
Begitu selesai mendaftarkan diri membuat kartu perpustakaan, niat hati Deva ingin kembali menuju ruang tadi yang ditempati Amanda dan Lina.Namun, ketika kembali menuju ke sana nampak ruangan baca itu kosong tidak ada siapa-siapa.
Deva pun akhirnya keluar dari perpustakaan itu.Namun, sepertinya Deva malah lupa arah menuju kelasnya.Harusnya ke arah kiri ini malah ke kanan dan sampailah dia berada di rumah penjaga sekolah.
“Loh kok jadi kearah sini,sih.” gumam Deva dalam hati.
Ketika Deva akan memutar balik, istri penjaga sekolah itu keluar dan bertanya kepada Deva karena sepertinya Deva merasa kebingungan.
"Permisi nak, mau cari siapa ya?" tanya istri penjaga sekolah itu.
"Maaf, saya sepertinya nyasar, mau numpang tanya kalau arah kelas 10 ips sebelah mana ya?" Deva malah berbalik tanya.
"Oh ke arah kiri dek, ini ruang penjaga sekolah." ucap istri penjaga sekolah itu sambil tersenyum.
"Walah, aku nyasar ini ,terima kasih ya bu sudah menunjukan arah."
"Sepertinya adek ini siswa baru ya disekolah ini?"
"Iya bu, saya pindahan dari sekolah diluar kota."
"Pantesan area sekolah saja masih nyasar."
"Iya bu, sekali lagi saya minta maaf ya."
Setelah berpamitan dan meminta maaf kepada istri penjaga sekolah itu, lalu Deva pun pergi menuju kelas yang tadi telah ditunjukan arahnya oleh istrinya penjaga sekolah itu.Deva pun berjalan sambil mengingat-ngingat petunjuk arah itu dan begitu sudah sampai di depan kelas.
Amanda dan Lina nampak sudah berada di depan kelas sambil clingak clinguk entah sedang menunggu kedatangan siapa.
Dengan santainya Deva pun lewati Amanda dan Lina.
Amanda pun segera menghampiri Deva yang baru saja datang.
"Ya ampun, Dev darimana saja? kita nungguin loh." ucap Amanda panik.
"Kalian yang kemana, aku masih ada di perpustakaan tadi, begitu keluar perpustakaan aku hampir saja nyasar." ucap Deva sedikit kesal.
"Nyasar?kok bisa?" tanya Lina.
"Iya jadi aku tuh lupa belok malah jadi ke rumah penjaga sekolah jadinya." ucap Deva tambah monyong bibirnya.
"Ya ampun, Benar-benar aku gak tahu, aku kira kamu duluan kembali ke kelas tadi." ucap Amanda menyesal.
"Aku lagi berada di ruang buku-buku kolosal belum keluar perpustakaan sama sekali tadi."
"Sekali lagi aku minta maaf ya, sudah ninggalin kamu Dev."
"Iya gak apa-apa."
"Yuk ah masuk kelas." ajak Lina.
Akhirnya mereka bertiga pun memasuki kelas, karena pelajaran selanjutnya akan segera dimulai.
__ADS_1
Tumben sekali tim julid tidak menjulid lagi sekarang.
Apa mereka sudah capek menjulid orang terus?Ah sudahlah tidak usah dipikirkan yang penting bersyukur hari ini tidak ada yang membuat gara-gara.
Deva yang duduk dibelakang bangku Amanda ingin mengajak ngobrol dengan memberikan banyak kode.
"Sssstttt.." lalu kaki Deva pun menendang pelan bangku Amanda.
"Deva...bisa diam gak." ucap Amanda menyuruhnya diam.
"Akhirnya peka juga." ucap Deva.
"Iya ada apa Dev?" tanya Amanda penasaran.
"Nda, nanti sore mau kan ke perguruan silat kakek aku?" tanya Deva berharap.
"Gimana ya?gimana nanti ajalah ya Dev." ucap Amanda kemudian.
"Ayolah, nanti pasti seru dan bertemu banyak teman." ucap Deva memohon.
Amanda pun berpikir dan diam sejenak, lalu akhirnya tawaran Deva pun Amanda diterima juga.
"Oke, nanti siang kan? Aku akan kesana nanti."
"Yes, ditunggu ya Amanda." ucap Deva yang berharap Amanda penuh harap.
