Menggapai Surgaku

Menggapai Surgaku
Hari Kelulusan


__ADS_3

Hari ini adalah hari terakhirku berada di pondok, benar kata ummi dulu bahwa bila sudah merasakan suasana di pondok aku akan betah dan merasai pondok adalah rumah keduaku, teman santri adalah saudaraku, Kyai dan Nyai adalah orang tuaku.


Pagi ini seperti biasa kami semua bangun sebelum subuh untuk bersiap melaksanakan sholat subuh berjamaah di mushola dengan Mas abhi yang bertindak sebagai imamnya. Kami memang sholat berjamaah tapi antara santri putri dan santri putra di beri skat kain panjang setinggi dada orang dewasa yang memisahkan kami. Dengan santri putra yang berada di shaf bagian depan sedangkan kami santri putri berada di shaf bagian belakang.


Seusai mengerjakan sholat subuh kami semua melanjutkan dengan mujahadah, Mujahadah adalah semacam zikir yang di lakukan secara bersama sama. Selesai mujahadah kami lantas di bagi menjadi dua kelompok satu kelompok berisikan para santri putri yang akan melanjutkan kegiatan dengan kajian khitab, sedangkan satu kelompok lagi berisikan santri putra yang akan melanjutkan kegiatan dengan latihan khotbah.


Setelah semua kegiatan pagi itu selesai kami laksanakan tibalah saatnya kami sarapan pagi, seperti biasa kami selalu makan secara bergerombol atau berkelompok itu memberi arti bahwa kami mau berbagi dengan sesama dan tidak membeda bedakan antara satu dengan yang lainnya. Suasana seperti inilah yang nanti akan aku rindukan saat sudah pulang kerumah. Masa masa selama kami berkumpul di pondok adalah masa masa yang gak akan pernah bisa kami ulang kembali kedepannya.


" Rek, waktune awak dewe iki gur dino iki tok lo. Mene wes podo lulusan terus muleh dewe dewe." Ucap aruna membuka obrolan tengah malam saat kami tengah bersantai di kamar.


" Iyo, aku pasti kangen banget karo awakmu rek." Sahut Siti teman satu kamarku yang lain, Kami sekamar ada lima orang, ada aku, aruna, siti,khasana,khusnul. Kami datang dari kota yang berbeda beda namun perbedaan itu tidak lantas membuat kami jauh, justru perbedaan itu membuat kami saling melengkapi satu sama lain.


" Nek wes lulus ojol lali dolen dolen nang omahku ya rek." Balas khasanah.


" Uadoh'e omahmu, pucuk ketemu pucuk." Timpal Siti.


" Lho, kan sekalian dolen nang omahku terus iso mampir nang omahe khusnul, kan searah?" Khasana dan khusnul adalah tetangga satu desa cuma beda kampung saja, mereka berdualah yang paling jauh rumahnya di antara kami semua. Mereka berdua berasal dari pulau madura.


" Wes, ayo tidur besok iki acarane sek banyak." Sahutku yang menghentikan obrolan mereka semua.


.


.


.

__ADS_1


Pagi ini suasana tampak berbeda di halaman pondok pesantren Al Jabar, dimana pondok tampak begitu ramai dengan di penuhi oleh santri santri dan beberapa tamu undangan yang satu persatu mulai berdatangan dan memenuhi halaman pondok saat itu.


Suasana pondok memang seperti ini setiap tahunnya atau ketika Haflah Akhirussanah yakni perayaan akhir tahun santri atau siswa yang telah selesai menjalani pendidikan atau masa studi di pondok. Biasanya Haflah Akhirussanah rutin digelar setiap tahun dan menjadi pertanda telah selesainya tahun ajaran.


Semua santri sudah duduk di kursi yang telah di sediakan oleh panitia penyelenggara.


