Mengejar Gadis Dingin

Mengejar Gadis Dingin
Libur Sekolah


__ADS_3

Hari ini tidak ada aktifitas apa-apa, sekolah pun libur selama dua minggu.Dikala liburan pun aku minta diajari cara berwirausaha biar liburannya bermanfaat.Kebetulan,adiknya mamah bi Eni mempunyai lahan yang ditanami sayuran seperti buncis dan wortel sisanya ditanami buah strawberry di pinggir-pinggirnya.


Kebetulan sekali, hari ini bi Eni datang ke rumah bertemu mamah entah ada urusan apa.


Aku pun akhirnya meminta izin kepada bi Eni.


Bi Eni sedang duduk diteras, lalu aku menghampiri beliau dan aku pun lalu berkata kepada bi Eni "Bi, Amanda libur nih."


Bi Eni malah bertanya balik "Iya kalau libur memang kenapa?"


"Amanda ingin belajar berkebun dilahan bibi boleh?"


"Sebentar,sejak kapan Amanda jadi suka berkebun?"


"Ingin aja bi belajar,libur dua minggu kan lama tuh daripada dirumah gak ngapa-ngapain bikin si mamah puyeng,mending ikut berkebun sama bibi."


Mamah yang terlihat olehku hanya geleng-geleng kepala.


"Sudah Ni ajak aja berkebun,dirumah juga nganggur kasian." timpal mamahku.


"Ide bagus Nda,boleh deh besok ya bibi jemput kesini kita tanam buncis dan wortel."


"Beneran ini bi?" tanyaku.


"Iya,besok bibi jemput kesini,pakai baju biasa aja kaos soalnya mau kotor-kotoran jadi takut kotor nanti kalau pakai baju yang bagus."


"Oke bi siap."


"Kalau ada arit jangan lupa dibawa."


"Buat apa bi?"


"Buat mengarit rumput sayang,sebelum ditanam tanamannya lahannya harus bersih dulu dari hama rumput."


"Ada sepertinya punya bapak,nanti aku bawa ya bi."


***


Keesokan harinya,aku dan Bi Eni pun berangkat menuju kebun untuk menanam sayuran seperti buncis dan wortel.Setibanya di kebun, sudah ada paman yaitu suaminya bi Eni yang sedang mencangkul tanah untuk lahan yang akan ditanami sayuran tersebut.Aku langsung menuju ke arah paman tapi sebelum mulai bertanam, aku menyimpan dulu rantang yang berisi nasi beserta lauk pauknya. Supaya nanti sesudah beres berkebun bisa makan bareng di saung.Aku menghampiri paman lalu aku pun berkata "Paman,ajari aku bercocok tanam dong."


"Boleh Amanda, tapi kotor nanti."ucap paman sambil sibuk mencangkul tanah.


"Gak apa-apa paman,justru Amanda penasaran kalau cuma lihatin aja."


"Ya sudah kalau gitu, tolong siapkan benih buncis dulu ya."


"Siap paman."

__ADS_1


Amanda pun lalu membuka bungkusan plastik yang berisi benih buncis, lalu benihnya dikeluarkan dari bungkusan itu lalu semua benihnya disimpan didalam wadah yang telah disediakan.Lalu, benih itu diserahkan kepada pamannya Amanda.


"Ini paman,benihnya sudah ada."


"Nah,kamu tabur ya benihnya satu biji satu biji ke dalam tanah yang telah paman cangkul tadi."


"Siap paman, lalu selanjutnya bagaimana?"


"Terus saja tabur sampai biji benihnya habis."


"Selanjutnya ngapain lagi?"


"Selesai ditabur bijinya satu persatu,Lalu Amanda siapkan lagi benih wortel,coba Amanda bawa yang di dalam keranjang itu." Paman pun menunjukan keranjang yang dimaksud.


"Yang ini paman?" Amanda menunjukan keranjang yang pamannya maksud sebelum Amanda membawanya untuk diserahkan kepada pamannya itu.


"Nah benar yang itu Amanda, coba bawa kesini keranjangnya biar paman saja yang tanam."


"Ini paman keranjangnya, selanjutnya ngapain lagi?"


"Selanjutnya, coba Amanda panen itu buah strawberry, sepertinya sudah berbuah dan matang warnanya merah."


