
Hari ini Amanda mulai sekolah lagi, setelah beberapa hari absen tidak masuk sekolah dikarenakan masa pemulihan pasca insiden jatuh dari sepeda dan hampir keserempet kendaraan.
Amanda akhirnya diantarkan oleh bapaknya sebelum berangkat ke pabrik, karena bapaknya merasa khawatir takut Amanda kena insiden lagi.
Sesampainya di sekolah, lalu Amanda pun menuju depan kelas.Kebetulan didepan kelas Amanda ada bangku panjang.Sambil menunggu teman yang lain datang, Amanda duduk dulu di bangku panjang itu.
Beberapa menit Amanda duduk disana, kemudian datanglah temannya lalu temannya bertanya "Amanda,kamu sudah sembuh lukanya?"
"Alhamdulilah,sudah sembuh kok."
"Syukurlah kalau sudah sembuh turut senang dengarnya."
"Iya,terima kasih kemarin sudah menengok aku."
"Iya sama-sama Amanda."
"Oh iya, selama aku tidak sekolah ada tugas gak?"
"Ada,tugas pendidikan lingkungan hidup disuruh bawa pot sama tanamannya.Ini aku juga bawa."
"Oh gitu,kalau yang gak bawa gimana ya? bakal dihukum gak ya?"
"Kan kamu kemarin gak sekolah,ya gak apa-apa kali guru juga memaklumi."
"Oh iya udah kalau gitu."
Saat Amanda sedang berbincang dengan teman yang berbeda bangku dengannya.Tiba-tiba Lina datang dan langsung menyapa "Amandaa...duh,aku kangen!kamu gimana sudah sehat?"
"Alhamdulilah, aku sudah sehat dan sudah tidak merasakan ngilu dikaki lagi."
"Syukurlah kalau gitu,kita masuk kelas yuk."
Lina pun mengajak aku untuk memasuki kelas karena bel tanda masuk baru saja berbunyi.
Saat sudah masuk ke kelas,tiba-tiba Deva mendekat kearahku dan bertanya seolah tidak tahu aku kemarin memberikan surat ke guru.
"Amanda,kemarin kamu kemana?kok gak masuk sekolah sih?"
"Aku kemarin habis jatuh hampir keserempet mobil,tapi gak apa-apa kok gak ada luka serius."
"Cuma memar-memar dan tergores sedikit karena nyentuh aspal." lanjutku lagi.
"Makanya hati-hati kalau dijalan,memangnya siapa orangnya?maksudnya ciri-ciri mobilnya gimana?"
"Seingat aku ciri orangnya itu memakai jas,terus pakai kemeja dan kalau gak salah mobilnya itu warna biru metalik."
__ADS_1
"Memang kenapa?" tanya Amanda penasaran.
"Sebentar aku ingat-ingat dulu,yang selalu pakai mobil warna biru metalik sepertinya murid di perguruan silat kakekku deh." Deva menjawab pertanyaan Amanda sambil menebak-nebak.
"Masa sih?"
"Iya, soalnya aku sering lihat mobil itu di perguruan silat milik kakekku,cuma aku lupa gak tanya nama."
"Nanti deh aku tanya kakek ya,kalau sudah tahu namanya bisa aku labrak nanti orangnya."
"Eh, jangan."
"Kenapa?"
"Aku gak mau nambah panjang jadi masalah, biarlah aku gak apa-apa kok cuma luka kecil aja."
"Meskipun luka kecil tapi sakit kan?"
"Iya sakit sih, tapi ya sudah gak apa-apa kok."
Ketika masih berbincang dengan Deva, pak guru pendidikan lingkungan hidup pun datang menuju kelas.Dan pak guru itu menanyakan akan tugas membawa tanaman dan juga potnya.
"Anak-anak, tugas kemarin yang bapak suruh tolong kumpulkan di dekat papan tulis ya.Bapak mau cek tanamannya satu-satu."
"Dan buat yang kemarin-kemarin tidak masuk sekolah yaitu Amanda ,besok bawa tanaman dan potnya jangan lupa."
"Baik pak, nanti saya akan mencari dulu."
Setelah mengumpulkan tugasnya menuju kedepan kelas,lalu pak guru pun menyuruhnya untuk mengisi lembaran jawaban di lks.