Lina pun mendekatkan kupingnya dan bertanya kepada Amanda.
"Oh, itu Deva nyuruh ke perguruan silat milik kakeknya."
"Hah?dia jago silat ya nda?"
"Iya, keluarganya memang semuanya jago silat, termasuk dia juga."
"Hebat, bisa dong nanti jadi backing kalau kamu diganggu lagi si biang onar."
"Lina..udah ah jangan bahas dia terus."
"Iya deh nda maaf."
Jam pelajaran pun telah selesai, dan kini waktunya untuk pulang menuju ke rumahnya masing-masing.
Tidak ada tugas yang disuruh kerjakan di rumah hari ini.Jadi kemungkinan, Amanda pun akan mampir menuju ke perguruan silat milik kakeknya Deva.
Deva yang mengajaknya untuk kesana, selain karena bisa melihat secara langsung latihan rutin Deva.Juga Amanda pun bisa ada yang mengajarinya untuk silat.
Supaya suatu saat dikehidupan yang sesungguhnya bisa jaga diri dan bisa membela dirinya sendiri.
Terlebih Amanda sejak sebelum mengenal Deva Amanda kerap kena ulah manusia yang iseng dan suka membully dirinya.
Sehingga ilmu ini akan bermanfaat sekali untuk kedepannya.
__ADS_1
Amanda dan Lina pun seperti biasa sedang berjalan menuju parkiran untuk mengambil sepeda kesayangannya Amanda.
Begitu selesai diambil sepeda kesayangannya, lalu Amanda pun menuju gerbang sekolah.Di depan gerbang sekolah itulah Amanda selalu menunggu dulu Lina hingga naik angkutan umum.
Setelah Lina sudah berada di dalam angkutan, Amanda pun segera mengayuh sepeda kesayangannya menuju rumahnya.
Sudah sampai di rumah, Amanda seperti biasa ganti baju, makan siang dan menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslim.
Setelah selesai semuanya, lalu Amanda pun izin kepada mamahnya untuk mengikuti kegiatan yang Deva ajak itu.Amanda menghargai undangannya Deva sehingga Amanda pun berangkat juga ke perguruan silat kakeknya.
"Mah, Amanda mau izin ya, Amanda mau ada kegiatan tambahan, paling nanti sore pulangnya." ucap Amanda sambil pamit kepada mamahnya.
"Oh iya sudah kalau gitu, hati-hati berangkatnya ya."
"Iya mah."
"Bekalnya masih ada kan?"
"Masih ada kok mah,nyantai aja."
"Siplah kalau begitu,pulangnya nanti jangan kesorean ya ingat!"
"Iya mah, Amanda berangkat ya."
Lalu Amanda pun berangkat ke tempat perguruan silat milik kakeknya Deva.
Amanda berjalan dulu ke depan gerbang perumahan sekitar beberapa meter,setelah sampai depan gerbang perumahan, Amanda pun naik angkutan umum menuju ke tempat yang disuruh Deva tadi.
Jaraknya lumayan tidak terlalu jauh, cuma beberapa puluh meter dari lokasi Amanda berdiri tadi.Beberapa menit kemudian, Amanda pun sudah sampai di tempat tujuan.
Nampak di tempat itu sudah sangat ramai sekali,dari kerumunan orang itu munculah Deva dengan kakeknya.
Deva pun berjalan mendekati Amanda di tempat yang saat ini berada.
Begitu sudah dekat di hadapan Amanda, Deva pun menyapa Amanda.
"Hai Amanda, akhirnya datang juga."
"Nda perkenalkan ini kakekku pemilik perguruan silat ini." lanjut Deva kemudian.
Saat memperkenalkan kakeknya Deva,Amanda pun sungkem kepada kakeknya Deva itu.
"Selamat siang kakek, ini saya teman sekolahnya Deva nama saya Amanda, dan saya disuruh Deva mampir kesini."
"Selamat siang juga nak Amanda, silahkan kalau mau mampir atau belajar silat ya, bisa minta diajari oleh yang sudah senior atau sama Deva sendiri."
"Iya kek, terima kasih sebelumnya."
"Sama-sama nak Amanda, ya sudah kakek ke dalam dulu,kakek tidak kuat cuaca yang terlalu panas terik ini."
"Oh, iya kakek silahkan."
__ADS_1
Kakeknya Amanda pun masuk ke dalam rumah.