Menggapai Surgaku

Menggapai Surgaku
Berbagi Kasih


__ADS_3

Pagi-pagi sekali alma sudah sibuk membantu memasak di dapur meskipun bibi sudah melarangnya tapi dasarnya alma yang memang tidak bisa kalau hanya di suruh duduk diam.


Alma memasak banyak menu yang semuanya kesukaan suaminya, semalam alma sengaja keluar kamar karena tidak bisa tidur, kebetulan mama elma sedang berada di ruang keluarga jadilah alma yang di ajak mengobrol bersama mertuannya itu dan alma memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bertanya apa saja makanan kesukaan suaminya itu, jadilah sekarang alma sedikit tau apa saja makanan yang di sukai el suaminya.


" Wah...wah... Harum sekali sayang. Nyium baunya saja bikin perut mama laper."


Alma hanya tersenyum mendengar pujian dari mama mertuanya itu, sebenarnya alma akan lebih bahagia bila suaminya yang memujinya seperti itu.


" Kamu cekatan ya sayang, baru semalam mama kasih tau kamu udah langsung masakin. El pasti seneng punya istri kayak kamu."


Alma hanya kembali menyinggung senyum di bibirnya mendengar perkataan mertuanya. " mama belum tau saja kalau putranya sama sekali tidak mengharapku menjadi istrinya." Ucap alma dalam hati.


Sedangkan di meja makan sudah duduk el dan papanya yang tengah mengobrol soal pekerjaan kantor yang sekarang akan mengerjakan proyek baru di luar kota. Sedangkan alma dengan telaten mengambilkan el dan papa mertuanya itu nasi beserta lauknya.


mereka makan dengan lahapnya. Mama elma tak henti-hentinya memuji masakan alma yang di rasa cocok dengan lidahnya.

__ADS_1


" Sayang mama gak nyangka kalau kamu pinter banget masaknya kapan-kapan ajari mama ya. Kalau mama yang bikin rasanya gak bisa se'enak ini." Tegas mama elma.


" Oh ya sayang mama sudah urus keperluan kalian untuk honey moon. Jadi kalian hanya tinggal berangkat saja, mama harap kalian tidak menolaknya ya anggap aja ini kado pernikahan dari mama dan papa." Ucap mama mertuanya.


" Ma, kita gak perlu honey moon ma. Lagian el juga masih banyak kerjaan di kantor." Sedetik kemudian el memberi kode kepada alma agar menolak keinginan mamanya.


Alma paham dengan apa yang di maksud suaminya, mana mungkin suaminya itu mau pergi honey moon sedangkan di apartemen saja mereka tidur di kamar terpisah. Jangan kan pergi honey moon untuk sekedar ngobrol santai berdua saja mereka tidak pernah melakukannya selama hampir empat bulan usia pernikahan mereka.


" Ma, Sepertinya alma dan mas el belum perlu bulan madu di luar. Di rumah saja sudah cukup ma lagi pula mas el sedang sibuk di kantor jadi untuk bulan madunya sebaiknya jangan dulu deh ma." Tolak alma dengan halus takut menyinggung mertuanya itu.


" kalian menikah kan sudah hampir 4 bulan tapi alma belum menunjukan tanda-tanda hamil, mama sama papa ini kan sudah tua sudah menantikan cucu-cucu yang lucu dan menggemaskan itu." Ucap elma pada anak dan mantunya.


" Mama kalau pas lagi kumpul sama jeng-jeng arisan itu yang di bahas selalu saja tentang cucu-cucunya. Cucunya inilah, cucunya itulah,sudah bisa inilah,sudah bisa itulah. Mama juga pengen bisa seperti teman-teman mama yang dengan bangganya mamerin kehebatan cucunya."


" Jadi mama pengen cucu cuma buat bisa di pamerin?" Sahut el.

__ADS_1


" Bukan gitu el, Masak kamu gak kasihan si el sama mama, mama di sini ini kan kesepian. Gak ada kesibukan kamu juga gak ngebolehin alma tinggal di sini sama mama, sedangkan kalian juga jarang main kesini kalau bukan mama yang maksa kalian buat datang ke rumah mama. Tapi kalau ada cucu kan mama jadi gak kesepian lagi ada yang di ajak becanda ada yang di godain."


" Iya ma... Iya, Nanti el akan lebih sering untuk jenguk mama kesini." Bujuk el ke mamanya.


Setelah selesai makan el dan alma pamit pulang karena el harus ke kantor. Dalam perjalanan kembali ke apartemen hanya ada keheningan di antara keduanya. El yang sibuk dengan ponselnya dan tidak memperdulikan alma yang ada di sampingnya, dia seolah berada di dunianya sendiri. Hanya ada dia dan orang yang ada di sambungan seberang sana.


Alma hanya bisa menatap keluar jendela tidak ada pandangan yang pasti, yangbia tuju karena alma tidak benar-benar melihat hanya sekedar mengalihkan pandangannya saja.


Sesekali alma melirik ke arah suaminya. Terlihat wajah suaminya yang berseri-seri entah pesan apa yang dia baca sampai membuatnya terlihat begitu bahagia, namun bisa alma pastikan siapa pengirim pesan tersebut.


Sebahagia itukah suaminya saat menerima pesan dari wanita itu??belum pernah dia melihat suaminya tersenyum padanya, namun kali ini suaminya tersenyum hanya karena membaca pesan dari seseorang??? Melihat suaminya tersenyum bahagia karena wanita lain kenapa rasanya sesakit ini. Kenapa dia ingin menangis?? Kenapa air matanya tiba-tiba jatuh?? Alma memalingkan wajahnya hingga menghadap ke jendela menyembunyikan tangisnya di sana, alma menggigit bibir bawahnya agar tangisnya tak di dengar orang yang ada di sebelahnya. Alma menggunakan ujung jilbabnya untuk menyapu air mata di pelipisnya.


Mobil berhenti tepat di depan apartemen. alma bergegas turun agar suaminya tidak tau bahwa lagi-lagi dirinya menangis.


Setelah alma turun mobil segera melaju. Seperti tidak ingin melewatkan sesuatu entah apa. Alma benar-benar di uji hatinya. Dia benar-benar di tuntut untuk menjadi wanita yang kuat demi keutuhan rumah tangganya.

__ADS_1


__ADS_2