"Sekarang kita lanjut kemateri,kita buka buku lksnya." ucap guru tersebut sambil menyuruh membuka buku lks.
"Isi soal pilihan ganda sepuluh soal lalu soal essay lima soal,sampai bel istirahat,kalau sudah mengerjakan bisa langsung istirahat."
"Paham kan murid-murid?" tanya guru itu lagi.
"Paham pak."
"Silahkan kerjakan dengan baik ya soal-soalnya."
"Siap pak."
"Bapak mau ada rapat guru." Guru pendidikan lingkungan hidup pun meninggalkan ruang kelas dan segera menuju ke ruang rapat.
Setelah siswa-siswa tersebut mengerjakan soal-soal yang disuruh oleh guru pendidikan lingkungan hidup tadi,siswa-siswa pun segera berhamburan keluar kelas.Ada yang menuju kantin,menuju ruang musik bahkan ada yang setia menuju ke ruang perpustakaan seperti yang dilakukan oleh Amanda dan Lina.
__ADS_1
Amanda dan Lina berjalan menuju perpustakaan.Mereka berdua mau meminjam buku novel terbaru yang bergenre teenlit.
Iya, soalnya genre ini tuh sedang trending-trendingnya didunia perliterasian.Apalagi ada yang sempat diangkat ke layar lebar juga.
Amanda meminjam dua novel sedangkan Lina hanya satu saja. Karena Lina masih meminjam satu novel dan baru sebagian yang Lina baca.Supaya tidak pusing, jadi Lina tidak banyak-banyak meminjamnya.
Sesudah beres meminjam buku dari ruang perpustakaan, lalu Lina pun mengajak ke kantin untuk jajan makanan kesukaan mereka yaitu mie ayam.Lina terus saja membujukku supaya keluar dari perpustakaan itu.
"Amanda, kita ke kantin yuk,kita pesan mie ayam seperti biasa yuk,kamu gak lapar apa?" ajak Lina sambil menarik-narik lenganku.
"Iya,iya ayo Lin kita ke kantin,tapi jangan tarik-tarik lenganku juga kali,nanti rusak seragamku."
"Iya Amanda maaf."
Aku dan Lina pun menuju kantin sekolah untuk memesan makanan kesukaan yaitu mie ayam.
Aku yang doyan pedas suka ditambah sambal satu sendok.Awalnya tidak terlalu suka pedas.Tapi setelah dicoba, bikin ketagihan juga dan bisa bikin nambah nafsu makan.
Kebetulan masih ada waktu istirahat sekitar dua puluh menit kita makan dulu isi perut supaya bertenaga.Baru setelah itu yang merupakan berkeyakinan muslim sebelum masuk kelas kembali menuju ke mushola dulu sebentar yang ada dilingkungan sekolah untuk menunaikan kewajiban kita sebagai orang muslim.Baru setelah selesai beribadah kita kembali menuju ke kelas karena bel tanda masuk kelas sudah berbunyi nyaring.
Kita berdua lalu berjalan melewati beberapa ruangan yang ada disekolah dan melewati sebuah taman kecil yang ada disekolah.Tidak berapa lama, kita pun akhirnya sampai juga ke kelas.
"Haduh capek Nda." keluh Lina.
"Kamu jarang olahraga ya?baru segitu aja sudah ngeluh capek."
"Mmm...memang jarang sih."
"Pantesan."
"Gimana nda kakimu sudah gak sakit dan ngilu lagi kalau digerakan?"
"Alhamdulilah,sudah gak sakit dan gak ngilu lagi karena tiap hari selalu rutin dikasih baluran obat tradisional yang bapak beli dari toko obat herbal."
"Iya syukur kalau gitu,jaga nyawamu karena nyawa cuma ada satu gak ada gantinya."
"Iya Lin, terima kasih ya sudah perhatian sekali sama aku."
"Iya nda sama-sama, kita saling aja apa yang keliru kita saling mengingatkan,apa yang kita punya kita saling memberi,itulah gunanya sahabat."
"Unch Lina,pemikiranmu bijak sekali,aku bangga punya sahabat sepertimu."
"Yuk ah kita masuk kelas." lanjut Amanda sambil mengajak Lina untuk memasuki ruangan kelas.
Dan beberapa menit kemudian,guru mata pelajaran yang lain pun segera memasuki kelas untuk memberikan materi pelajaran lagi.
__ADS_1