Menggapai Surgaku

Menggapai Surgaku
Suami Arrogant


__ADS_3

Hari ini adalah hari minggu, jadwalku pergi ke minimarket untuk belanja kebutuhan sehari hari dan stock selama seminggu kedepan. Seperti biasa aku akan pergi dengan menggunakan jasa ojek online yang ku pesan lewat aplikasi yang berada di ponselku.


Tok... Tok... Tok...


Aku mengetuk sebuah pintuk ruang kerja yang biasa di gunakan Mas mengecek laporan perusahaan ketika sedang berada di rumah. Terdengar suara dari dalam yang mempersilahkan aku untuk masuk.


" Permisi Mas, alma mau pamit. Alma mau ke mini market yang ada di ujang komplek."


" Hmmm." Sahutnya tanpa menoleh ke arahku.


Tanpa pikir panjang aku pun melangkahkan kakiku masuk ke ruang kerja suamiku. Ruang yang cukup luas dengan meja dan sofa berada di tengah, rak rak buku yang tertata rapi. Aku memang jarang masuk sini karena memang tidak punya kepentingan disana, aku hanya masuk kesana ketika hendak membersihkan ruangan itu saja.


Mas el memang tidak mempekerjakan asisten rumah tangga karena tidak ingin ada orang luar yang tau kondisi sebenarnya rumah tangga kami.

__ADS_1


Aku menyambut tangan Mas el dan berpamitan namun dia hanya diam tak bereaksi seolah aku tak ada di sana.


" Mas, alma sudah siapkan sarapan untuk Mas el di meja makan."


" Simpan saja, aku gak lapar."


Setelah itu dia mengibaskan tangannya seolah menyuruhku pergi dari ruang kerjanya. Dengan hati yang dongkol ku langkahkan kakiku keluar ruangan, se'enaknya saja dia mengusirku seperti itu tanpa bicara sepatah kata pun, dia kira aku kucing apa? Gerutuku karena merasa muak dengan perlakuan suamiku.


" Astagfirullah, sabar al... Sabar." Ucapku dalam hati sambil mengelus elus dadaku yang terasa nyeri.


Jadi saat saat seperti inilah aku bisa menghilangkan rasa bosanku, Mas el memberikan satu kartu ajaib yang bisa ku gunakan untuk membeli apapun yang aku butuhkan, tapi tetap saja aku tak pernah melakukannya. Aku hanya memakai kartu itu untuk membeli bahan makanan tidak untuk yang lain, aku terlalu takut untuk menggunakan kartu tersebut.


Dr.... Dr... Dr..

__ADS_1


Ponselku berdering, dari bunyinya aku sudah tau bahwa itu bunyi notifikasi pesan masuk, tapj siapa yang mengirimiku pesan sepagi ini.


" Aku keluar, ini kode akses pintunya 0505***." Pesan yang kuterima dari nomer baru.


" Maaf ini siapa?" Balasku memastikan.


" El." Jawabnya singkat.


" Iya, Mas."


" Gak usah nunggu karena aku pulang malam."


" Iya, Mas."

__ADS_1


Begitulah kami, jauh dari kata mesra, bahkan tak terlihat seperti suami dan istri. Aku bergegas menyelesaikan belanjaku dan kembali ke apartement, sesampainya di sana kulihat satu persatu ruang yang ada disana. Kosong tau terlihat tanda tanda Mas el di rumah, mungkin benar di sudah keluar.


Tanpa semangat ku taruh begitu saja benjaanku di meja dapur, tanpa ku bereskan terlebih dahulu. Aku memutuskan untuk masuk kamar dan tidur karena merasa kecewa pada dirinya.


__ADS_2