
Suara alunan musik terdengar lirih namun masih bisa di nikmati, musik dengan nada sedikit keras dari avenged sevenfold mengalun menemani aktifitas seorang lelaki di sebuah kamar. Kamar dengan ukuran yang cukup luas dan bergaya klasik itu di dominasi oleh warna hitam dan abu abu menggambarkan sosok penghuninya yang maskulin. Pria dengan tinggi badan sekitar 187 cm, berwajah tampan dan memiliki sorot mata tajam itu tengah bersiap untuk pergi ke kantor dengan mengenakan setelan jas berwarna biru tua yang membuatnya terlihat semakin gagah dan tampan.
CEO muda itu memang mempunyai daya tarik tersendiri, dirinya yang selalu berpenampilan rapi dan elegan saat akan pergi ke kantor. Membuatnya menjadi pusat perhatian para kaum hawa wajahnya yang good loking selalu bisa menyehir setiap wanita yang bekerja di sana, el rummi adalah anak tunggal di keluarga Bramasta yang notabennya tergolong orang kaya raya dan terpandang di kota jakarta. Yang mempunyai perusahaan terbesar ke tiga di indonesia menjadikan keluarga tersebut sebagai pusat perhatian halayak umum.
Setiap tindak tanduk seluruh anggota keluarga tersebut selalu menjadi bahan pembicaraan dan tak lepas dari mata mata jahat yang ingin menjatuhkannya.
" Pagi Ma... Pa." Sapa el pada kedua orang tuanya yang kini tengah duduk di meja makan.
" Pagi sayang." Sahut mama elma yang melihat kearah putra semata wayangnya itu yang kini sudah siap berangkat ke kantor.
" Bagaimana keadaan kantor el?" Tanya papanya yang sambil menyesap kopi buatan istri tercintanya.
" Beres Pa, selama el yang handel semuanya pasti beres." Jawab el dengan mantap membuat kedua orang tuanya tersenyum bangga melihat putranya.
__ADS_1
" Kamu jangan terlalu capek ya sayang, jaga kesehatanmu." Ucap elma pada putranya. "Mama lihat akhir akhir ini kamu sering pulang malam apa ada masalah el?" Tanya mamanya memastikan bahwa putranya baik-baik saja.
" El baik ma, gak ada masalah apapun memang akhir akhir ini banyak yang harus el kerjain jadi mama gak usah khawatir. Lagian el kan bukan anak kecil lagi ma."
El memang seorang pekerja keras, dia lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bekerja dari pada di rumah, walau itu di akhir pekan dirinya akan lebih memilih menyibukkan dirinya dengan segudang pekerjaan di bandingkan harus keluar bersama teman temannya untuk sekedar nongkrong di cafe atau di tempat gim. Namun akhir akhir ini el memang sedang banyak pekerjaan di luar kantor, bahkan dirinya bisa beberapa kali melakukan penerbangan ke luar kota dalam waktu satu bulan. Itu kenapa kedua orang tuanya melakukan keputusan besar padanya yang merubah seluruh hidupnya.
.
.
.
Ponsel el bergetar notif pesan masuk.
__ADS_1
" Pagi sayang, maaf ya baru balas. Aku baru bangun."
" it's oke sayang. Cepat mandi terus sarapan, nanti siang aku jemput ya?"
" Oke, sayang Luve u."
" Love u too."
El berdiri bersiap untuk berangkat ke kantor, namun terhenti sejenak karena perkataan elma mamanya.
" Oya el sandra gimana kabarnya? Kok gak pernah main kesini lagi? Kalian masih temenan kan!!" Tanya mama elma. " Kapan hari mama ketemu sama tante Sonya di mall, jadi mama ke inget sandra deh."
" Masih dong Ma, nanti kapan kapan el ajak main kesini. "
__ADS_1
Elma memang mengenal sandra dengan sangat baik, karena sandra adalah anak dari salah satu teman arisan elma di grup sosialitanya. Sandra juga kerap kali main ke rumah el sebagai teman, tanpa kedua orang tuanya tau kalau mereka adalah sepasang kekasih. Baik el dan juga sandra tidak ada yang memberitahu keluarga mereka masing masing keduanya sepakat untuk merahasiakan hubungan mereka.
El kembali bergegas ke kantor karena pagi ini dirinya harus menghadiri meeting yang sangat penting. Semenjak papanya memberikan tombak kepemimpinan perusahaan padanya el memang jarang terlihat santai tak jarang dia selalu pulang larut malam tiap bekerja, sehingga dia jarang punya waktu untuk dirinya sendiri. Semua waktunya seolah di habiskan hanya untuk bekerja.