Mengejar Gadis Dingin

Mengejar Gadis Dingin
Pamannya Amanda pamit pulang


__ADS_3

Setelah lama berada di rumahnya Amanda, pamannya Amanda pun izin pulang kembali ke rumahnya.


Mamahnya Amanda yang baru saja selesai menunaikan shalat dzuhur pun keluar dari kamarnya.


Begitu mamahnya Amanda keluar dari kamar,Pamannya Amanda pun menghampiri mamahnya Amanda yang tak lain kakaknya dari paman Amanda itu.


"Teh,abdi pamit heula nya,diimah pamajikan sorangan karunya." ( Kak,aku pamit dulu ya,dirumah istri sendirian kasihan.)ucap pamannya Amanda sambil pamit pulang ke mamahnya Amanda.


"Oh,enya atuh mangga,tah ieu asinan buah bikeun ka pamajikan nya."(Oh,iya silahkan,nah ini asinan buah kasihkan ke istri ya.) suruh mamahnya Amanda.


"Meuni dibekel sagala Teh,keun we padahal mah barang jualan mah." (Kok dibekal segala kak,biarin aja padahal barang jualan itu.)ucap pamannya Amanda.


"Bisi hayangeun pamajikan,ngan nukieu teteh mah ngabahanan na." ( Takutnya istri ingin,tapi cuma ini kakak membekalinya.)kata mamahnya Amanda.


"Nuhun atuh Teh,abdi balik heula."(Terima kasih kalau gitu kak,aku pulang dulu.)


"Enya,sok kahade dijalanna."(Iya,sok hati-hati dijalanya.)


"Nya Teh siap." (Iya kak siap.)


Setelah Pamannya Amanda bersalaman dengan Mamahnya Amanda,lalu pamannya Amanda pun bergegas menuju ke depan rumah.

__ADS_1


Disana motor paman Amanda terparkir.Lalu, tidak berapa lama pamannya Amanda pun menghidupkan motornya dan segera menjalankan motornya menuju jalanan yang menuju arah rumahnya yang berada tidak terlalu jauh dari rumah kakaknya atau mamahnya Amanda.


Beberapa menit telah berlalu,kini pamannya Amanda telah sampai di rumahnya.


Begitu pintu dibuka,nampak istrinya menyambutnya dan istrinya pun segera bertanya kepada suaminya yang tak lain adalah pamannya Amanda itu.


"Assalamu'alaikum." pamannya Amanda membuka pintu sambil mengucapkan salam.


"Waalaikumsalam." istri pamannya Amanda menjawab salam sambil menyambut kedatangan suaminya dari balik pintu.


"Eta naon ayah?" (Itu apa ayah?) tanya istrinya menanyakan isi didalam bungkusan kresek kecil berwarna hitam tersebut.


"Oh ieu,ieu aya asinan buah ti si teteh,sok atuh dituang mah." (Oh ini,ini ada asinan buah dari si kakak,sok dimakan mah.) jawab suaminya.


"Muhun mah,engke diwartoskeun." (Iya mah,nanti disampaikan.) timpal suaminya.


"Papah bade?Ieu duaaneun we." (Papah mau? ini berdua saja.) istrinya menawarkan kepada suaminya.


"Sok wae seepkeun ku mamah nya da papah mah atos tadi diditu." (Sok aja habiskan oleh mamah ya,da papah udah tadi disana.) suaminya menolak secara halus,karena dia sudah makan itu tadi waktu di rumahnya Amanda.


"Nya atuh,mamah seepkeun." (Iya udah,mamah habiskan.) ucap istrinya.

__ADS_1


"Iya mah, sok sing wareg." (Iya mah,sok sampai kenyang.)


Setelah asinan buahnya habis,lalu istrinya pamannya Amanda itu menuju ke westafel dapur untuk membereskan mangkok bekas asinan buah tadi sekaligus mencucinya hingga bersih.


Setelah beres mencuci mangkok, lalu istrinya kembali menuju ruang kerjanya karena istrinya ini kadang-kadang ada orderan online shop juga meskipun kecil-kecilan.


Meskipun usaha kecil-kecilan,setidaknya bisa membantu perekonomian keluarga dan pendapatan suaminya.


Ketika istrinya sedang mengetik didepan layar laptopnya,lalu suaminya menghampirinya sambil bertanya sesuatu.


"Mah,kumaha dinten ayeuna aya orderan teu?" (Mah,gimana hari ini ada orderan gak?) tanya suaminya.


"Aya pah,punten pangkirimkeun ka jasa pengirimannya paketna." (Ada pah,tolong kirimkan ke jasa pengiriman ya paketnya.)


"Siap mah,sok ayeuna packing heula,papah siap-siap heula bade kaluar deui soalna." (Siap mah,sok sekarang packing dulu,papah siap-siap dulu mau keluar lagi soalnya.)


"Muhun pah." (Iya pah.) istrinya pun menyanggupi dan langsung mengambil gunting, label pengiriman,plastik pembungkus dan solasiban.


Setelah paket itu selesai dipacking,lalu suaminya pun mengambil jaket beserta kunci motor dan jinjingan yang berisi paket yang telah dipacking tadi.


"Mah,papah pamit heula nya bade kaluar deui." (Mah,papah pamit lagi ya mau keluar lagi.)

__ADS_1


"Muhun pah,hati-hati dijalan." (Iya pah,hati-hati dijalan.)


Setelah berpamitan dengan istrinya, lalu suaminya pun bergegas keluar rumah lagi.


__ADS_2