengan membentuk barisan sesuai dengan kelasnya.


Amanda pun ikut dalam barisan peserta upacara itu, tapi sebagai antisipasi takut Amanda pingsan lagi, Amanda pun berbaris di barisan belakang saja dan supaya agak teduh tidak terlalu tersinari sinar matahari kalau berbaris di barisan belakang karena postur tubuhnya agak tinggi-tinggi.Berbeda dengan Amanda yang mempunyai tubuh agak mungil.


"Upacara akan segera dimulai,para pemimpin pasukan disiapkan." ucap yang bertugas hari senin ini.


Deva pun maju ke depan sebagai ketua kelas dan laporan satu persatu ke depan bahwa upacara siap dilaksanakan.


Setelah laporan kepada pembina upacara,Deva pun kembali ke barisan kami dan kembali memimpin barisan kami.


Setelah sekian menit upacara itu dilaksanakan, barulah pembina upacara itu memberikan kata sambutan yang kurang lebih setengah jam lamanya atau tiga puluh menit berpidato menyambut siswa baru yang akan mengikuti masa orientasi siswa.


"Acara masa orientasi siswa ini secara resmi kami buka,tepuk tangan yang meriah untuk adik-adik kita." ucap pembina upacara itu.


Semua peserta upacara pun bersorak bergemuruh dan bertepuk tangan menyambut dengan senang.


Sesudah penyambutan dari pembina selesai,pengibaran bendera merah putih selesai dikibarkan oleh paskibraka, dan pembaca doa telah selesai dibacakan oleh pembaca doa.Upacara pun selesai dilaksanakan dan seluruh siswa kembali menuju kelasnya masing-masing.


Amanda pun kembali menuju kelasnya,ada yang lebih menyenangkan dan menenangkan hari ini, karena semua teman-teman barunya baik semua dan tidak akan ada yang membullynya kembali.


Jangan harap kejadian dikelas sepuluh itu terulang kembali di kelasnya sekarang.


Amanda ingin bersekolah dengan nyaman dan damai tanpa adanya pengganggu ataupun musuh yang mengganggu konsentrasi belajarnya dia.


Jadwal pertama yang akan guru ajarkan adalah bahasa Indonesia.


Sebelum gurunya datang ke kelas, Amanda terlebih dahulu membuka tas dan mengambilnya buku paket dan buku catatannya lalu Amanda simpan di atas meja.


Tidak lama kemudian, guru bahasa Indonesia itu datang juga ke kelas.


Guru baru bahasa Indonesia itu pun lalu menyapa para siswa dihadapannya "Selamat pagi siswa-siswa kelas sebelas, sebelum kita memulai belajar mari kita perkenalkan diri dulu."


"Nama ibu Widaningsih, panggil saja ibu Wida ya." lanjutnya lagi.

__ADS_1


"Siap bu Wida." ucap siswa serempak.


"Nah,setelah perkenalan selesai ibu mau absen dulu satu persatu,yang disebutkan namanya mohon acungkan tangan ya." ucapnya lagi.


"Siap bu."


Bu Wida pun lalu mengabsen siswa-siswa yang berada di kelas itu satu persatu.


Setelah selesai absen, bu Wida lalu memulai pembelajaran bahasa Indonesianya.


Kali ini yang akan dipelajari adalah pembuatan cerpen.


"Anak-anak ada yang tahu cerpen itu apa?" tanya bu Wida guru bahasa Indonesia.


Sebagian tidak menjawab pertanyaan itu karena takut salah jawab dan sebagian lagi ada yang acungkan tangan ingin mencoba menjawabnya.


"Iya kamu yang pakai jaket merah,jawabannya apa?"


"Cerpen adalah sebuah cerita pendek bekisar antara 700 hingga 1000 kata dan pemerannya ada dua atau tiga orang."


"Terima kasih nak,jawabannya benar,Jadi Cerpen itu sebuah cerita pendek ya anak-anak."


"Sekarang ibu mau menugaskan untuk membuat cerpen,genre dan themanya bebas ya nanti dikumpulkan ke meja ibu dikantor kalau sudah selesai."


"Siap bu."


Amanda beserta yang lain pun lalu mengerjakan tugas dari guru tersebut.Karena Amanda sudah paham akan dasar-dasar pembuatan cerpen, makanya bagi dia tugasnya tidak terlalu sulit.Hanya memikirkan alur ceritanya akan seperti apa dan siapa tokoh-tokoh dalam cerita yang Amanda buat itu.


Setelah dipikir-pikir, Amanda akhirnya sudah mendapatkan ide.Dia akan membuat cerita romansa fiksi remaja yang kebetulan juga sedang ramai dimuat diberbagai tabloid remaja.


Amanda akhirnya membuat genre yang memang sedang ramai dipasaran namun dengan cerita dan tokoh yang berbeda.


Butuh waktu satu jam untuk Amanda memikirkan alur cerita beserta latar tempat dan menuliskannya didalam sebuah buku catatan.


Setelah selesai ditulis didalam buku catatan, lalu Amanda memeriksanya kembali sebelum dikumpulkan dimeja guru itu.


Tidak ada kata-kata yang salah tulis atau bagaimana.Lalu, Amanda pun dengan percaya dirinya mengumpulkan tugas itu.

__ADS_1


Tak berselang lama, selesai membuat tugas itu bel tanda istirahat pun berkumandang juga.


Amanda lalu keluar kelas dan menuju ke kelas sebelah untuk menemui Lina dan mengajaknya untuk istirahat bersama menuju kantin yang pertama di kelas sebelas ini.


__ADS_2