Menggapai Surgaku

Menggapai Surgaku
Rencana Lain


__ADS_3

Hari itu pekerjaan el tidak terlalu banyak. Hanya rutinitas biasa saja dan beberapa metting di luar kantor.


Alma sudah berada di apartemen. Dirinya merasa hampir di ambang batas ingin rasanya dia menyerah pada pernikahannya karena semua tidak semudah yang dia bayangkan. Ternyata berjuang seorang sendiri itu sangat berat di harus berulang kali menata hatinya yang hancur, dia harus selalu berusaha tersenyum walaupun di dalam hatinya terjadi peperangan, dia harus terlihat tetap tenang walau badai dahsyat memporak porandakan jiwa dan raganya, dia harus tetap waras di tengah kegilaan suaminya.


Alma berulang kali mengambil nafas panjang dan menghembuskannya berusaha menenangkan dirinya sendiri.


Alma beranjak dari duduknya bersiap mengambil wudhu.


Ya, alma akan mengadukan masalah yang sedang iya hadapi hanya pada pencipta_Nya. Berkeluh kesah hanya kepada sang pemilik kehidupan. Alma mencurahkan segala beban di hatinya meluapkan kekecewaannya di atas sajadah panjang yang terbentang. lama dia berurai air mata membuatnya lelah dan mengantuk hingga tanpa sadar tertidur di atas sajadahnya dengan masih memakai mukenanya.


Sedangkan di lain tempat el yang tengah menikmati makan siang bersama dengan ke kasihnya di sebuah cafe favorit keduanya.


" Sayang, aku boleh minta sesuatu gak ke kamu." Sandra memang sangat manja ketika bersama dengan el kekasihnya.

__ADS_1


" Apa itu, sayang."


" Em, aku ingin bertemu dengan wanita itu." Ucap sandra.


" Wanita, wanita siapa yang kamu maksud?" Tanya el heran.


" Dia, wanita yang jadi istri kamu."


Mendengar permintaan sandra yang tidak masuk akal membuat el geleng-geleng. " Untuk apa kamu mau bertemu dengan dia."


" Sayang, gak usah ya. Lagian gak penting juga ketemu sama dia."


" Kenapa? Kamu takut dia marah kalau tau ternyata kamu punya pacar?"

__ADS_1


" Kamu ngomong apa sih sayang, alma udah tau kalau kamu itu pacar aku."


" Oh, bagus dong kalau dia udah tau. Itu berarti kita gak usah sembunyi-sembunyi kalau mau ketemu. Itu berarti aku boleh dong main ke apartemen kamu."


" Boleh, tapi gak sekarang ya. Kamu bilang aja kalau mau main, bukan apa. Aku takut ada mama elma disana."


" Jadi kapan kamu mau ngenalin aku ke dia."


" Nanti aku kabari ya."


Sandra memang lebih posesif setelah el menikah dengan alma, sedangkan el hanya bisa menuruti semua permintaan sandra hanya karena tidak ingin membuat kekasihnya itu kembali marah padanya.


Sebenarnya el juga sedikit ragu dengan permintaan sandra yang ingin bertemu dengan alma, menurutnya ini sedikit tidak masuk akan bagaimana mungkin seorang istri bisa berada dalam satu tempat dengan kekasih suaminya. Meskipun alma dan dirinya menikah hanya karena perjodohan tapi sepertinya ini tidak adil untuk alma. El juga takut bila nantinya alma akan mengadukan semua perbuatannya kepada orang tuanya.

__ADS_1


El berfikir sebaiknya dia mulai berbicara secara baik-baik kepada alma, bagimana pun el yang membutuhkan alma untuk tetap menjaga rahasianya. Mungkin dengan bicara baik-baik alma akan mengerti dan siapa tau nantinya alma akan mengajukan gugatan perceraian dengan sendirinya tanpa harus el yang memintanya. semakin cepat mereka berpisah itu akan semakin baik, sehingga keduanya tidak saling menyakiti satu sama lain lebih lama lagi dengan pernikahan yang mereka jalani tanpa cinta.


__ADS_2