
Sedangkan el entah kenapa dia suka sekali mencium aroma yang menguak dari rambut alma wangi. El menggelengkan kepalanya lirih saat menyadari dirinya yang berada di luar kendali, el menyadari bahwa ada yang tidak beres pada dirinya, kenapa dia bisa menikmati aroma wangi yang keluar dari rambut alma, padahal biasanya dia tidak pernah sekalipun tertarik bila itu menyangkut alma.
Setelah dirinya sudah bisa mengendalikan dirinya, kini Keduanya mendengarkan apa yang ummi akan sampaikan.
" Nak el, lusa abah sama ummi rencananya akan berangkat ke jakarta untuk menghadiri undangan di salah satu panti yang ada disana, apa nak el dan alma bisa jemput abah sama ummi di bandara? Ummi gak tau jalanan kota jakarta."
" Oh bisa ummi, el pasti akan jemput?! Apa perlu el jemput ke surabaya ummi??" Tanya el yang terdengar kawatir.
" Nggak usah, cukup jemput di bandara saja. Ummi sudah sangat berterima kasih. Maaf ya nak el jadi ngerepotin."
" Gak ngerepotin kok ummi, kebetulan el juga sedang tidak sibuk?!" Jawab el menegaskan bahwa dirinya banyak waktu luang.
" Ya sudah ummi cuma mau ngomong itu saja. Terima kasih sebelumnya. Assalamualaikum." tutup umminya.
__ADS_1
" Walaikumsalam." Jawab keduanya bersamaan sebelum sambungan telfon terputus.
Keduanya terdiam. Memikirkan sesuatu??sepertinya kali ini kekhawatiran keduannya sama.
" Al apa kamu ada saudara di jakarta??" Tanya el.
" Enggak mas, saudara alma semuanya ada di jawa. Kenapa mas?" Tanya alma balik.
" Hotel mas?? Ummi gak bakal mau kalau tidur di hotel, ummi gak betah?! Kata ummi gak bisa tidur kalau di hotel." Terang alma.
" Gak ada cara lain kalau gitu." Ucap El sembari beranjak dari duduknya menuju kamar alma, alma yang bingung hanya melongo melihat el yang pergi menuju kamarnya. Sedang apa mas el ke kamarku??? Tanya'nya dalam hati.
" Al, buruan ke buru malem." Desak el.
__ADS_1
" Mas mau ngapain kok barang-barang aku di beresin?" Tanya alma heran.
" Pindahin ke kamar aku untuk sementara al, siapa tau ummi sama abah mau nginep di sini. Kamu gak mau kan ummi dan abahmu tau kita tidur terpisah??"
" Yang mau tidur terpisah kan kamu mas kenapa sekarang seolah nyalahin aku??" Gerutu alma lirih namun masih bisa di dengar oleh El yang kini mentatap alma dengan intens.
Malam itu keduanya sibuk berberes hingga waktu menunjukkan pukul 12 malam.
El menyuruh alma tidur di tempat tidurnya sementara dirinya memilih tidur di sofa panjang yang ada di kamar. el langsung tertidur karena dirinya lelah sedangkan alma masih saja terjaga.
Alma benar-benar tidak bisa tidur malam itu. Tidak ada yang di pikirkannya tapi tetap saja matanya enggam untuk di pejamkan. Alma memutuskan untuk mengambil wudhu dan mulai menderas mushafnya kembali, di keheningan malam terdengar lirih suara alma melantunkan ayat-ayat al qur'an. El yang tiba-tiba terbangun pun mendengarkan suara merdu alma, seketika hati el terasa hangat dan tenang dia menikmati setiap lantunan yang di bacakan alma belum pernah el meresa setenang ini sebelumnya.
Alma yang mulai mengantuk pun menyudahi aktifitasnya menderas mushaf. Alma memilih merebahkan badannya di tempat tidur dengan setengah badannya tertutup selimut.
__ADS_1