Mengejar Gadis Dingin

Mengejar Gadis Dingin
Amanda Mulai Curiga


__ADS_3

Saat Deva sedang asyik menikmati sarapan nasi uduk dan gorengannya,tiba-tiba datang ayahnya menghampiri Deva menuju ruang makan dan ayahnya terlihat dari arah kamar dan sepertinya baru bangun tidur.


Saat sudah didekat ruang makan lalu ayah Deva pun menyapanya.


"Selamat pagi Deva anak ayah."


"Selamat pagi juga ayah,baru bangun tidur ya?" Deva pun menyapanya balik.


"Iya,semalam kerjaan banyak jadi lembur hampir menjelang subuh, begitu selesai shalat subuh ayah tidur lagi karena masih ngantuk."


"Oh pantesan,oh iya, sarapan dulu yah ini nasi uduknya mumpung masih hangat."


"Ayah juga kebangun gara-gara mencium aroma nasi uduk ini,sebentar ayah cuci muka dulu ya."


"Iya ayah."


Ayahnya Deva pun berjalan menuju wastafel untuk mencuci muka dan cuci tangan,disaat ayahnya sedang berada di wastafel.Lalu,ibunya Deva muncul dari arah ruang tempat berkumpul keluarga.


Sepertinya acara beritanya sudah selesai,maka televisinya dimatikan lalu ibunya Deva pun menuju ke ruang makan menyusul Deva dan suaminya.Begitu sampai di ruang makan, lalu ibunya Deva bertanya kepada Deva.


"Dev,ayah sudah dibangunin belum?"


"Ayah lagi cuci muka di wastafel bu."


"Oh,dikira belum bangun."


Saat ibunya Deva sudah duduk di kursi yang berada di  meja makan,ayahnya Deva lalu muncul sambil membawa handuk kecil yang dililit ke leher.


"Eh ayah,dikira ibu masih tidur,tadinya mau ibu bangunkan."


"Sudah bangun daritadi tapi ke wastafel dulu untuk cuci muka dan gosok gigi,gak etis dong mau sarapan bareng ibu, nafasnya bau jigong."


"Ya sudah,ibu siapkan dulu piring dan gelasnya,ayah ambil nasi uduk dan gorengannya didalam kantong plastik warna hitam."


"Yang ini bu?" ayahnya Deva menunjukan kantong plastik yang dimaksud.


"Iya ayah,taro nanti diatas piring ya."


"Nih sudah ibu bawa piringnya."


"Deva sudah beres kan makannya?tidak akan nambah lagi?" tanya ibunya Deva.


"Sudah bu, Deva sudah kenyang,ya sudah Deva berangkat ke sekolah ya."


"Iya Deva hati-hati dijalan."

__ADS_1


Setelah berpamitan kepada ayah dan ibunya, lalu Deva pun cium tangan kepada orang tuanya.Deva lalu berangkat menuju sekolahnya dengan mengendarai kendaraan roda duanya.Sementara,ayah dan ibunya melanjutkan sarapannya kembali.


***


Tak berselang lama, kendaraan roda dua yang dikendarai Deva pun telah sampai menuju parkiran sekolah.Deva pun lalu memarkirkan kendaraan roda duanya dilahan parkir yang telah disediakan pihak sekolah itu.Seperti sejak kemarin malam, waktu masih berada di parkiran pun handphonenya Deva tidak berhenti berbunyi.Deva kini disibukan dengan handphonenya itu,ketika sudah sampai di depan kelas, Deva yang ketahuan Amanda sibuk terus dengan handphonenya.Amanda yang melihat Deva pun lantas memberikan komentar kepada Deva.


"Cie,sibuk terus pegang handphone lagi balas pesan sms dari pacarnya ya?"


"Apaan sih Amanda,nggak kok tadi cuma orang yang salah sambung."


"Salah sambung atau salah sambung?"


"Iya salah sambung,sudahlah ayo masuk ke dalam kelas jangan curigaan lagi."


"Oh gitu ya."


"Iya, sebentar,kamu cemburu ya?"


"Ye,ngapain cemburu,jadian sama kamu aja enggak kok."


"Hmmmp."


Lalu mereka berdua pun akhirnya memasuki kelas karena bel tanda masuk kelas sudah berbunyi dari tadi malah.


