Mengejar Gadis Dingin

Mengejar Gadis Dingin
Renang


__ADS_3

Hari ini hari sabtu, setiap sebulan sekali di sekolah diadakan renang di kolam renang yang berada di pusat kota.Kita menyewa tempat itu dengan membeli tiket delapan ribu rupiah tiap siswa.


Amanda dan Lina juga akan mengikuti renang dan kita berdua sudah berada di lokasi sejak tadi.


Aditya dan Cici juga terlihat sudah berada di lokasi sejak tadi karena mereka diantarkan oleh bapaknya Aditya memakai mobil pribadinya.


Dan semua siswa kelas sepuluh dikelasku sudah berada di kolam renang semuanya termasuk Deva juga sudah siap-siap dari tadi bahkan sudah tidak memakai baju karena akan langsung turun ke kolam renang mencoba berbagai gaya yang diajarkan guru penjaskes.


Tiba-tiba Lina memanggilku "Amanda."


"Iya." aku pun menjawab panggilan Lina itu.


"Kita menuju ruang ganti yuk,kita ganti baju." ajak Lina.


"Ayo,kita ganti baju sekarang mumpung belum banyak orang." ucapku sembari membawa baju ganti dari dalam tas.


Kita berdua pun lalu menuju ruang ganti baju yang terletak bersebelahan dengan kamar mandi tempat mandi sehabis renang di kolam renang.


Setelah beberapa menit berganti baju,lalu kita pun langsung menuju ke pinggir kolam renang.Ketika kita berdua sedang berada di pinggir kolam renang, tiba-tiba Cici mendorongku dari belakang.Otomatis aku yang waktu itu belum bisa renang langsung terjatuh dan hampir tenggelam di kolam renang itu.


Ketika aku sedang kesusahan di dalam kolam renang itu belum ada yang menolong, Deva akhirnya meluncur masuk ke dalam kolam dan menyelamatkan aku yang hampir tidak berdaya dan hidungku hampir kemasukan air.Lalu, Deva pun mengangkatku dari dalam kolam itu menuju ke pinggir kolam.


Aku yang hampir pingsan karena terlalu banyak meminum air kolam yang kebanyakan air itu ada kaporitnya lalu aku terbatuk-batuk ketika aku sadar.


Uuhhhuuukk..uuhhhuuukkk..


Deva pun lalu bertanya kepadaku "Nda, kamu gak apa-apa?"


"Lumayan agak sesak Dev,mungkin terlalu banyak menghirup kaporit tadi sewaktu di kolam." jawabku kepada Deva.


"Ini coba minum dulu airnya." Deva memberikan aku air minum mineral didalam botol itu.


Aku kemudian menerima air kemasan botol itu, lalu aku segera meminumnya.

__ADS_1


Sementara Lina, terlihat sedang menghampiri guru olahraga dan melaporkan kejadian yang aku alami tadi.Tak berapa lama,guru olahraga itu lalu menghampiri aku dan guru olahraga itu bertanya akan kondisi aku.


"Neng,gimana keadaannya tidak apa-apa?" tanya guru penjas itu.


"Agak sedikit sesak dan pusing pak." jawabku.


"Coba ini pakai minyak kayu putih dibalur dikening dan diperut supaya tidak pusing dan kembung ya neng." ucap guru penjas.


Aku pun menuruti ucapan guru penjas itu dan aku segera membalur perut dan keningku dengan minyak kayu putih.


Begitu aku agak sadar sedikit, guru penjas itu bertanya lagi kepadaku "Bagaimana awalnya neng bisa terpeleset gitu ke kolam renang?"


Aku tidak bisa menjawab pertanyaan itu,karena seingat aku sebelum aku terjatuh aku berada dipinggir kolam dan sesudah aku berada didalam kolam aku sudah tak ingat apa-apa lagi.


Tapi untunglah ada satu orang yang melihatku sebelum kejadian itu dan orang itu lalu bercerita kepada guru penjas.


