Menggapai Surgaku

Menggapai Surgaku
H-3


__ADS_3

Semua keluarga besar el tengah bersiap siap untuk terbang ke surabaya dan menginap di hotel yang di gunakan untuk acara resepsi, mereka memutuskan melakukan penerbangan tiga hari sebelum acara di mulai agar bisa memantau jalannya persiapan di lokasi acara, ini adalah acara pernikahan pertama dan terakhir di keluarga bramasta mengingat el adalah anak tunggal jadi kedua orang tuannya sangat antusias dalam menyiapkan segala keperluan guna kelancaran acara.


Sedangkan di rumah alma sudah ada beberapa anggota keluarga yang datang dari luar kota, mereka sengaja datang lebih awal karena ingin membantu menyiapkan segala persiapan acara mulai dari pengajian sampai ke acara inti. Maklum ini juga akan menjadi acara pernikahan pertama dan terakhir di keluarga besar abu yamin, karena alma yang juga merupakan anak tunggal di keluarga itu. Apalagi kedua orang tua alma adalah orang terpandang di kampungnya jadi wajar saja kalau acara pernikahan alma menjadi bahan pembicaraan dan di buat besar besaran.


Terlihat perbincangan para ibu ibu tetangga di sana yang ikut membantu menyiapkan keperluan acara, mereka yang tengah menggosip riya sembari tangannya mengupas bumbu untuk di jadikan olahan makanan.


" Mbak alma iki luwung lo, oleh bakal bojo iki wonge ganteng terus sugih maneh." Terdengar salah satu ibu muda tengah membuka pembicaraan dengan menggosip riya soal calon pengantin.


" Iyo, bener bojoku kan melok pas acara tunangane mbak alma. Aku di dudui potone bakal bojone mbak alma iki wonge ganteng koyo artis sing ndek tipi tipi kae lo." Tambah seorang ibu ibu yang berdiri tidak jauh dari sana, dengan tangannya yang sibuk mencuci beras.

__ADS_1


" Yo mesti ganteng, lha wong mbak alma iki wonge yo uuayyuuu..." Sahut ibu ibu yang lain.


" Yo pas nek nuh?! Ayu ketemune yo ganteng. Mbuyuh cocok wes."


Begitulah ibu ibu di sana bila sedang rewang atau membantu di sebuah hajatan, tangannya memang bekerja menyelesaikan tugas tapi mulutnya tak kalah gesitnya karena selalu menghibah sana sini.


Sedangkan di lain tempat alma yang sedang menjalankan serangkaian perawatan pengantin di sebuah salon yang cukup terkenal di surabaya, dengan di temani Aruna sahabatnya, alma hanya perlu datang saja dan menjalani perawatan karena sahabatnya itu sudah lebih dulu memesan sepaket perawatan beberapa hari yang lalu, aluna pemesan paket shinta yakni perawatan khusus yang biasanya di pesan untuk para calon pengantin perempuan di sana.


" Run, kamu ini sebenere pesan paket apa sih Run, kok gak selesai selesai dari tadi."

__ADS_1


" Sabar toh Al. Wes nikmati ae, proses'e iki sek dowo. Mengko awakmuh lak mesti ngerti dewe khasiat'e."


" kowe iki sok sok'an kok Run. Kayak pernah ngerasain ae pakek bilang khasiat segala."


" Ckk, aku iki pancen durung tau ngerasak'e tapi pengalamanku iki luweh akeh timbang kowe al, wes toh percoyo ae karo aku."


Entah tau dari mana aruna tentang semua ini, padahal dirinya juga belum menikah dan tidak ada pengalaman sama sekali di dunia pernikahan. Tapi pengetahuannya kali ini cukup membuatku menggelengkan kepala.


Setelah proses lulur selesai aku kemudian di antar untuk berendam di sebuah bathtub dengan air yang di penuhi dengan kelopak bunga mawar lengkap dengan lilin aroma terapi yang mengeluarkan aroma mawar ketika di nyalakan.

__ADS_1


Aruna yang tadi menungguku dengan setia di kursi depan itupun, kini mulai mencoba sebuah reatment pijat refleksi agar dirinya tidak bosan katanya karena lama menungguku yang melakukan berbagai perawatan. Entah siapa orang di balik semua fasilitas yang tengah aku rasakan ini, orang yang rela merogoh sakunya dalam dalam untuk membayar semua perawatan yang menurutku berlebihan ini. Tidak mungkin aruna yang menanggung semua biayanya, bukan berniat merendahkan tapi semua biaya ini pastilah sangat mahal sedangkan aku dan aruna sama saja, sama sama tidak punya tabungan sebanyak itu. apa mungkin ummi tapi rasanya ini bukan gaya ummi, lalu siapa orang yang menanggung semua biaya ini. Entah lah nanti saja coba ku tanyakan lagi pada aruna siapa tau kali ini dirinya bersedia membuka mulutnya.


Setelah hampir empat jam lebih berada di salon akhirnya aku pun selesai menjalankan segala proses perawatan calon pengantin tak lupa pihak salon memberikanku bingkisan yakni beberapa produk perawatan yang bisa aku gunakan di rumah.


__ADS_2