Mengejar Gadis Dingin

Mengejar Gadis Dingin
Mantan Deva Muncul Kembali


__ADS_3

Setelah sampai di rumah, malam harinya ketika Deva akan menuju ke konter untuk mengisi pulsa.Deva pun secara tidak sengaja bertemu lagi dengan mantannya sewaktu cinta monyet semasa smp dulu.


Sial,kenapa ketika sedang mendekati Amanda dia malah muncul lagi?


Mantan Deva yang duluan menyapa dengan sangat hati-hati takut salah orang.


"Ini Deva kan ya?" tanya mantan Deva sewaktu berpapasan di konter.


"Iya,maaf ini dengan siapa ya?tahu namaku dari mana?" Deva malah bertanya balik.


"Ih masa lupa sih?aku loh Intan mantanmu waktu smp."


"Intan?Intan mana ya?dulu kelas apa?"


"Iya,aku Intan,ih kamu pura-pura lupa ya?aku Intan kelas G."


"Oh..."


"Sudah ingat kan?"


"Iya sudah."


“Hampir lupa, aku kesini kan mau isi pulsa, kenapa malah ngobrol sama nenek lampir sih?”gumam Deva dalam hati.


Lalu, Deva pun memanggil penjaga konter untuk segera mengisikan pulsanya.


"Bang,aku isi pulsa yang 25ribu ya." ucap Deva kepada penjaga konter.


"Silahkan,isi dulu nomernya dibuku itu ya."


"Baik bang."


Deva pun lalu menulis sendiri nomornya diatas buku catatan konter itu.


"Yang 25ribu ya?nomornya yang ini?sebentar ya aku isi dulu pulsanya." ucap penjaga konter.


Tring..ring..


Notifikasi handphone Deva pun berbunyi tanda pulsa sudah masuk ke handphonenya.


"Sudah ada masuk bang, jadi berapa?" tanya Deva.


"Jadi 27ribu dek."


"Ini bang uangnya pas ya."


"Oke terima kasih dek."


Setelah Deva mengisi pulsa lalu Deva pun segera bergegas meninggalkan konter dan gak mau berlama-lama disana bareng dengan si cerewet Deva kerap memanggilnya dengan nenek lampir.Kendaraan roda dua milik Deva pun segera dihidupkan tak berapa lama kendaraan roda dua itu melaju dengan kencang menuju ke rumahnya.Setelah sampai menuju rumah,kendaraan roda dua milik Deva pun dimasukan ke dalam garasi yang berada di pinggir rumahnya.


Sementara di tempat yang berbeda,di konter itu mantannya Deva Intan terus saja mencari nomor didalam buku catatan konter yang tadi Deva catat ke dalam buku itu.


Setelah ketemu nomornya, Intan pun lalu menyimpan nomor itu ke dalam handphone miliknya.

__ADS_1


Lalu, Intan pun mencoba untuk mengirim sms kepada Deva berharap Deva akan membalasnya.


+62821xxx


[Hai..]


Notifikasi handphone Deva berdering,tanda ada pesan sms masuk ke dalam handphonenya.


Lalu,Deva pun karena penasaran segera membuka sms itu.Setelah dilihat pesan smsnya tidak ada namanya.


Deva bertanya-tanya dalam hati,siapa yang iseng kirim pesan sms kepadanya itu.


Deva akhirnya membalas juga pesan sms itu.


+6285720xxx


[Siapa ?]


Pesan sms pun terkirim,lalu beberapa menit pesan sms pun mendapat balasan juga.


+62821xxx


[Dev,ini aku Intan aku simpan nomor kamu ya.]


Begitu Deva membuka isi pesan tersebut,alangkah kagetnya Deva si Intan bisa tahu nomor handphone miliknya.Deva berpikir,mungkin tadi karena Deva dan Intan bertemu di konter jadi Intan bisa tahu nomornya tersebut melalui catatan konter yang berisi nomor-nomor hand phone yang akan diisikan pulsa.


Dengan sangat terpaksa,Deva pun mengiyakan kalau nomornya boleh disimpan.Karena kalau tidak, akan bertambah ribet urusannya dengan si cerewet Intan itu.


Dan Deva pun tidak mau hal macam itu terjadi kepada Deva.


+6285720xxx


Pesan sms itu kembali terkirim kepada Intan.


