Menggapai Surgaku

Menggapai Surgaku
H-1


__ADS_3

Setelah beberapa hari menjalani masa pingitan sebagai adat pengantin jawa tibalah sekarang saatnya aku di perbolehkan keluar kamar karena harus menjalani satu prosesi yang di lakukan sebelum pengantin mengucap ijab kabul.


Masih di pekarangan depan rumah yang kemarin di gunakan sebagai tepat pengajian, hari ini tempat itu di sulap sebagai tempat jalannya acara siraman pengantin. Terlihat banyak sekali janur hijau segar melambai dan menjuntai dengan di bentuk sedemikian indahnya dengan di tambah bunga krisan berwarna warni menambah indahnya set decor dan kuade, semua pengerjaan ini di lakukan malam hari saat hanya tinggal beberapa perewang dan keluarga besar saja yang tersisa di kediaman abah.


Suasana tampak semakin ramai karena acara siraman adat jawa yang di langsungkan di halaman depan rumah itu di hadiri oleh seluruh keluarga besar Abah Dan Ummi, juga banyak di hadiri oleh tamu undangan yang kebanyakan adalah orang orang berpengaruh di surabaya dan juga banyak Kyai serta ulama yang memang sengaja di undang oleh abah.


Keluarga dari mempelai wanita yang hadir rata rata tinggal di kota yang sama, itu menjadikan mereka lebih mudah mengikuti setiap acara yang di adakan oleh pihak mempelai wanita. Banyak sekali tamu yang hadir di acara siraman tersebut, terlihat calon pengantin wanita yang sudah duduk di sebuah kursi kayu kecil dengan memakai kebaya berwarna hijau muda lengkap dengan ronce melati yang menutupi bagian dada mempelai wanita. Mempelai wanita yang tampak cantik dan anggun dengan polesan make up natural di balut hijab yang manis sukses menjadi pusat perhatian para tamu undangan. Terlihat Abah dan Umminya memandikan alma secara bergantian sesuai dengan arahan pihak weeding yang sudah di tunjuk.


****


Sedangkan di hotel tempat el menginap tampak el sedang menerima telpon dari sandra kekasihnya. Sandra yang terlihat sangat marah di telpon membuat el menjadi bingung dan serba salah. Ingin rasanya el kembali ke jakarta dan menenangkan kekasihnya itu tapi semuanya tidak mungkin karena itu akan membuat papa dan mamanya malu kalau sampai el pergi melarikan diri di hari pernikahannya.

__ADS_1


Tok... Tok... Tok...


El mengakhiri panggilan telponnya saat mendengar pintu kamarnya di ketuk seseorang dari luar.


Mama elma masuk ke kamar el sambil membawa beberapa orang sepertinya dari MUA.


" Ada apa ini ma??" Tanya el bingung.


" Membantu untuk apa Ma?" Tanya el sembari mengurutkan dahinya karena kebingungan.


" Kamu akan menjalani acara siraman sederhana." Ucap mama elma.

__ADS_1


El yang tidak punya pilihan lain itu hanya bisa pasrah dan menuruti semua kemauan dari mamanya, apapun arahan dari para MUA ia hanya bisa menurut. Acara siraman yang di adakan keluarga bramasta berjalan dengan lancar dan hanya di hadiri oleh kerabat dekat saja.


Acara siraman kedua mempelai yang di gelar di tempat berbeda pagi itu berjalan dengan lancar dan nuansa adat jawa yang islami begitu kental terasa di acara siraman itu.


.


.


.


Setelah acara siraman selesai, acara kembali di lanjut malam harinya dengan mengadakan acara walimatul 'ursy dan aqiqah yang kali ini mengundang jama'ah pengajian laki laki dari pihak pengajian abah. Acara pengajian kembali di gelar di jalan depan rumah dengan kembali menggelar karpet bludru dan lesehan. Acara pengajian berjalan lancar dan hikmat.

__ADS_1


__ADS_2