"Ada satu orang perempuan, entah iseng atau disengaja mendorong si neng ini ke kolam,karena si neng ini belum mahir renang,jadi merasa kesulitan tapi untunglah segera ada yang menolong jadi tidak sampai tenggelam."


"Terima kasih ya pak penjelasan dan informasinya." ucap guru penjas itu.


"Pak, maaf yang tadi melakukan itu saya, mohon jangan diberikan nilai E ya pak.Aku gak sengaja." ucap Cici penuh menyesal.


Ada satu pembela yang sama-sama tidak menyukai Cici dan langsung berucap "Bohong dia pak, pasti disengaja dan direncanakan.Kalau tidak disengaja mana mungkin raut muka nya tenang begitu."


Guru penjas itu meradang dan langsung marah-marah.


"Sudah-sudah jangan ribut, dan jangan melakukan kekacauan disini,disini tempat umum."


"Kalau tidak mengikuti peraturan dan arahan bapak,silahkan pergi dari sini dan pulang saja ke rumah tidak usah mengikuti kegiatan pelajaran renang bapak."


"Iya pak paham."ucap siswa saling menunduk.


Suasana normal kembali, siswa-siswa melakukan kegiatan renang seperti biasa.

__ADS_1


Kecuali Amanda,Amanda diperbolehkan untuk hari ini hanya diam di pinggir saja tidak usah mengikuti praktek.Karena Amanda masih merasa kaget dengan kejadian tadi.


Satu jam kemudian, semua siswa mulai naik dari kolam renang karena tidak baik juga terlalu lama di dalam kolam renang yang airnya berkaporit mengandung bahan kimia.


Setelah satu persatu dilakukan absen akhir, lalu para siswa tersebut diperbolehkan untuk pulang.


Aku pun meminta izin kepada bapak guru penjas karena keadaanku sudah membaik dan tidak apa-apa.


"Pak,aku izin pulang ya." ucapku pada guru penjas.


"Yakin kamu kuat jalan,mau bapak antarkan sampai rumah?" tanya bapak guru penjas itu.


"Tidak usah pak terima kasih,dan tadi terima kasih juga minyak kayu putihnya."


"Iya sama-sama, pulang dengan siapa kamu neng?"


"Pulang dengan Lina pak,ini orangnya." sambil aku menunjukan Lina kepada guru penjas.


"Oh iya sudah kalau gitu hati-hati ya."


"Iya pak."


Aku dan Lina pun lalu pergi dari kolam renang itu dan berjalan menuju depan untuk menunggu angkutan umum.


Setelah sekian lama menunggu, karena hari sudah sore. Jadi, angkutan umum itu agak lama munculnya.Dan untunglah angkutan umum itu masih ada meskipun tinggal beberapa penumpang lagi.Awalnya aku takut memasuki angkutan umum itu dengan penumpang yang minim,takutnya aku malah jadi korban pelecehan atau apa.Tapi untunglah ada beberapa sosok ibu-ibu yang menaiki angkutan umum itu.Jadi aku tidak merasa khawatir dan ketakutan akan hal buruk itu terjadi.


Lina berhenti di pertigaan lalu menaiki angkutan umum sekali lagi.Sedangkan aku, terus mengikuti arah jalanan yang angkutan umum itu lewati.


Angkutan umum itu melewati rumah penduduk dan juga sekolahanku tempat aku mencari ilmu disana.


Lalu,tibalah aku sampai menuju gerbang perumahan yang merupakan ada rumahku didalamnya.


Aku pun segera turun dari angkutan umum itu dan segera membayar ongkos.Setelah ongkos dibayar, lalu aku pun memasuki gerbang perumahan dan menuju ke rumahku dengan berjalan kaki karena memakai ojek mahal lagi.Jadi untuk menghemat uang, aku jalan kaki saja biar nanti ketemu warung dijalan aku bisa singgah dulu untuk membeli minuman.

__ADS_1


Aku pun berjalan dengan santai dan menikmati suasana senja disore hari dan aku pun melupakan kejadian yang tadi supaya mamahku tidak banyak kepikiran mengenai aku.


__ADS_2