Menggapai Surgaku

Menggapai Surgaku
Mencoba Melawan Takdir


__ADS_3

Semalam penuh el berfikir langkah apa yang harus dia lakukan untuk menghadapi Sandra kekasihnya, el begitu menyayangi Sandra dan tidak ingin membuatnya kecewa. Tapi apapun itu sudah pasti akan membuat Sandra kecewa karena el yang sudah menghianatinya dengan bertunangan dengan wanita lain meskipun itu bukan kehendaknya, tapi meskipun begitu hati el sepenuhnya masih tetap untuk Sandra, itu kenapa el memilih untuk berterus terang karena menyembunyikan hal seperti ini dari Sandra hanya akan menambah masalah.


El mengambil ponsel yang ia tarus di atas nakas dan menghubungi Sandra untuk mengajaknya bertemu seusai bekerja. Di kantor el yang di sibukan dengan banyaknya pekerjaan yang menumpuk karena beberapa hari yang lalu dia tinggal untuk ke surabaya.


Asistennya Tito juga tidak kalah sibuk karena harus menghandel semua pekerjaan bosnya itu. Sehingga membuatnya harus lembur tiap malam.


Hari ini ada jadwal meeting dengan dewan direksi untuk melanjutkan meeting yang sebelumnya sudah pernah di bahas. El yang memimpin meeting pagi itu tidak seperti biasanya, el terlihat tidak fokus mengikuti jalannya meeting. Asisten Tito yang memperhatikan bosnya itu hanya bisa menggelengkan kepala melihat bosnya yang hanya tinggal raga saja entah nyawanya melayang kemana kali ini.


" Habis liburan ke surabaya kok malah konslet." Gerutunya lirih.


Metting selesai hanya dengan membacakan laporan dari para petinggi tanpa ada respon dari el, CEO muda itu hanya berdiri tanpa mengucapkan sepatah katapun membuat asisten Tito kebingungan. Merasa ada yang tidak beres asisten tito pun mengambil alih jalannya meeting dengan menyampaikan kepada para petinggi bahwa bosnya akan meninjau ulang laporan yang di berikan dan akan mengumumkan hasilnya nanti saat rapat selanjutnya.


Tito segera beranjak dari duduknya dan keluar ruangan untuk mengikuti kemana bosnya pergi. Sesampainya di ruangan Tito di buat keheranan yang melihat raut wajah bosnya yang lesu, benar benar bukan seperti bosnya yang biasa di temuinya.


El memerintahkan tito untuk membatalkan semua meetingnya hari ini dan menjadwalkan ulang lagi nanti. Dirinya juga meminta Tito untuk tidak menerima tamu hari ini karena dirinya akan pulang lebih awal. Tito hanya bisa melakukan apa yang di perintah bosnya meskipun diri sendiri tidak tau dengan apa yang sedang terjadi pada bosnya.


Sore itu el bersiap untuk menjemput sandra di tempat kerja. Sesampainya el disana dirinya langsung membawa sandra menuju ke sebuah restoran tempat yang ia pilih untuk menceritakan semuanya kepada sandra.

__ADS_1


" Kamu kemana aja sih sayang beberapa hari ini??kenapa tidak ada kabar? Tito bilang kamu pergi ke surabaya? Ada apa?"


El hanya membuang nafas kasar mendengar berondongan pertanyaan dari sandra.


" Beberapa hari kemarin aku sedang ada di surabaya karena harus menjemput Papa dan Mama." El terdiam mengambil nafas sebelum menceritakan kembali alasannya berada di kota itu.


" Sayang, Ada yang harus aku sampaikan tapi sebelumnya berjanjilah bahwa kamu tidak akan marah dan meninggalkanku."


Sandra mengerutkan keningnya sambil menatap wajah kekasihnya mencari jawaban apa ada yang salah kenapa kekasihnya berkata seperti itu, tapi sandra bingung dengan ekspresi wajah el yang berubah ubah.


" Hmm... Kamu ini lucu, aku gak akan marah sayang apalagi meninggalkanmu itu sesuatu hal yang tidak mungkin aku lakuin." Terang Sandra.


" Waktu itu Papa dan Mama menyuruhku untuk menjemput mereka di surabaya disana mereka memperkenalkan aku pada salah satu teman papa semasa sekolah dulu."


" Terus..." potong sandra.


" Papa dan Mama menjodohkan aku dengan anak teman mereka."

__ADS_1


" Whattt...." Teriak sandra. "Dijodohkan kamu bilang??" Ucap Sandra yang sudah mulai emosi mendengar cerita el.


" Sayang tenang dulu aku belum selesai, tenang ya kamu dengar dulu." El mencoba menenangkan sandra yang mulai marah.


" Iya mereka mengatur perjodohan di antara kami dan pertunangan itu entah bagaimana cerita terjadi begitu saja sayang." Tuturnya.


" Whattt..." Sandra yang semakin tak habis pikir dengan apa yang di ceritakan el. "Kamu gila ya El, Tunangan kamu bilang??jadi kamu udah tunangan sama dia,kamu gak nolak sama sekali???keterlaluan kamu El." Sandra beranjak dari duduknya tapi tangan el langsung mencegah lengan sandra.


" Sayang dengar dulu." Cegah el


" Lepas el... Brengsek kamu." Maki Sandra.


" Sayang..." El memeluk Sandra mencoba meredam kemarahannya.


" Sayang, aku tau aku brengsek tapi denger dulu penjelasanku. Aku gak bisa menolak permintaan Papa dan Mama di depan temannya sayang karena itu akan membuat Papa dan Mama malu. Aku memang sudah bertunangan seperti yang mereka mau tapi kamu tau hati ini untuk siapa. Aku akan tetap memperjuangkan kamu sayang, aku akan bilang ke mereka bahwa ada kamu di hatiku bahwa hanya kamu yang akan aku nikahi." Jelas el kepada sandra yang sedang menangis dalam pelukannya.


" Terus kamu pikir aku apa el? Dengan mudahnya kamu tunangan, padahal kita udah bersama bertahun tahun lamanya."

__ADS_1


" Sayang, maafin aku?? Aku benar benar berada di situasi yang sulit, aku bener bener gak ada niat buat hianatin kamu."


" Terus aku harus gimana kalau kamu udah tunangan kayak gini." Sambil terisak sandra mengungkap rasa kecewanya pada el.


__ADS_2