Terlihat beberapa rombongan mobil milik orang tua santri memasuki area parkir pondok, rata rata mereka datang dari luar kota sehingga tidak bisa tepat waktu menghadiri undangan yang sudah di berikan. Terlihat Abah dan Ummi Alma juga sudah duduk di barisan kursi tamu undangan. Alma yang pandangannya tak bisa lepas dari melihat kedua orang tuanya itu terlihat tak bisa menyembunyikan rasa rindunya, dia begitu bahagia bisa melihat kedua orang tuanya ada di dekatnya dan terjangkau dari pandangan matanya.


Panitia membuka acara dengan di sambut tepuk tangan dari para tamu undangan dan semua yang hadir di sana, Acara di buka dengan pembacaan ayat al qur'an beserta terjemahannya, di lanjut dengan bacaan qiroah serta hadrah, selanjutnya yaitu sambutan dari Kyai al jabar dan beberapa guru pendidik. Acara terus berlanjut sesuai dengan rangkaian acara yang sudah di susun oleh panitia, setelah semua acara selesai tibalah di penghujung acara yakni sungkem dan pengucapan terima kasih santri kepada semua guru pembimbing di pondok pesantren. Rasa haru begitu kental terasa disana, membuat semua yang hadir larut dalam rasa sedih sekaligus syukur.


.


.


.


" Amin. Makasih ya Mas."


" Apa rencana kamu setelah ini Al?"


" Gak banyak sih Mas, mungkin Alma hanya akan bantu bantu abah di panti dan juga ngurusi yayasan abah."


Abhi hanya mengangguk dan tersenyum mendengar penjelasan Alma. " Satu bulan lagi aku bakal main ke surabaya."


" Oh ya? Mau kemana Mas?"

__ADS_1


" Em, mau ke kantor kelurahan sama sekalian ke kantor agama."


" Oh, mau ngurus surat surat nggeh Mas?"


" He'em bener, mau ngurus surat. Nanti sama kamu ya Nduk ngurusnya."


" Sama alma? Oh, ya udah gak papa Mas, nanti Mas abhi kabari aja kalau mau ke surabaya, Insya Allah kalau alma gak repot pasti nanti alma temenin."


" Repot gak repot, kamu harus ikut Nduk."


" Hehhh???" Jawab Alma yang bingung dengan permintaan Abhi yang seperti memberi sedikit pemaksaan.


****


Alma yang kini sudah berkumpul dengan teman temannya seperti sedang melepas rindu karena sebentar lagi mereka akan berpisah dan melanjutkan kehidupannya masing masing. Bertahun tahun tinggal bersama di pondok menjadikan mereka layaknya saudara sendiri, kedekatan yang mereka bangun sangat baik, mungkin karena sama sama jauh dari keluarga membuat satu sama lain jadi mnegerti pribadi masing masing.


" Rek... rek, mbisuk nek podo rabi ojok lali undang undang yo." Celetuk Aruna yang memang paling rame di antara kami semua.


" Mbiyuh, Run. Durung opo opo wes mbakas rabi?" Sahut Siti salah satu teman kami dari bojonegoro.


" lho yo mesti rek, awak dewe mosok ngerti nek muleh soko kene wes onok sing karep? Jodoh iki mung Allah sing ngerti." Jawab Aruna lagi gak mau kalah.


" Masio yo gak langsung tah Run, paling gak iki perkenalan sek, tunangan sek. Bari ngunu baru rabi." Timpal khusnul temanku yang lain.


" Kesuwen, langsung ae." Sahut Aruna yang langsung di keroyok oleh semua teman-teman dengan menyorakinya.

__ADS_1


Begitu lah kami ketika berkumpul, selalu rame dan nyatu. Suasana seperti inilah yang nanti mungkin akan membuatku rindu ingin mengulang masa masa di pondok, benar kata Ummi dulu waktu pertama kali mengantarkan aku ke pondok.


" Makasih ya mik, sudah memberikan pengalaman hidup yang penuh dengan pengajaran untuk alma, alma bahagia dan bersyukur bisa merasakan hal seperti ini di pondok." Ucapku dalam hati yang mensyukuri anugerah ini.


__ADS_2