Sesudah saling kirim pesan dengan mantannya, lalu Deva pun menyimpan handphone itu ke dalam tempat biasa.


Dan Deva segera untuk tidur karena malam sudah semakin larut dan Deva pun sudah sangat mengantuk takut besok kesiangan bangun dan berangkat ke sekolah.


Beberapa jam kemudian, Deva sudah bangun dari tidurnya.Saat mengecek handphone nampak Intan kembali lagi mengirim pesan sms untuknya.


+62821xxx


[Halo Dev selamat pagi]


Karena nomornya belum Deva simpan,dan Deva pun baru siuman dari tidurnya.Deva akhirnya menanyakan kembali siapa yang telah berkirim pesan untuknya.


+6285720xxx


[Siapa sih pagi-pagi ganggu aja? ] Deva membalas pesan sms itu dengan nada marah-marah.


Beberapa menit kemudian,pesan sms itu kembali terbalas juga.


+62821xxx

__ADS_1


[Ih kamu,gak simpan nomor aku ya?Aku Intan.]


Karena Deva gak mau berdebat dengan Intan, akhirnya pesan sms itu Deva abaikan saja.


Lalu Deva bangun dari tidurnya,karena adzan subuh berkumandang.


Deva juga sama seperti yang dilakukan keluarganya Amanda tak ketinggalan untuk shalat subuh berjamaah bersama keluarganya.


Setelah beres shalat berjamaah,lalu Deva pun menyiapkan peralatan dan menyiapkan buku-buku kedalam tasnya yang akan dibawa nanti pagi ke sekolah.


Setelah beres,lalu Deva pun segera bergegas mandi dahulu karena untuk sarapannya ibunya Deva sedang membeli nasi uduk dan gorengan ke warung makan pengkolan.


Di warung makan itu pagi-pagi sudah terlihat antri, karena hanya warung ini yang buka menjajakan makanan untuk sarapan pagi-pagi sekali.Warung lain bukanya sekitar jam delapan.


Setelah ibunya Deva kebagian jatah dari warung itu, lalu ibunya segera bergegas pulang menuju rumah meninggalkan warung tersebut karena takut Deva lama menunggu.


Dan benar saja,ketika ibunya pulang Deva sudah beres mandi dan sudah memakai seragam.


Deva pun bertanya kepada ibunya "Bu,habis dari mana?kenapa lama sekali?"


"Ibu habis dari warung membeli makanan untuk sarapan, soalnya ibu belum sempat masak pagi-pagi tukang sayurnya belum ada." jawab Ibunya Deva sambil mengelap keringat dengan mrnggunakan tisu.


"Iya bu maaf,ibu terlihat lelah sekali sebentar ya Deva ambilkan minum untuk ibu."


Deva pun berjalan menuju ke dapur mengambil gelas dan mengisikan air dari dispenser.Lalu, air minum dalam gelasnya Deva berikan kepada ibunya.


"Ini bu,minum dulu, ibu pasti capek sudah bela-belain mencari sarapan untuk Deva."


Ibunya Deva lalu menerima gelas yang berisi air minum yang Deva berikan itu dan segera meminumnya seteguk demi seteguk hingga habis tak bersisa.


"Terima kasih nak,tahu saja kalau ibu sedang haus."


"Iya bu sama-sama."


Ibunya Deva lalu membuka bungkusan hitam yang baru saja dibawa dari warung makan itu.


"Ini nak makan dulu seadanya aja ada nasi uduk sama gorengan."


"Iya bu,terima kasih ya..kalau gitu Deva sarapan dulu ya,ibu sini sarapan bareng Deva."


"Kamu saja duluan yang sarapan ya,ibu nanti saja agak siangan,ibu mau meluruskan kaki sambil nonton berita di televisi dulu."


"Ya sudah kalau gitu, Deva sarapan duluan ya."


"Oh iya,ayah kemana bu dari tadi Deva belum lihat?"


"Ayahmu ada masih tidur tuh,tadi pulang larut malam sebelum subuh karena kerja lembur."


"Oh..."


"Cepat sarapan Deva jangan banyak ngobrol."


"Iya bu,ini Deva lagi sarapan."

__ADS_1


Ketika Deva sedang asyik menikmati sarapan,lalu ayahnya Deva terbangun dari tidurnya karena mencium aroma nasi uduk yang sedang disantap Deva itu.


__ADS_2