
" Pagi mas." Sapa Alma saat melihat El yang baru saja keluar dari kamarnya. " Sarapan dulu mas, Alma sudah siapkan nasi goreng kesukaan mas."
" Makasih Al."
" Oh ya mas, siang ini alma boleh keluar sebentar gak?"
" Mau kemana?"
" Alma hanya mau ke toko buku, membeli beberapa buku untuk di baca." Belum selesai Alma menjelaskan maksudnya El sudah lebih dulu menyela ucapannya.
" Terserah, tapi aku tidak bisa mengantarmu."
Alma yang merasa jengkel dengan sikap dingin El pun hanya bisa diam, dan membuang nafasnya pelan.
" Alma bisa pergi sendiri mas, Alma janji tidak akan lama."
Sedangkan El hanya diam tanpa memberi tanggapan, dengan tangan kanannya sibuk memakan nasi goreng buatan alma sedang tangan kirinya asyik membalas pesan masuk yang sedari tadi menyita perhatiannya.
Keduanya melahap makanannya tanpa suara siapapun memecah keheningan. Alma bergegas menyelesaikan sarapan paginya dan membereskan semua peralatan yang sebelumnya di gunakan.
__ADS_1
" Mas, Alma berangkat dulu ya." Sembari tangannya menyambut tangan El dan menciumnya.
El yang hanya melirik alma sekilas namun tak memberi tanggapan apapun, El memang selalu begitu kepada alma. Selama menikah keduanya hampir tidak pernah bicara bahkan tak jarang El selalu sibuk di luar.
Seperti biasa Alma pergi dengan menggunakan jasa taksi online, dirinya sama sekali tidak merasa keberatan bila harus pergi tanpa di antar oleh suami. Meskipun sebenarnya alma sangat ingin merasakan bagaimana rasanya bila belanja di temani suami atau sekedar di antar dan di jemput.
Seperti wanita kebayakan yang sudah menikah, mereka selalu mendapatkan pengawalan dari suaminya tiap kali pergi keluar, perhatian seperti itulah yang juga ingin sekali alma dapatkan dari El suaminya. Namun apa boleh buat sepertinya alma harus mengubur dalam-dalam keinginannya untuk mendapatkan semua itu dari suaminya yang hatinya sudah beku oleh rasa, yang hatinya sudah tertutup oleh cinta yang lain.
Sedangkan di lain tempat terlihat el yang masih saja sibuk dengan ponselnya yang kali ini mendapatkan panggilan dari Sandra kekasihnya.
" Sayang, lagi dimana?"
" Kangen, kamu pasti lagi berdua-duaan kan sama istri kamu itu?"
" Gak sayang, ngapain juga sama dia. Kalau aku udah punya kamu."
" Kemana dia? Kok gak kedengeran suaranya."
" Alma lagi keluar."
__ADS_1
" Kok kamu manggil dia mesra gitu sih? Pakai panggil nama."
" Kalau gak panggil nama terus panggil apa? Sayang, honey?"
" Awas aja ya kalau kamu berani panggil dia kayak gitu."
" Terus panggil apa dong, kalau semua gak boleh."
" Tau, ah?! Sayang, aku main ke apartemen kamu ya. Kan dia lagi keluar?
" Emm, tapi sayang."
" Gak pakai tapi-tapian. Aku kesana sekarang."
" Sayang, jangan ya? Nanti kalau ada yang liat jadi masalah. Nanti aku yang main ke apartemen kamu."
" Janji ya, aku tunggu."
Sambungan telpon pun di akhiri setelah El berhasil membujuk Sandra untuk mengurungkan niatnya mengunjungi apartemen miliknya. Sementara di lain tempat terlihat Alma yang menikmati waktunya dengan memilih beberapa buku yang akan ia beli, Alma sengaja membeli beberapa buku agar dirinya bisa di sibukkan dengan membaca buku-buku dan tidak terlalu memikirkan nasibnya yang buruk selama menjalani pernikahan berdasar perjodohan orang tuanya.
__ADS_1
Setelah mendapat semua buku-buku yang di inginkannya Alma bergegas membawanya ke kasir untuk membayarnya dan kembali memesan taksi online untuk mengantarnya pulang ke apartemen.