"Siap paman,Amanda panen dulu ya strawberrynya."


"Iya,metiknya jangan dicabut, tapi pakai gunting biar tidak rusak benih barunya."


Amanda pun berjalan menuju ke lahan penanaman strawberry dan Amanda pun siap untuk memanen buah strawberry yang sudah mulai matang sempurna dan berwarna merah itu tanda sudah matang dan rasanya sudah manis.Lahan strawberry tanamannya cukup banyak juga sehingga hasil panennya pun lumayan bisa untuk dijual juga diwarung asinan buah mamah.


Setelah beres memanen buah strawberry, lalu aku pun kembali menuju ke tempat paman dan bibi berada.Begitu paman melihatku, lalu paman bertanya "Bagaimana Amanda panennya banyak gak?"


"Lumayan paman banyak."


"Kalau kamu mau silahkan ambil sebagian."


"Iya sudah,Amanda pisahkan ya."


"Iya nda,silahkan kamu pisahkan sendiri."


"Terima kasih paman."


"Sama-sama Amanda."


Dari arah saung, bibi sudah membuka rantangnya dan sedang menyiapkan makanan untuk makan siang kita.


"Pak, Amanda, kita makan botram dulu yuk sini,sudah siang juga waktunya makan siang,kalian pasti lapar kan?" teriak bi Eni dari arah saung bambu tempat biasa mereka berdua melepas lelah sehabis berkebun.


"Iya mah ini mau selesai kok dikit lagi." jawab suaminya bi Eni pamanku.

__ADS_1


Lalu paman melirik kearahku dan paman pun langsung mengajak aku untuk menuju saung dan berhenti sejenak untuk berkebun.


"Ayo Amanda kita ke saung dulu,kita makan siang dulu."


"Baik paman."


Aku pun berjalan di belakangnya paman karena jalanan kebun hanya setapak cuma cukup satu orang saja.


Sesampainya di saung,lalu bi Eni menyodorkan nasi timbel yang dibungkus memakai daun pisang itu satu persatu ke arah aku dan juga paman.


"Sebentar bi,aku mau cuci tangan dulu."


"Iya mah,papa juga mau cuci tangan dulu ini kotor tangannya."


Aku dan paman kemudian menuju pancuran air tidak jauh dari saung.


Setelah mencuci tangan, aku dan paman kemudian kembali menuju saung itu.


"Nah,sudah bersih sekarang,makan apa nih?kamu bawa apa di dalam rantang Amanda?"


Karena hari ini yang membawa rantang beserta makanannya berasal dari Amanda masakan mamahnya tadi.


"Ini paman, ada semur telur, terong balado dan tongkol goreng."


"Siapa yang masak?"


"Tadi mamah masak dulu sebelum bapak pergi kerja, tapi dibantu aku sih sedikit paman, paman sendiri tidak masuk kerja?"


"Oh pantesan, bilangin ya sama mamahmu terima kasih banyak sudah ngerepotin kirim makanan dimasakin juga."


"Paman mah nanti kerjanya malam,kan dishift keamanan juga,tidak berat sih cuma jaga aja di pos." lanjut paman lagi.


"Iya,seperti itu kerjaan pamanmu,tapi daripada siangnya gak ngapa-ngapain mending berkebun,urus kebun dulu kan lumayan hasilnya bisa dipetik sendiri." sambung bi Eni.


"Enak ya kalau punya lahan bi, bisa bertanam dan dipanen sendiri."


"Iya, cepat makan jangan ngobrol terus." bi Eni pun menyuruh kita agar cepat makan dan jangan banyak mengobrol.


Kita pun beristirahat dan makan siang di sebuah saung yang berada di kebun.Karena cuaca sedang panas-panasnya, aktifitas berkebun pun dihentikan dulu sementara karena sinar matahari sangat menyengat dikulit.


Setelah cuaca agak redup sedikit, barulah kita melanjutkan berkebun lagi karena ada sedikit lagi yang belum selesai ditanam seperti wortel.


Wortel sudah ditanam semua, tanaman strawberry juga sudah dipanen buahnya dan buncis pun sudah ditanam juga.


Kita pun memutuskan untuk pulang ke rumah dengan membawa beberapa keranjang buah strawberry hasil panen.


Lumayan hasil berkebun dan menanam sendiri.

__ADS_1


__ADS_2