Mengejar Gadis Dingin

Mengejar Gadis Dingin
Amanda Telah Sampai di rumah Lina


__ADS_3

Setelah Amanda telah sampai di depan gerbang pagar rumah Lina,ibunya Lina pun kemudian keluar dari rumah dan menyapa Lidya yang berada disebelahku yang tak lain adalah tetangga terdekatnya Lina.


"Eh Lidya,sini masuk ajak temannya jangan kelamaan diluar cuacanya panas."


"Iya Tante,Linanya masih sakit Tante?" tanya Lidya.


"Iya Lid,masih sakit tapi sudah mulai bisa makan sih sedikit-sedikit."jawab ibunya Lina.


"Syukurlah Tante kalau begitu,oiya tan ini saya membawa temannya Lina mau menjenguk katanya."ucap Lidya.


"Iya silahkan Lid,masuk saja yuk kedalam rumah." ajak ibunya Lina.


Lidya dan Amanda pun akhirnya masuk kedalam rumahnya Lina karena telah dipersilahkan masuk tadi oleh ibunya Lina.


"Silahkan duduk ya Lid dan temannya,sebentar tante ambilkan minum dulu." ibunya Lina mempersilahkan Lidya dan Amanda untuk duduk dikursi ruang tamu.


"Ah,gak usah repot-repot Tan,cuma sebentar aja kok." Lidya berusaha menolak agar tak merepotkan tuan rumah.


"Gak repot kok Lidya,cuma air minum doang."


"Iya deh terserah tante aja."

__ADS_1


Tak lama kemudian,ibunya Lina pun datang dari arah dapur menuju ruang tamu tempat dimana Amanda dan Lidya berada.


"Silahkan Lid dan temannya diminum." ibunya Lina menyuruhnya untuk meminum air yang telah dibawanya dari dapur tadi.


"Iya tan terima kasih,oiya tan kenalin ini teman satu kelasnya Lina namanya Amanda." ucap Lidya memperkenalkan Amanda ke ibunya Lina.


"Siang tante,ini saya yang bernama Amanda teman satu bangkunya Lina." Amanda memperkenalkan dirinya.


"Siang juga,oh ini yang bernama Amanda,Lina sempat cerita sih,cuma kan tante belum tahu wajahnya dan orangnya gimana."


"Iya tan,saya dan Lina memang sudah akrab disekolah pun kita selalu barengan terus."


"Iya syukur kalau Lina ada temannya di sekolah,kenapa gak pernah main ke rumah nak?"


"Iya tan,saya yang antar Amanda ke sini." Lidya pun berhasil mengklarifikasi.


"Oh iya tan,ini ada sedikit buah tangan untuk Lina,gak seberapa sih tapi saya doain semoga Lina cepat sembuh seperti sedia kala ya tan." ucap Amanda sambil menyerahkan kresek warna hitam berisi roti tawar,margarin dan coklat mesis yang dibelinya tadi.


"Aduh,pada repot-repot,padahal kalau mau kesini ya kesini aja gak usah bawa apa-apa."


"Gak apa-apa Tan,mumpung ada rezeki,gak baik loh rezeki ditolak."

__ADS_1


"Ya sudah,tante terima ya rotinya."


"Iya tan sama-sama,kata guru besok perwakilan kelas akan menjenguk juga."


"Oh iya,terima kasih ya teman-temannya sangat peduli dengan kondisi Lina."


"Iya tan sama-sama."


"Kalian kalau mau melihat Lina ada dikamar sedang terbaring."


"Gak apa-apa deh Tan,lain kali saja biarkan Lina beristirahat supaya cepat sembuh."


"Terima kasih ya,kalian teman Lina yang baik."


"Iya sama-sama Tan,kalau gitu kita berdua pamit dulu ya tan sudah mau sore nih."


"Iya sudah kalau begitu hati-hati dijalanya ya."


"Iya Tante,kita berdua pulang dulu ya,sampaikan saja salam buat Lina."


"Iya neng pasti nanti tante sampaikan salamnya."

__ADS_1


Lidya pulang kerumahnya sementara Amanda terus berjalan sedikit menuju jalan raya yang tidak jauh dari rumahnya Lina untuk memberhentikan angkot dan akan menaiki angkot menuju rumahnya.


Delapan menit berlalu,Amanda sudah cukup jauh berjalan menuju jalan raya.Akhirnya Amanda dapat juga angkot yang menuju ke arah rumahnya jadi tidak harus menunggu terlalu lama.


__ADS_2