Tak berselang lama,guru yang akan mengajar pun akhirnya datang juga menuju ke kelasnya Deva.Ketika ibu guru itu memasuki kelas, lalu ketua murid yaitu Deva sendiri memberikan salam kepada ibu guru itu.


"Asalamualaikum selamat pagi bu."


"Selamat pagi siswa dan siswiku yang cantik dan juga ganteng,silahkan duduk kembali."


Setelah memberikan salam kepada guru lalu siswa yang ada di kelas itu lalu dipersilahkan duduk kembali.


Pelajaran seperti biasa dua jam dan setelah dua jam belajar,lalu guru tersebut menyuruhnya untuk beristirahat.Satu menit kemudian,bel tanda istirahat pun lalu berbunyi dengan nyaring.Siswa-siswa yang sedang berada di dalam kelas pun akhirnya berhamburan keluar dari dalam kelas.


Ada yang seperti biasa berkunjung ke ruang musik,seperti biasa yang dilakukan Amanda ke perpustakaan,ke taman sekolah bahkan yang lebih banyak berkunjung ke kantin karena perut sudah lapar juga tidak bisa diajak kompromi.


Amanda hari ini berkunjung ke ruangan kelas sebelah hendak akan menemui Lina sahabat baiknya itu yang sekarang berpisah kelas.


Lina sepertinya masih sibuk mengerjakan tugasnya,dari tadi Lina belum muncul juga ke depan kelas menemui Amanda sahabatnya.


Amanda akhirnya menunggu di depan kelasnya dengan duduk di kursi panjang yang sengaja pihak sekolah menyimpannya di area sekitar sana biar para siswa leluasa untuk bersantai.


Setelah menunggu beberapa menit,akhirnya Lina menghampiri Amanda juga yang sedang duduk dikursi panjang depan kelasnya itu.


"Hai Amanda,maaf ya harus menunggu lama,aku tadi belum beres tugas susah ternyata kalau berpisah dari kamu, aku gak ngerti-ngerti gak ada yang bisa jelaskan."

__ADS_1


"Iya gak apa-apa kok santai aja,pelajaran apa memangnya sampai kamu tidak begitu paham dengan yang guru jelaskan?"


"Matematika Amanda."


"Oh pantesan,tugas yang mana?algoritma atau yang mana?"


"Iya algoritma,aku kurang begitu paham."


"Oh,nanti kita belajar bareng gimana Lin?"


"Boleh,ide bagus tuh,kapan nda?"


"Sesempat waktunya kamu aja Lin,nanti kamu kabari aku aja."


"Oke, tapi dirumah kamu ya?"


"Boleh siap,yuk ah kita ke kantin dulu,aku lapar banget nih daritadi aku nahan sakit perut di dalam kelas."


"Ayo nda,kamu mau jajan apa hari ini."


"Kita lihat saja dulu di kantin."


"Oke."


Aku dan Lina lalu berjalan menuju ke kantin sekolah.Disana sudah ada beberapa penjual yang menjual makanan.


Amanda akhirnya mrngunjungi lapak penjual kerak telor karena penasaran dengan rasanya.


"Pak,kerak telornya satu ya."


"Oke neng siap,silahkan duduk dulu untuk menunggu ya,bapak akan membuat dulu kerak telornya."


"Iya pak."


Bapak penjual kerak telor pun lalu membuat sajian yang dipesan Amanda itu.Ketika sedang membuat kerak telor pesanannya Amanda, lalu Amanda pun meminta air minum karena merasa haus.


"Pak,minta air minum ya."


"Oh boleh neng,itu gelasnya disana ya didalam rak,airnya ambil saja dari dalam poci."


"Iya pak."


Lalu Amanda pun mengambil gelas dari dalam rak piring bapak penjual kerak telor itu dan Amanda mulai menuangkan air minum dari dalam poci ke sebuah gelas yang Amanda ambil tadi dari dalam rak.


Lalu Amanda meminumnya seteguk demi seteguk hingga air dari dalam gelasnya habis.

__ADS_1


Kerak telor pun jadi, dan Amanda segera memakannya.Sementara,Lina terlihat sedang memesan satu porsi rujak petis.Entah ada angin apa tiba-tiba Lina ingin makan rujak.


__ADS_2